
Sesampainya dirumah Renata langsung masuk kedalam kamarnya. Hatinya sangat bahagia saat ini meski kepalanya masih rada sakit.
Renata mengganti seragamnya dan merebahkan tubuhnya dikasur miliknya. Baru saja ingin memejamkan mata suara ketukan terdengar. Renata bangkit dan membukakan pintu kamarnya.
"makan" ucap Marcel.
"lo bukannya balik kesekolah ngapain masih disini" ujar Renata heran.
"bawel" ucap Marcel sambil masuk kedalam kamar Renata.
Entah mengapa badan Renata bergeser memberi jalan untk Marcel kedalam kamarnya.
"lo balik kesekolah sono,gue gpp"
"makan cepet" suruh Marcel.
Lagi lagi Renata hanya patuh. Kenapa tidak bisa membantah omongan suaminya.
Renata memakan buburnya. Sampai sisa setengah mangkuk dan menaruh itu ke atas meja.
Marcel memberikan minum kepada Renata dan disambut oleh gadis itu.
"udahan udah kenyang" ucap Renata selesai minum.
"ok" ucap Marcel bangkit untk membereskan bekas makan Renata.
Renata tersenyum bahagia saat Marcel sudah keluar dari kamarnya. Sedangkan Marcel juga begitu saat keluar dari kamar sang istri.
Saat sedang melamun tiba-tiba ponsel Renata berbunyi. Renata segera mengambilnya diatas meja belajarnya. Ia menjawab panggilan tersebut.
Halo re lo dimana? Kok gue ke uks gak ada.
Eh iya Ray gue lupa ngabarin lo sama devan. Gue udh dirumah kepala gue sakit jadi gue izin pulang
Oh gitu lo balik sama siapa tadi?
Oh yaudah, iya ini peliharaan lo disamping gue
Kurang ajar ya lo
Lo berdua jangan ribut terus kenapa si? Yaudah bilang devan kalo udh pulang suruh kabarin gue.
Ok sayang.
Yaudah re gue tutup ya telfonnya gue males deket-deket sama peliharaan lo.
Lo istirahat ya biar cepet sembuh
Iya Ray makasih.
Bipt
Barengan dengan sambungan terputus. Marcel masuk lagi kekamar Renata. Kali ini Marcel membawa buah ditangannya.
"makan" ucap Marcel sambil menyerahkan piring buah yang dia bawa.
__ADS_1
Renata tak banyak basa basi langsung memakannya. Setelah selesai ia meletakkan di atas meja. Marcel bangkit mengambil piring tersebut untuk dibereskan.
Saat akan keluar kamar Renata sebuah instruksi membuat Marcel berbalik badan.
"cel"
"hm"
"makasih ya"
"hm"
Setelah itu Marcel bener-bener keluar dari kamar Renata. Renata mengerutu kesal karena ucapannya hanya dibalas dengan deheman. Sedangkan Marcel menyesal bersikap seperti itu. Tetapi mengapa ia tidak bisa membuka diri terhadap Renata.
Ah ayolah cel dia kan istri lo batin marcel.
Setelah sampai didapur ponsel marcel berdering menampilkan nama seseorang yang menghubunginya.
"halo bel, kenapa?"
"kamu dimana? Kok tadi gak masuk kelas? Aku cari dikantin juga gak ada"
"aku ada urusan bel,nanti pulang aku jemput kamu kok"
"urusan apa cel? Kok gak bilang aku"
"ini bunda lagi nyuruh aku,aku tutup telfonnya ya nanti kalo udah pulang kamu chat aja"
Bipt
Panggilan terputus sepihak. Baru kali ini juga marcel mengabaikan Bella. Yang terpenting saat ini Renata.
Marcel berjalan menuju kamar Renata lagi. Kali ini ia ingin mengecek Renata sedang apa di dalam kamarnya. Saat melihat kedalam ternyata Renata sudah tertidur pulas dengan damai.
Marcel berjalan mendekat ke arah Renata. Lalu ia menyium kening sang istri dengan lembut.
Selamat istirahat re, semoga kamu cepat jatuh cinta sama aku ya bisik marcel pelan.
...****...
Saat Renata membuka mata, ia meregangkan otot tubuhnya lalu bangkit berjalan ke kamar mandi untuk melakukan ritualnya.
Setelah selesai melakukan segala ritualnya Renata berjalan keluar kamar untuk kedapur. Mengapa saat ini Renata ingin sekali memasak untuk makan malam dengan Marcel. Ah membayangkan saja membuat Renata tersenyum.
Renata mengambil beberapa bahan makanan yang akan ia olah. Renata mengedarkan matanya tidak mendapatkan Marcel di ruang keluarga ataupun ruang tamu.
“Mungkin marcel di kamarnya” ucap Renata sendiri.
Renata terus melanjutkan kegiatan memasaknya. Setelah hampir 30menit akhirnya masakannya sudah terhidang rapi di atas meja makan. Kali ini ia memasak ayam goreng dan sayur asem plus sambel goreng.
Renata melirik jam didinding dekat dapur bergantian melirik arah tangga. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 mengapa Marcel belum juga keluar dari kamarnya.
Renata gelisah. Ia terus menunggu sang suami dimeja makan. Sambil menunggu marcel Renata memainkan ponselnya.
__ADS_1
Tiba-tiba tangannya menari diatas ponselnya di aplikasi instagram. Dia mengetik sesuatu di kolam pencarian entah kenapa ia ingin sekali mengetahui orang tersebut.
BellaPMaura
Mata Renata melihat post si cewek itu. Banyak foto pemandangan dinegeri luar dan banyak foto dia dengan suaminya.
Tangannya terus bermain diberanda perempuan itu. Tanpa sadar ia menitihkan air mata saat melihat yang baru saja perempuan itu kirim distatusnya.
Status sekitar 15menit lalu. Menampilkan foto sang suami dengan bella yang bergelayut dibahunya. Dengan caption "myhero".
"pantes dia gak turun ternyata emang gak ada dirumah" ucapnya lirih.
Renata menyeka air matanya lalu menaiki anak tangga dan berlari kekamarnya. Persetan dengan rasa laper yang renata rasa saat ini. Ia hanya ingin menangis sepuasnya.
Tak lama ponselnya berdering. Ada sebuah chat masuk.
Devan Desyando
Re lagi ngapain? Udah makan?
Renata dengan segera membalas pesan itu. Ia tak ingin menyakiti Devan karena cowok itu sudah menyayangi nya dengan tulus.
Renata Adriana
Lagi tiduran, udah kok. Kamu?
Devan Desyando
Bagus sayang. Udah kok
Aku sayang sama kamu re
Renata sedikit tersenyum melihat pesan yang dikirimkan pacarnya tadi. Devan sering sekali mengatakan seperti itu. Membuat Renata makin merasa bersalah.
Renata Adriana
Aku juga dev. Aku tidur duluan ya. Gnight
Devan Andreas
Ok sayang, iloveumore❤️
Renata tak membalas pesan yang dikirimkan pacarnya terakhir. Ia segera memejamkan matanya. Sebenarnya Renata ingin sekali menangis semalaman tapi ia berfikir ulang untuk apa? Tak ada gunanya juga.
...****...
Pukul 10malam marcel baru sampai rumah. Dia sudah keluar rumah sejak sebelum magrib saat Renata masih tertidur.
Marcel berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman terlebih dahulu baru menuju kamarnya. Tetapi sesaat sampai di meja makan ia melihat tataan makanan rapi dengan nasi dan lauk masih belum disentuh sama sekali.
Astaga Marcel menyia-yiakan Renata lagi. Renata sudah memasak untuk dirinya tetapi dirinya malah pergi dengan perempuan lain. Marcel mengacak rambutnya frustrasi.
Ia segera naik untuk ke kamar istrinya dan meminta maaf. Tetapi saat masuk Renata sudah terlelap dengan air mata masih membekas dipipi mulusnya itu.
Marcel berjalan mendekat ke ranjang Renata. Tangannya bergerak membersihkan bekas air mata itu. Lalu mendaratkan kecupan dimata sang istri.
Gue bakal minta maaf sama dia besok batin marcel.
Marcel mengelus rambut Renata lembut. Marcel memaki dirinya sendiri mengapa ia selalu bersikap seperti ini pada istrinya sendiri.
__ADS_1
“Maafin aku re” ucap marcel sebelum akhirnya dia bangkit dan keluar dari kamar Renata.