
Pagi yang cerah. Hari ini adalah hari senin yang artinya seluruh siswa wajib mengikuti upacara bendera.
Renata yang bangun kesiangan hari ini karena semalem dia tidak bisa tidur memikirkan lamaran itu. Alhasil dia jadi telat bangun dan tidak sempat untuk sarapan.
Bel sudah berbunyi. Seluruh murid sudah berbasis rapi dengan atribut lengkap. Begitu juga dengan renata.
Upacara telah dimulai. Saat amanat sedang berlangsung Renata merasakan perutnya sakit dan keringat dingin sudah bercucuran dipelipisnya. Kali ini ia tidak akan berpura-pura sakit tetapi ia merasakan sakit sungguhan.
Brukk
Tubuh Renata tergeletak dilapangan sekolah. Raya yang ada disampingnya langsung panik. Saat itu juga mereka jadi pusat perhatian.
Guru yang piket mengawasi barisan langsung berlari ke arah renata. Tiba tiba saja seseorang langsung mengangkat tubuh Renata dan membawa cepat ke uks.
Semua yang ada dikerumunan menatap orang itu bingung. Baru kali ini ia sangat peduli dengan orang lain terutama cewek. Dan kali pertama orang itu merubah mimik wajahnya dari datar menjadi khawatir.
Marcel.
Sesampainya di uks Renata langsung diperiksa oleh dokter sekolahnya. Marcel tetap menunggu nya di dekat pintu.
Tak lama kemudian renata sadar. Dia menengok ke kiri dan kanan. Matanya membulat saat dia melihat marcel yang tengah berdiri didekat pintu.
Raya datang dengan tergesa-gesa. Dia sangat panik saat sahabatnya itu pingsan.
__ADS_1
"re lo gapapa? Kenapa bisa sampe pingsan si? Lo gak sarapan?" tanya raya beruntun.
Renata hanya menggeleng sebagai jawaban. Tubuhnya masih lemas. Perutnya masih sakit.
Saat renata melirik ke arah pintu ternyata marcel sudah tidak ada dia disana.
Kemana itu orang? Jangan bilang dia yang bawa gue kesini ucap renata dalam hati.
"oke lo tunggu sini gue beli sarapan buat lo dulu dikantin" ucap raya.
Saat raya akan bangkit dan keluar uks. Dia bertabrakan dengan marcel. Di tangan marcel sudah terdapat plastik yang isinya makanan dan minuman.
"aww" ringis raya.
"nih makan" ucap marcel sambil memberikan kresek yang dia bawa tadi.
Renata mengerutkan dahi nya. Begitu juga raya yang tengah memperhatikan gerak gerik dua orang di dalam.
"buat gue?" tanya renata ragu.
"menurut L?" ucap marcel langsung berlalu keluar uks.
Raya menatap Renata dengan arti minta penjelasan. Renata hanya mengangkat bahu nya tidak tahu.
__ADS_1
"yaudah lo makan deh,biar gak ngerepotin gue" ucap raya santai.
Renata hanya mengerucutkan bibirnya. Renata kesal entah apa yang membuatnya kesal.
"eh Ray tadi yang bawa gue kesini siapa dah? Gak mungkin lo kan?" tanya renata penasaran.
"yah gak mungkin lah badan lo aja kaya badak. Yang bawa lo kesini itu ketos kita" ucap raya tanpa menoleh ke arah renata.
UhukUhuk
Renata tersedak mendengar jawaban raya.
Astaga tolol banget itu orang bisa kebongkar ini mah batin renata.
Raya yang mendengar batuk sahabatnya dengan sigap memberi minum untuk Renata sambil menepuk punggungnya.
"lo ngapa re? Shock begitu denger kak marcel yang nolongin lo" ucap raya
"aa-h engga kok" ucap Renata gugup.
Raya yang menyadari itu pun merasa curiga dengan tingkah laku renata.
Kayanya ada yang gak beres deh. Batin raya.
__ADS_1