
Renata dan devan sudah berada disalah satu mall. Renata masuk dari toko satu ke toko yang lain. Tapi sampai sekarang dia belum beli apapun.
Sampai di toko jaket ia melihat sebuah jaket yang menarik perhatiannya. Renata berlari ke dalam toko tersebut meninggalkan devan. Devan hanya menggeleng sambil tersenyum.
Renata langsung mengambil jaket yang menyita perhatiannya. Lalu dia menuju kasir untuk membayar. Saat sudah sampai di kasir dia membuka dompetnya. Renata lupa dia tidak memiliki uang atau kartu kredit lagi. Uang yang ada didalam dompetnya saat ini hanya 100ribu sedangkan harga jaketnya 10x lipat.
Renata melirik ke arah devan sambil nyengir kuda. Devan tau maksud Renata. Segera devan memberikan kartu kredit pada kasir.
"terimakasih mas, ini barangnya" ucap pelayan kasir.
Devan tersenyum. Lalu mengambil paper bag itu dan menarik Renata keluar toko dengan lembut. Wajah Renata berubah. Sebenarnya dia gak enak kalau harus devan yang bayarin jaketnya tapi tak mungkin juga dia tidak jadi beli karena ia jatuh cinta pada pandangan pertama.
"dev nanti gue ganti ya, gue lupa gue gak punya uang. Kartu gue juga lagi di sita sama bokap" ucap Renata melas.
"gpp re,kan gue yang ngajak lo jalan. Kita makan yu gue yang traktir" ucap devan sambil mengacak rambut Renata.
"nanti gue ganti ya dev"
"gausah re,santai aja"
Devan menarik lengan Renata pelan ke arah restoran untuk mengisi perut mereka. Mereka duduk berhadapan. Renata duduk mengarah keluar restoran.
Saat mereka sedang makan sambil berbincang mata Renata membulat melihat seseorang yang sedang bergandengan tangan.
**** ucap Renata pelan.
Devan mendengar umpatan Renata.
"kenapa re?" tanya devan.
"eh gapapa kok, gue ke toilet sebentar ya" pamit Renata.
Devan menatap Renata pergi. Sedangkan renata mati-matian menahan amarahnya. Matanya pun memanas. Entah kenapa melihat marcel dengan bella membuatnya sakit.
Renata kembali ke tempat duduknya. Hati nya agak sedikit tenang. Devan menatap Renata.
"re lo masih mau makan apa udahan?" tanya devan.
"udahan, udah gak nafsu gue" jawab Renata.
"yaudah kita jalan-jalan lagi"
"gak! Gue mau langsung pulang dev" ucap Renata tinggi.
"tapi re-"
"gue cape, kalo lo gak mau nganter gue bisa pulang sendiri" potong Renata.
__ADS_1
"ok kita pulang,mau kerumah lo apa ke tempat sepupu lo?"
"tempat sepupu"
Devan mengangguk. Devan menggenggam tangan Renata menggiring ke arah parkiran mobil.
Didalam mobil renata lebih banyak diam. Devan selalu mengajak Renata ngobrol tetapi hanya dibalas singkat oleh perempuan itu.
Selang 20menit mereka sampai dirumah sepupu Renata. Lebih tepatnya rumah renata dan marcel. Renata langsung turun setelah mengucapkan terimakasih pada pemilik mobil.
Devan menarik lengan Renata yang hendak masuk kebalik gerbang. Mau tak mau Renata menoleh dan menghadap ke devan.
"re lo kenapa? Gue ada salah sama lo?" tanya devan.
"gue gakpapa, gue kayanya gak enak badan. Gue masuk ya. Makasih buat jaket nya" ucap Renata sambil tersenyum miris.
"lo sakit? Mau ke dokter?" ucap devan khawatir sambil punggung tangannya ditempelkan ke dahi Renata.
"gue gapapa dev, gue masuk ya. Lo hati-hati" ucap Renata meninggalkan devan.
Devan mengangguk lalu tersenyum manis. Dan berjalan memasuki mobilnya melesat pergi dari sana.
Sampai kapan lo begini? Ucap devan didalam mobil.
... ...
****
Setelah setengah jam dia berada di kamar mandi akhirnya Renata keluar dari kamar mandi. Dengan rambut yang masih basah dan tubuh yang hal ditutup dengan handuk.
Dia berjalan ke arah lemari mengambil piyama tidur nya. Setelah itu Renata keluar kamar untuk minum karena tenggorokan kering. Ia menuruni anak tangga. Sampai didapur Renata menuangkan air kedalam gelas.
Saat akan berbalik Renata mendapati marcel yang juga ingin ke dapur.
"dari mana tadi?" tanya marcel dingin.
"mall" jawab Renata acuh.
"sama siapa?"
"gausah kepo bisa?"
"gue suami lo,gue harus tau!" ucap marcel meninggi.
"emangnya lo masih pantes di sebut suami setelah lo jalan sama cewek lain dibelakang istri lo sendiri?" ucap Renata tidak kalah tinggi.
"re!! Maksud lo apa? Lo yang jalan sama cowok dibelakang gue!"
"apa bedanya lo cel? Lo jalan sama bella kan? Gue udah cape-cape masak buat lo. Tapi lo malah asik jalan sama pacar lo itu!" ucap Renata sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"bella bukan pacar gue"
"terserah lo cel,mulai sekarang lo gausah urusin urusan gue begitu juga sebaliknya" ucap Renata.
Mata Renata memanas. Renata berlari ke atas menuju kamarnya. Rasanya sakit setelah mengatakan itu kepada marcel. Renata belum tau mengapa perasaannya jadi begini terhadap marcel.
Renata menangis sambil memeluk gulingnya sambil memejamkan mata.
Sedangkan marcel masih diam ditempat. Mencerna kata-kata Renata tadi. Marcel bingung harus bersikap seperti apa. Kenapa sampai sekarangpun ia tidak bisa menolak permintaan bella.
Padahal marcel sudah tidak mencintai bella seperti dulu. Cintanya sudah pindah ke Renata. Tapi marcel masih belum bisa mengungkapkan itu dengan renata.
Yaallah serumit ini rumah tangga hamba ucap marcel pelan.
...****...
Pagi hari. Renata memilih pergi sekolah terlebih dahulu. Dia meminta devan menjemputnya didepan rumahnya. Renata sengaja tidak membuat sarapan untuk marcel karena Renata masih kesal dengan suaminya itu.
Renata sudah berada dimobil bersama devan. Didalam perjalanan hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka.
Devan selalu mengajak ngobrol Renata tetapi perempuan ini hanya diam tak menjawab. Untung devan sabar demi cinta nya kalau tidak dia sudah menyuruh Renata turun.
"re lo kenapa si?jangan diem aja dong suasananya jadi aneh tau" ucap devan.
"gue gpp dev lo gausah khawatir"
"mana Renata yang bawel? Lo gak cocok tau gak kalem begini"
Renata mencubit perut devan. Sampai sang empunya meringis kesakitan.
"devan lo mah ih nyebelin tau gak" ucap Renata manja.
"nah gitu dong. Jangan diem aja gue ngeri lo kesambet ih serem" ucap devan sambil menarik kepala Renata biar menyender di bahunya.
"dev gue mau jadi pacar lo" ucap Renata tiba-tiba.
Devan yang refleks mendengar itupun mengerem mendadak. Untung saja dibelakangnya tidak ada mobil kalau ada bisa-bisa mereka kecelakaan.
"lo ngomong apaan re?" ucap devan memastikan.
"gue mau coba jadi pacar lo dev" ucap Renata lembut.
"lo serius re? Gue gak salah denger kan?"
"iya devan satrio"
"alhamdulillah re, gue janji bakal buat lo bahagia" ucap devan sambil mencium pucuk kepala Renata.
__ADS_1
Bodoamat sama status istri, marcel juga punya pacar, gue juga boleh dong batin renata.