Senior Cold

Senior Cold
BAB 35


__ADS_3

Renata mengambil ponselnya diatas nakas. Dia sudah selesai prepare saat ini. Sebenarnya raya menawarkan untuk memakai uangnya terlebih dahulu tetapi Renata merasa tidak enak. Yang kemarin aja belum selesai ia ganti. Hm


Renata menghubungi marcel untuk meminta uang jajan.


 


"halo, cel lo dimana?"


 


"...."


 


"sama siapa?"


 


"...."


 


"oh,gue mau pergi sama raya,gue minta uang dong"


 


"...."


 


"yaelah cuma sekali-kali doang sih,ntr gue bilang bunda kalo lo pelit"


 


"...."


 


"nah gitu dong sama istri. Gue otw kesana"


 


Bipt


 


Sambungan terputus secara sepihak. Marcel lebih dulu memutuskan. Alhasil Renata mengumpat suaminya itu.


 


Renata dan raya keluar dari rumah. Mereka akan menuju Cafe dimana marcel saat ini berada. Tetapi Renata tidak masuk kedalam Cafe dan hanya menunggu marcel diparkiran.


 


Akhirnya raya dan Renata sampai diparkiran cafe tersebut. Renata menelfon marcel.


 


"halo gue didepan,cepet keluar" ucap Renata langsung mematikan telfon tanpa menunggu jawaban dari marcel disana.


 


Tak lama marcel keluar dari cafe dengan tangan disaku dan wajah datarnya. Marcel menuju mobil raya. Mengapa dia tau mobil raya? Jawab sama kalian deh.


 


Renata menurunkan kaca mobilnya. Marcel berdiri disamping mobil.


 


"mana cel?gue mau pergi nih" ucap Renata ketus.


 


"turun" ujar marcel singkat.


 


Raya yang melihat itu hanya diam. Tak berani menoleh kemereka berdua dia hanya fokus pada ponselnya.


Renata mau tak mau turun. Demi duit, demi shopping.


 


"mau kemana?" tanya marcel.


 


"qtime sama raya, udah cepet cel keburu ada yang liat" rengek Renata.


 


"nih pake jangan boros. Pulang jangan malem dan hati-hati" ucap marcel panjang lebar.


 


Senyum Renata mengembang. Pertama Renata dikasih kartu kredit milik marcel artinya ia akan bebas membeli apapun. Kedua karena untuk kedua kalinya mendengar suaminya ngomong panjang lebar padanya. Yang ketiga suaminya perhatian padanya. Ah sweet sekalihh.


 


"ok siap bos,gue jalan ya. Makasih" ucap Renata sambil mencium pipi marcel dan segera masuk mobil.


 


Segera raya melajukan mobilnya karena pahanya ditepok Renata kencang. Sengaja. Renata takut marcel marah dan Renata malu pada marcel karena melakukan itu padanya. Padahal tidak dosa kan? Merekakan udah sah.


 


"anjir re lo berani banget sumpah" ucap raya.


 


"gue refleks juga nyet. Damat ah sama laki sendiri ini" renata menyengir.

__ADS_1


 


Sedangkan marcel masih mamatung ditempat itu sambil memegang pipi yang abis dicium oleh renata. Senyumnya melebar membayangkan hal yang barusan terjadi.


 


Yaallah berasa mimpi.


 


Saking senangnya marcel tak sadar jika ketiga sahabatnya sudah menghampiri dirinya diparkiran cafe.


 


"wei cel lo ngapain si disini?" tanya farhan.


 


"tau lo kita nungguin juga didalem" sahut riki.


 


"bilang aja biar gue yang bayar" ucap marcel enteng.


 


Farhan dan riki hanya menyeringai. Peka sekali bapak marcel ini. Hm


 


Marcel hendak masuk lagi ke dalem untuk membayar makanan mereka tadi. Tapi tangannya ditahan oleh bella.


 


"udah aku bayar tadi" ucap bella.


 


"makasih bel,nanti biar aku ganti" jawab marcel.


 


"udh gpp,btw emang kamu ketemu siapa disini?" bella celingukan mencari seseorang.


 


"eh engga kok,yu pulang udah sore" marcel mengalihkan pembicaraan.


 


Ada yang gak beres kayanya. Batin bella.


 


Marcel berjalan kearah mobil dan diikuti oleh bella. Farhan dan riki udah entah hilang kemana. Bodoamat. Kalau bisa gak usah balik lagi kehadapan marcel. Merugikan saja.


... ...


... ****...


 


 


Marcel melirik jam didinding dekat dapur. Sengaja menaruh jam disana jadi Renata bisa melihat jam jika ia sedang masak. Marcel melirik lagi ke arah tangga. Kenapa istrinya sudah jam 10pagi belum juga keluar dari kamarnya.


 


Sekali-kali bangunin mah boleh kali ya ucap marcel pelan.


 


Marcel berjalan menaiki tangga menuju kamar Renata. Didepan pintu kamar marcel menghela nafas berat. Marcel merasa sangat gugup. Mengingat kejadian kemarin di cafe. Ah memalukan.


 


Tok.Tok.Tok


 


Marcel mengetuk pintu sampai beberapa kali tetapi tidak ada jawaban dari si pemilik kamar. Pikiran marcel mulai negatif. Segera ia mengetuk lebih keras lagi. Sambil terus mengetuk sampai ia tidak sadar kalau pintu sudah sedikit terbuka.


 


Tuk


 


Muka renata terketuk oleh marcel. Marcel yang menyadari itu pun langsung kicep. Dengan wajah datarnya.


 


"aww sakit cel kenapa muka gue di ketok sih" oceh Renata.


 


"maaf" ucap marcel pelan.


 


"maaf maaf,baru bangun tidur udah sial. Lagian lo ngapain si kesini,ganggu aja" protes Renata.


 


"udh siang"


 


"ini hari minggu cel. Yaampun plis deh kalo lo mau makan lo bisa delivery sendiri"


 


"mandi kita belanja bulanan" suruh marcel datar.

__ADS_1


 


"hah?gak salah?ogah gue"


 


"cepet gue tunggu dibawah"


 


Marcel meninggalkan Renata yang masih mengoceh tak jelas. Senyum marcel tercetak disana. Sampai marcel mendengar suara gebrakan pintu yang ditutup kencang oleh pemilik kamar.


 


Lucu kalo lagi kesel batin marcel.


 


Setelah 30menit marcel menunggu Renata disofa akhirnya yang ditunggu keluar juga. Marcel segera bangun dan mengambil kunci mobil diatas meja. Marcel berjalan lebih dulu diekori oleh renata dengan muka masih ditekuk.


 


Gemas re batin marcel.


 


Di perjalanan mereka hanya diam tak bersuara. Renata yang males ngomong sedangkan marcel yang memang terlanjur pendiem.


 


Akhirnya setelah berdiaman mereka sampai juga disebuah mall besar di kota Jakarta. Marcel turun lebih dulu baru disusul oleh renata.


 


Saat akan masuk kedalam. Ponsel marcel berdering. Segera marcel mengambil di saku celana jeansnya. Marcel menjawab panggilan tersebut.


 


"halo,kenapa bel?"


 


"...."


 


"maaf bel aku gak bisa hari ini. Aku ada urusan"


 


"...."


 


"pokoknya ada urusan. Bersangkutan juga sama bunda bell jadi gak bisa aku tinggalin"


 


"...."


 


"iya bell, dah"


 


Marcel memutuskan panggilan itu. Marcel melirik Renata sejenak. Melihat Renata tengah memajukan bibirnya kedepan.


 


Tandanya apaan kalo begitu. Minta dicium? Batin marcel.


 


Ih marcel kenapa gak jujur aja si sama cewek genit itu batin renata.


 


Renata berjalan lebih dulu meninggalkan marcel yang masih setia dengan pikirannya tadi. Setelah sadar marcel berjalan mensejajarkan langkahnya dengan renata.


 


"kenapa?" tanya marcel.


 


"gapapa" jawab Renata singkat.


 


Marcel tersenyum tipis. Melihat tingkah Renata seperti orang cemburu membuat marcel makin senang menggodainya.


 


"kita ke supermarket dulu,abis itu terserah kamu kemana" ucap marcel lembut.


 


Deg


 


Kamu? Marcel pake aku-kamu? Batin Renata.


 


Renata hanya mengangguk. Ia merasa pipi nya memanas. Dengan langkah cepat Renata meninggalkan Marcel. Ia tak ingin Marcel melihat rona merah diwajahnya.


 


Memalukan sekali. Hanya dengan Aku-kamu Renata bisa blushing. Ah sungguh cepat baper.


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2