
Marcel melangkah masuk kedalam ruangan tersebut sambil mengucap salam dan mencium punggung tangan kedua wanita itu.
"ra ini beneran anak kamu? Astaga ganteng banget" puji teman lara.
"iyalah anak siapa dulu" ucap lara bangga.
"ini mah harus cepet-cepet deh biar gak kabur" ucapnya lagi.
"haha bisa aja kamu deh,yaudah aku pulang dulu ya mau masak buat makan malam"
"hehe sip deh kabarin secepatnya ya"
"gampang bu. Yaudah cel pamit dulu sama tante" ucap lara.
Marcel menyalimi tangan wanita itu "tante aku pamit dulu ya, terimakasih pujiannya" ucap marcel.
Kedua wanita itu hanya tersenyum. Tidak untuk marcel ia tetap memasang wajah dinginnya.
Marcel dan lara keluar dari toko tersebut. Marcel memasuki mobilnya diikuti oleh lara. Di sepanjang perjalanan banyak yang mereka bicarakan.
Sesampainya dirumah marcel tidak melihat kedua cunguk nya. Ia menanyakan kepada asisten rumahnya. Asisten nya bilang keduanya izin pulang karena sudah dicari oleh orangtua.
Marcel mengeluarkan ponselnya melihat pesan yang masuk ternyata dari grup yang isinya mereka bertiga.
Boy
Riki Hamdani
Cel gue sama farhan balik duluan sorry emak gue nelpon minta jemput.
Farhan Fernando
Iya Cel sorry gue juga ikut balik kan gue kesono bareng di onta.
Riki Hamdani
Dasar temen gak tau terima kasih udah dikasih tumpangan malah ngatain.
Marcel Wijaya
Iy gpp
Marcel menutup chatnya. Dan berjalan kekamarnya. Ia akan mandi sebelum makan malam.
****
Renata yang saat ini sedang diceramahi oleh Rio karena belanja terlalu banyak hari ini. Renata hanya bisa menundukan kepalanya. Padahal ia yakin bentar lagi papinya akan baik seperti semula.
"papi pusing deh ngatur kamu de,susah banget dibilangin herman deh" ucap Rio.
"heran pi bukan herman ih" protes Diana.
"oh sudah ganti ya sorry sorry" ucap Rio santai.
Arsen dan renata hanya tertawa kecil melihat kedua orangtuanya itu. Kan terbukti Rio akan baik seperti semula.
"pi nanti mami bicara serius ya" pinta Diana.
"sekarang aja mi,ada apa?" tanya Rio.
__ADS_1
"nanti aja pi di kamar" ucap diana.
"ekhemm" deheman serentak dari Arsen dan Renata berhasil membuat pipi Diana memerah.
Keduanya menatap sang ibu tajam.
"jangan bilang dede bakal punya adik lagi?" selidik renata.
"ah aku gak mau mi,adek satu aja susah ngebilangin nya apalagi dua" protes arsen.
Diana hanya tertawa mendengar protes kedua anaknya itu. Itu sangat lucu. Sedangkan ketiganya menatap Diana bengong. Tidak mengerti.
"kalo iya gimana?" goda Diana.
"enggak mau" ucap arsen dan renata kompak.
"serius kamu hamil lagi?" tanya Rio penasaran.
Hal itu membuat diana semakin ketawa ngakak sampai mengeluarkan air mata.
"hahah enggalah mami udah tua gini, ntr aja ya mami kasih tau kalian, mami ngomong dulu sama papi. Oke?" ucap diana disela tawanya.
"tapi gak untuk punya adek lagi ya mi" pinta renata.
"iya mami tau takut kamu gak bisa dimanja lagi kan kalo ada adik lagi?" tanya diana.
Renata mengerucutkan bibirnya. Membuat semua yang ada disini menertawai nya.
Pagi ini pagi sial buat renata dan raya. Karena hari ini mereka terlambat masuk sekolah. Mereka tiba disekolah 10menit sesudah bel berbunyi.
Jadilah mereka harus kena hukuman sebelum masuk kekelas. Untung saja kali ini hukuman bukan lari keliling lapangan aduh bisa kusem kulit mereka.
Kali ini hukuman hanya meminta tanda tangan kepada ketua osis untuk surat keterangan terlambat. Banyak siswi yang menggunakan waktunya untuk tebar pesona kepada ketos nya itu termasuk raya. Tetapi tidak untuk renata. Dia sangat malas untuk berurusan dengan ketos nya.
Karena menurutnya ketos nya itu nyebelin yang bisa merintah orang seenaknya. Hm tetapi kenapa banyak yang suka sama dia ya??
"ray ntr tungguin gue ya" pinta renata.
"iya bawel lo jangan ikutan TP juga ye" ucap raya.
Renata bergidik ngeri dengan sahabatnya itu. Kemudian raya masuk kedalam ruangan osis tersebut didalam hanya ada marcel saja.
Tak lama raya keluar dengan wajah berbinar. Renata mengerutkan dahinya.
"lo kenapa bambang?" tanya renata.
"gila re kak marcel ganteng banget dah ah" ucap raya bangga.
"najis" cibir renata.
"udah sana lo masuk deh liat sendiri muka ketos lo" dorong raya.
Renata yang tidak siap langsung tersungkur kedalam tanpa permisi. Marcel yang melihat itu langsung menatap nya tajam dengan muka yang dingin.
__ADS_1
Raya hanya bisa menyengir tak berdosa. Renata langsung menutup pintu ruangan osis nya dan melangkah menuju meja kebesaran marcel.
"kak saya minta tanda tangan buat surat ini" ucap Renata santai sambil memberikan kertas.
"segampang itu?" ucap marcel datar.
"saya harus gimana kak? Soalnya guru BK hanya suruh minta tanda tangan ketua osis"
Marcel meneliti pakaian renata dari atas sampai bawah. Yah kali ini roknya memang agak panjang dari biasanya tetapi bajunya yang makin mengecil.
"baju lo gak ada yang bener ya?" tanya marcel.
Renata melihat baju yang ia kenakan. Menurut nya tidak ada masalah. Kan bener pasti ini ketos rusuh.
"gak ada yang salah kok kak dari seragam saya" Renata polos.
"oh baju buat anak sd kaya gini lo bilang gak ada yang salah?"
"lah ini baju gue bukan baju anak sd kali" renata nyolot.
Marcel tak percaya. Wanita didepan nya ini berani dengan dirinya.
"gue gak mau tau besok baju lo harus ganti. Pakai seragam sesuai aturan sekolah! Ngerti?" tegas marcel.
"udah deh cepetan tanda tangan gue males debat sama lo!" sinis renata.
Marcel mengambil kertas itu dan langsung menandatangani. Renata tanpa terimakasih melangkah keluar ruangan sambil mengerutu tak jelas.
Raya yang melihat muka sahabatnya ditekuk langsung menanyakan.
"lo kenapa re? Abis ketemu cogan bukan seneng malah cemberut"
"ganteng si ganteng tapi nyebelin" ujar renata sambil meninggalkan raya yang masih di tempat.
Tak sengaja saat Renata akan berjalan ke arah kelasnya dia melihat devan yang berjalan ke arahnya.
"hai re, gimana jawabannya udah ada? Gue chat jarang dibales sama lo sekarang" ucap devan.
Renata menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia bingung harus menjawab apa.
Tak lama raya sampai ditempatnya saat ini.
"aduh dev gue duluan yaa nanti sambung lagi gue ada ulangan soalnya dijam pertama. Iyaa kan Ray?" ucap renata.
"ulangan ap-" ucapan raya terpotong setelah dia melihat kedipan mata renata.
"eh iya re ayo keburu masuk gurunya, kita duluan yaa bay" ucap raya.
Renata bernafas lega sambil melangkah ke arah kelasnya. Renata yang merasa ditatap oleh raya langsung menoleh ke arah sahabatnya itu.
"ntr gue jelasin ke lo istirahat" ucap renata seakan tau apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.
__ADS_1