
Bel pulang berbunyi. Kali ini Renata sudah punya janji dengan raya akan hangout bersama.
Sebelum Renata pergi dia sudah meminta izin terlebih dahulu dengan suami nya.
Meski tak dapat balasan apapun dari marcel. Bodoamat yang penting Renata sudah izin.
Kali ini mereka kerumah raya dulu untuk berganti pakaian. Padahal jika mereka ingin jalan bersama setelah pulang sekolah mereka tinggal ke butik Diana. Namun sekarang beda. Bisa-bisa Diana ngamuk dan akhirnya keceplosan kalau Renata sudah jadi istri.
Selesai berganti pakaian mereka bergegas untuk pergi ke suatu mall. Renata yang mengendarai mobil raya. Sedangkan si punya mobil sedang tacap dikursi penumpang.
Setelah 20menit mereka sampai di suatu mall ternama dijakarta. Kegiatan ini sudah biasa mereka lakukan dari awal mereka kenal. Memiliki hobi yang sama yaitu shopping. Hm maklum orang kaya.
Mereka berjalan dari toko satu ke toko yang lain. Renata belum membeli apapun sedangkan raya sudah ada dua paperbag yang dia pegang.
Renata menarik raya ke salah satu toko. Ada barang yang membuat Renata tertarik kedalam. Ia memilih tas disana. Padahal tas dia sudah satu lemari.
Raya yang ikut memilih juga karena tangannya terasa gatal. Sudah beberapa tas di tangan mereka. Dan mereka menuju ke kasir untuk membayar.
Raya berdiri didepan Renata. Otomatis raya terlebih dahulu yang bayar belanjaannya. Setelah raya selesai barulah Renata yang ingin membayar belanjaan itu.
"totalnya 10.250.000 ribu mba" ucap pelayan kasir.
"ini mba" ucap Renata menyerahkan kartu kreditnya.
Sang kasir menerima dan mencoba menggesekan kartu itu pada mesin. Tetapi dicoba beberapa kali tidak bisa.
"maaf mba,kartu nya gak bisa" ucap kasir.
"ah masa si mba gak ada sinyal kali. Coba pakai yang ini" ucap Renata menyerahkan kartu kredit yang lain.
Dan hasilnya begitu juga sama. Renata bingung kenapa kartu kreditnya tidak bisa digunakan padahal kemarin masih bisa.
__ADS_1
Dia tidak mungkin bayar pakai uang cash karena jumlahnya segitu banyak.
Renata melirik raya. Raya yang mendapat lirikan pun tau maksud dari Renata.
"pakai ini mba" ucap raya sambil menyerahkan kartu kredit miliknya.
Pelayan kasir melakukan transaksi dan berhasil. Pelayan mengembalikan kartu tersebut dan berucap ramah kepada mereka.
Mereka berjalan keluar toko tersebut. Muka Renata masih terlihat kusut. Ia masih memikirkan kenapa kartu nya tidak bisa digunakan semua.
"ntr gue ganti ray. Gue telfon papi bentar" ucap Renata tidak enak pada raya.
"santai re kaya sama siapa aja" ucap raya sambil merangkul bahu Renata.
Renata mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang ia bawa tadi. Dia menekan tombol disana.
Halo de. Ada apa?
Yaampun de. Emang marcel gak ngomong sama kamu?
Enggak pi. Memang kenapa? Dan apa hubungannya dia sama kartu kredit aku
Papi udah blokir semua kartu kamu de. Marcel bilang dia akan nafkahi kamu. Jadi kamu jangan boros ya sayang
Hah? Gak bisa gitu dong pi. Dia gimana mau nafkahi aku. Dia aja masih sekolah.
Kamu tenang aja de. Papi yakin dia sanggup kok nafkahi kamu.
Yaudah papi lanjut kerja ya kamu baik-baik iloveu
Saat Renata akan membalas perkataan Rio telfon sudah diputuskan secara sepihak. Alhasil membuat Renata kesal.
__ADS_1
Raya menghampiri Renata dan memeluk sahabatnya dari samping.
"kartu gue diblokir Ray" ucap Renata pelan.
"kok bisa?" ucap raya panik.
"hm itu apa ya" jawab Renata gugup.
Astaga batin renata frustrasi.
"yaudah lo gausah pikirin yang tadi. Tenang aja" ucap raya menenangkan Renata.
Renata menghela nafas lega. Syukur jika raya tidak bertanya lebih lanjut. Bisa mati kutu kalau gini.
"re beli es krim yu,biar mood lo balik lagi haha" ucap raya.
"bisa aja ya lo" ucap Renata meninggalkan raya.
Selesai membeli es krim mereka berjalan sambil tertawa bersama. Hal receh pun di buat bahan tertawaan.
Bugh
Tiba-tiba es krim Renata tumpah ke baju perempuan yang menabraknya. Ini bukan salah Renata ini salah perempuan itu. Mengapa berlari kecil di mall sambil telfon tidak melihat ada orang.
"aduh es krim gue" ucap Renata yang melihat es krim nya tumpah. Sebagian ada yang kelantai dan ada yang kebaju perempuan itu.
"aduh sorry mba saya gak sengaja. Saya buru-buru sekali lagi sorry" ucap perempuan itu sambil pergi meninggalkan Renata dan raya.
Renata mengumpat kasar. Sudah beli es krim eh malah tumpah. Bukan malah mood nya baik malah makin hancur.
Nasib nasib.
__ADS_1