
Marcel dan Renata sudah sampai dirumah mereka. Keduanya langsung masuk kekamar. Bedanya Renata yang langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Marcel duduk ditepi ranjang menunggu sang istri selesai dari kamar mandi.
Tak lama Renata keluar dari kamar mandi. Dan duduk ditepi ranjang cuma ia membelakangi Marcel. Marcel berjalan menghampiri Renata. Dengan cepat Marcel memeluk Renata dari samping sambil mengecup puncak kepala Renata.
"jelasin!" pinta Renata tegas.
"jadi....." marcel menceritakan kejadian itu tanpa ada yang kelewat.
Renata bingung harus mempercayainya atau tidak. Banyak pertanyaan yang muncul diotak Renata. Tetapi Renata terlalu malas untuk bertanya pada Marcel. Ia takut jawaban Marcel malah membuat Renata sakit.
"aku mohon kamu percaya sama aku. Aku sayang sama kamu re" ucap Marcel lembut.
Renata melihat wajah Marcel. Lebih tepatnya mata Marcel untk mencari keseriusan disana. Dan ternyata benar disana terlihat keseriusan tanpa ada kebohongan sedikitpun.
"iya aku percaya,tapi aku mohon kamu jauhin dia!" ucap Renata pelan.
"iya aku sayang. Aku bakal jauhin dia. Jadi kamu maafin aku kan?"
"iya aku maafin kamu"
Akhirnya Marcel dan Renata berpelukan cukup lama. Renata merasa nyaman diposisi seperti itu.
...****...
Keesokan paginya. Renata yang sudah mulai masuk sekolah pun seperti biasanya. Ia akan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Marcel. Selesai sarapan mereka menuju sekolah bersama. Renata sudah tak perduli tatapan kaum hawa saat melihat dirinya turun dari mobil Marcel.
Seperti biasa Renata dan Marcel menjadi tontonan dilingkungan sekolah. Dan semakin heboh karena Marcel menggandeng tangan Renata. Renata sempat menolak namun Marcel menatapnya tajam. Jadi mau gak mau Renata nurut apa yang suaminya itu lakukan.
Tidak seperti biasa. Marcel mengantarkan Renata sampai kedalam kelasnya. Astaga semua siswi disana berteriak histeris. Renata pusing. Pasti bentar lagi ia akan banyak haters karena idola mereka diambil olehnya.
"udah sono balik kekelas. Mereka natap aku kaya kelaparan tau gak" perintah Renata pelan.
Marcel hanya mengangguk dan mengacak rambut Renata lalu berlalu keluar kelas. Semua orang masih berteriak melihat tingkah laku Marcel seperti itu. Tetapi ada seseorang yang menatap mereka tak suka. Orang itu terus saja menghentakkan kakinya karena kesal.
Tak lama Raya datang. Raya bingung mengapa kelasnya jadi rame begini. Ada beberapa siswi yang masih menatap Renata sinis. Raya berjalan kearah Renata dan langsung mencium pipi sahabatnya itu.
"pagi sayang" ucap Raya.
"ih apaan sih lo cium-cium gue! Jijik tau gak ray" omel Renata pura-pura.
"songong lo" ucap Raya kesal.
"bercanda babi eh baby" Renata mencium balik pipi Raya.
__ADS_1
"re itu tadi ada apaan si. Ko rame amat trus ada beberapa yang ngeliatin lu gak suka gitu"
"oh itu tadi Marcel nganterin gue sampe sini. Terus dia pake segala ngacak rambut gue lagi. Gimana mereka gak natap gue begitu"
"sok so sweet anjir. Jijik gue dah sama laki lo"
Renata langsung membekap mulut Raya. Enak saja Raya berteriak saat menyebutkan LAKI LO bisa-bisa rahasianya kebongkar sebelum waktunya. Aduh punya sahabat begini amat. Kadang otaknya gak dipakai.
"jaga bicara lo jablay" ucap Renata lebay.
Raya cengengesan. Ia lupa jika ini masih jadi rahasia publik. Tak lama bel masuk berbunyi. Dan semua siswa kembali ke tempat duduk masing-masing sebelum guru pertama masuk kekelas mereka.
*****
Bel istirahat sudah berbunyi 5menit yang lalu. Sekarang Marcel,Renata,Raya dan Riki sudah ada dikantin. Mereka sedang makan bersama sambil bercanda. Lebih tepatnya mereka bertiga kecuali Marcel. Marcel yang memang jarang ketawa atau tersenyum pun hanya ikut menyimak. Jangan tanya mengapa Riki sudah tak marah pada Marcel. Yah karena ada Raya yang memberi pengertian pada Riki.
Tak lama Farhan dan Bella datang. Farhan langsung berjalan kearah meja mereka. Bella sudah menceritakan semuanya pada Farhan tentang kejadian di koridor sekolah dan kejadian dicafe kemarin.
Brak
Gebrak Farhan pada meja mereka berempat. Otomatis seluruh penghuni kantin menoleh kearah mereka. Mereka berempat menatap Farhan bingung. Ada apa? Mungkin mereka bertanya itu pada dirinya sendiri.
"cel lo bener-bener cowok brengsek ya! Gue kecewa sama lo" tegas Farhan.
"urusan gue sama dia! Lo gausah ikut campur! Oh iya sekarang kan lo berpihak pada dua cewek matre ini dari pada kita yang udah sahabatan lama" jelas Farhan geram.
"jaga ucapan lo!" bentak Marcel.
"bell,see? Mereka berdua emang brengsek!"
"han udah, gue gak mau kalian ribut gara-gara gue" pinta Bella.
"najis. Emang situ siapa?" gerutu Raya yang masih bisa didengar oleh mereka.
"apa lo bilang? Lo yang siapa?lo cuma cewek matre!" bentak Farhan.
"han lo jangan kaya banci beraninya sama cewek" kesal Riki.
"kita pergi han" tarik Bella.
"hus sono pergi gue eneg liat lo" teriak Raya.
Farhan dan Bella pergi meninggalkan mereka. Sebenarnya Farhan ingin sekali memukul wajah Marcel. Tapi ia tahan,karena Farhan masih menganggap Marcel sahabat. Untung saja emosinya masih bisa dikendalikan. Farhan ingin memukul wajah Marcel karena beraninya Marcel mencium bibir Bella dan itu berefek pada Bella menurutnya lebih tepat berefek pada perasaan Bella. Sorry disini bella hanya menceritakan tanpa memberi tahu video itu jadi Bella menceritakan pada Farhan seolah-oleh Marcel yang mencium Bella lebih dulu. Wanita ular?
Yang kedua Farhan marah karena telah meninggalkan Bella sendirian dicafe sambil menangis. Yaps Setelah kejadian Marcel meninggalkan Bella dicafe itu ia langsung menghubungi Farhan untuk meminta jemput. Bella menceritakan kepada Farhan seolah-olah memang Marcel yang brengsek. Alhasil seperti tadilah.
__ADS_1
...****...
Bel pulang sekolah berbunyi. Marcel sudah berdiri didepan kelas Renata membuat siswi menatapnya makin heran. Mereka semua kepo. Banyak orang yang membisikan dirinya.
Emang bener murah kali ya
Gila Renata bisa dapet kak marcel
Kak marcel sweet banget ya sampe ditungguin gitu
Mereka pacaran?
Begitulah kira-kira. Dulu Renata tidak pernah ada musuh sama sekali. Semua warga sekolah mengenalnya perempuan yang ramah meski dandannya urakan. Tapi setelah dekat dengan Marcel banyak orang yang tidak menyukainya. Maklumlah Marcel kan cowok yang disegani disekolah.
"ayo" ucap Marcel saat melihat Renata keluar kelas.
Kali ini Renata tidak menunggu koridor sepi karena Marcel sudah menunggunya.
Renata berjalan bersisihan dengan Marcel sampai keparkiran. Jangan tanya Raya dimana yaaa.
Sampai dimobil Marcel dengan sigap membukakan pintu penumpang untuk Renata sambil membungkukkan badannya sedikit. Perilaku itu mengundang jeritan dari kaum hawa.
"sihlakan tuan putri" ucap Marcel lembut.
Pipi Renata merona. Setelah menutup pintu Marcel berlari kecil menuju kursi pengemudi lalu menjalankan mobilnya keluar halaman sekolah.
Diperjalanan mereka membahas hal tidak penting samsek. Akhirnya mereka sampai di rumah. Renata yang berjalan menuju kamar sedangkan marcel menuju dapur untuk mengambil minum. Setelah menegakan isi gelasnya marcel segera kekamarnya.
Saat sampai dikamar ternyata Renata sedang dikamar mandi. Renata memang seperti itu tidak suka badannya lengket sedikit. Makanya Marcel ingin sekali memeluk Renata terus karena tubuhnya sangat wangi. Marcel merebahkan dirinya dan memejamkan mata.
Setelah berkutat dikamar mandi akhirnya Renata keluar dari kamar mandi. Renata melihat Marcel yang sudah pulas tidur di ranjang masih menggunakan seragam sekolahnya. Renata berjalan mendekati marcel dan menyentuh pipi suaminya itu sambil tersenyum. Renata menggoyangkan lengan Marcel menyuruhnya bangun untuk berganti pakaian lebih dulu.
"cel bangun" ucap Renata.
Tak ada jawaban.
"cel bangun ih. Ganti baju dulu. Kamu bau tau gak!" teriak Renata.
"marcellll cepetan kalo engga aku ngambek!" teriak Renata.
Marcel tidak membuka matanya tapi langsung menarik Renata berbaring disebelahnya dan dipeluknya dari samping. Renata sempat berontak namun sia-sia dekapan Marcel makin erat. Alhasil sekarang mereka berdua sedang berpelukan diatas ranjang. Akhirnya Renata memutuskan untuk tidur siang juga.
Nyaman!
__ADS_1