Senior Cold

Senior Cold
BAB 53


__ADS_3

Mereka sudah sampai 10menit yang lalu. Renata yang sudah mandi dan berganti pakaian tidur sedangkan Marcel yang masih bersantai diatas kasur dengan pakaian masih yang tadi. Renata paling tidak suka jika Marcel tidak mandi sebelum tidur. Padahal badan Marcel tidak pernah bau. Namun sudah jadi kebiasaan Renata dan ia akan tularkan itu pada Marcel.


 


"mandi cel. Abis itu istirahat" ucap Renata.


 


"engga ah. Aku langsung istirahat aja" ucap Marcel santai.


 


"Marcel kamu mandi sekarang atau kamu gak usah tidur disini!" tegas renata.


 


"mandiin dong re" pinta Marcel.


 


"emang kamu mayat minta dimandiin? Hah?"


 


"kok kamu jahat begitu re sama aku. Masa aku dibilang mayat"


 


"yah abisnya kamu! Gausah ribet deh mandi sendiri atau kamu keluar"


 


"gak mau re maunya dimandiin"


 


"Marcel cepet! Aku cape!" ucap Renata sambil menarik tangan Marcel untuk bangun dari tempat tidur. Namun sayang tenaganya kalah besar dengan Marcel. Beberapa kali Renata menarik tangan Marcel namun Marcel tetap diposisi itu tidak terusik sama sekali. Tetapi Marcel sekali tarikan membuat Renata jatuh diatasnya. Mereka berdiam cukup lama sambil berpandangan. Jantung keduanya berirama sangat kencang mungkin mereka bisa mendengarnya. Marcel dengan lembut mendorong tengkuk Renata mengkikis jarak diatas keduanya sampai akhirnya bibir mereka bersentuhan. Ciuman yang awalnya lembut menjadi semakin panas. Marcel menekan tengkuk Renata guna memperdalam ciuman mereka. Renata membalas ciuman tersebut. Marcel melepaskan ciuman tersebut dengan lembut. Tetapi keduanya masih saling bertatap dan masih posisi seperti tadi.


 


"berat re" gumam Marcel.


 


Renata langsung bangkit dan langsung menepuk paha Marcel dengan keras sambil merajuk.


 


"kamu bilang apa? Berat? Enak aja! Kamu tuh yang berat!"


 


"aduh re jangan pukul disitu nanti bangun!"


 


"marcel kamu mesum banget ishhh!!"


 


"sama istri sendiri mah gapapa kali" ucap Marcel sambil mencium bibir Renata sekilas dan langsung berlari ke kamar mandi dan menutup telinganya.


 


"marcellll kamu nyebelin!" teriak Renata.


 


"bodo yang penting suami kamu" sahut Marcel dari dalam.


 


Renata tak bisa membendung lagi senyumnya jadilah ia tersenyum lebar melihat tingkah Marcel seperti tadi. Renata bahagia memiliki Marcel saat ini.  Sangat bahagia.


 


Renata masih dengan senyum merekahnya tanpa sadar Marcel sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Renata tersenyumpun itu tersenyum.


 


"ekhmm kamu ngapain senyum begitu? Kamu lagi ngayal jorok ya tentang aku?"


 


"aanuu itu cel-" gugup Renata. Ia malu ketangkap basah meski tebakan Marcel salah.


 


"anu apa re? Kamu mau anu aku gitu? Jangan deh nanti aja ya kamu sabar yaa"


 


"Marcel apaan si ih! Udah ah aku mau tidur aja males sama kamu!" ucap Renata lalu membaringkan tubuhnya.


 


Marcel itu membaringkan tubuhnya disamping Renata dan memeluk istrinya dari belakang.


Sambil berkali-kali mencium rambut Renata dari belakang.


 


"jangan ngambek sayang. Abis kamu gemesin kalo lagi salah tingkah begitu"


 


Renata tak menjawab. Ia hanya tersenyum mendengar perkataan Marcel walau Marcel tak melihatnya karena posisi mereka.


 


"yaudah kamu istirahat deh. Selamat istirahat yaa sayang jangan lupa mimpiiin aku suami kamu yang ganteng ini. Iloveu"


 


"bawel" cibir Renata.


 


Marcel mendengar jelas cibiran itu dan langsung menggelitiki perut Renata. Otomatis Renata tertawa dan menjadi seperti orang kesurupan karena ia ternyata dan berontak tak jelas.


 


"cel ampun. Geli ih" teriak Renata. Marcel masih tetap melakukan aktivitasnya itu.


 


“Marcel ampun. Aku cape ih. Kalo kamu gk lepasin aku ngambek beneran"


 


Barulah Marcel melepaskan tangannya dan mereka berhadapan. Marcel menarik Renata kedalam pelukannya dan mencium kening renata beberapa kali.

__ADS_1


 


"maaf ya sayang. Abis kamu ngeselin!"


 


"bodoamat!"


 


Akhirnya Renata kembali merebahkan tubuhnya diikuti Marcel. Dan mereka mulai menyelam ke mimpi masing-masing. Dengan posisi Renata berada dipelukan marcel.


 


...****...


 


Pagi ini upacara terakhir sebelum murid kelas 10 dan 11 diliburkan karena kelas 12 akan melaksanakan Ujian Nasional. Dan akan jadi upacara terakhir juga untuk kelas 12 yang nantinya setelah UN dilaksanakan kelas 12 tidak diwajibkan masuk sekolah yah paling hanya mengurus untuk perpisahan dll.


 


Saat ini Renata dan Raya sudah berbaris dibarisan kelas mereka. Renata terlihat segar hari ini karena sebelum kesekolah tadi Marcel sudah menyuruh Renata sarapan yang banyak dan meminum susu agar Renata tak pingsan lagi saat upacara.


 


Upacara sedang berlangsung. Renata yang biasanya akan berpura-pura sakit kali ini tidak melakukan aksinya karena Marcel sudah mengancamnya. Jika Renata akan melakukan hal itu maka uang jajan Renata akan dikurangi 50%. Begitu tega kah Marcel pada Renata? Hm.


Raya melirik Renata. Melihat Renata yang nampak segar pun mengerutkan dahi nya.


 


Tumben tuh anak gak pura-pura sakit. Jadi kan gue gak bisa ikut ke UKS. Batin raya.


 


"huss,weh babi" bisik Raya ke Renata sangat pelan.


 


Panggilan ketiga barulah Renata menoleh kesamping. Dan menjawab panggilan raya dengan isyarat mulut 'apaan nyet' seperti itu lah. Kalian bacanya jangan sambil niru ya jadi lucu nanti.


 


"lo tumben gak pura-pura mati. Eh sakit"


 


"gak. Lo aja gantian"


 


"yah gaseru lo. Biasanya juga acting lo"


 


Setelah ucapan Raya yang terakhir tiba-tiba suara menggelar menuju ke arah mereka. Dan membuat semua mata tertuju pada mereka.


 


"ITU YANG DIBELAKANG NGAPAIN?" Teriak pembina Upacara yang bertugas.


 


Hal itu membuat Renata dan Raya menundukkan kepalanya. Renata merutuki Raya dalam hatinya. Semua gara-gara Raya. Jadilah mereka menjadi pusat perhatian.


 


 


Renata hanya diam. Begitu juga Raya. Mereka tak menyangka akan seperti ini. Kalau tau begini mah mending Renata tadi pura-pura sakit. Di potong dipotong dah,bodoamat. Daripada harus masuk ke ruang BK dan menemui guru itu,pasti berakhir dengan hukuman.


 


*****


 


 


Setelah upacara selesai tadi Renata dan Raya sudah melangkahkan kakinya menuju ruang BK. Mereka tidak mau menambah hukuman gara-gara terlambat masuk ruang BK.


 


Dan setelah bernegosiasi oleh pembina upacara tadi akhirnya mereka hanya mendapat hukuman berlari keliling lapangan 5kali. Itu mah hal yang kecil bagi mereka berdua. Meski perempuan mereka memiliki fisik yang kuat makanya mereka jarang merasakan sakit. Sakit hati saja mereka bisa dihitung dengan jari. Haha.


 


Dan sekarang Renata dan Raya sedang menjalankan hukumannya dilapangan. Semua mata masih menatap mereka. Ada yang menatap mereka kagum dan ada juga yang menatap mereka tak suka kali ini. Entah karena apa. Tapi mereka sabodo teing itu hak yang menatapnya.


 


Mereka berdua berlari sambil bercanda. Tidak ada terlihat mereka lelah sedikitpun meski keringat sudah membanjiri keduanya. Yah maklumlah mereka kan sering olahraga untuk membentuk tubuh yang sangat goals menurut para kaum adam dan hawa.


 


"ini semua gara-gara lo nyet. Kalo lo gak manggil gue tadi kita gak disuruh lari kaya gini" ucap Renata kesal.


 


"enak aja lo! Lagian lo ngapain seger sih bukan pura-pura aja biar gue bisa istirahat juga" Raya tak mau kalah.


 


"Kalo tadi lo gak berisik kita udah istirahat dikelas dongo. Gue gak mau tau ntr istirahat lo harus traktir gue!"


 


"eh anjir enak aja. Gak mau gue!"


 


"harus!"


 


"gak!"


 


"harus!"


 


"gak"


 


Renata dan Raya masih terus berdebat sambil berlari. Tanpa sadar ini udah putaran keenam mereka berlari. Sampai akhirnya mereka berhenti dan melihat guru yang menghukumnya tadi sudah menghilang. Yah guru tadi sudah meneriakin mereka untuk berhenti karena hukuman sudah selesai tetapi karena mereka sedang berdebat alhasil seperti ini.


 

__ADS_1


Mereka berjalan bersisihan menuju kelasnya. Selama perjalanan pula mereka masih terus berdebat dan bahkan sampai dalam kelas. Akhirnya Raya mengalah. Karena Raya tau ia tak akan menang jika melawan keras kepala Renata dan juga bertepatan guru yang akan mengajar jam pertama sudah masuk.


 


...****...


 


Bel istirahat sudah berbunyi 10menit yang lalu. Riki dan Marcel sudah berada dikantin. Mereka sudah memesan makanan masing-masing. Yah hanya mereka berdua. Farhan dan Bella sudah beda haluan. Setelah kejadian waktu itu mereka tidak pernah saling sapa lagi. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.


 


Tak lama Renata dan Raya masuk ke kantin. Renata dan Raya memesan makanan terlebih dahulu. Dan jangan lupa makanan Renata kali ini Raya yang akan bayar. Setelah mendapatkan pesanannya mereka duduk dimeja yang sudah diisi oleh Riki dan Marcel. Dan tumben sekali dua cowok dihadapan mereka kok cuek. Pasti ada yang salah nih.


 


"hai cel" sapa Renata.


 


"hai ki" sapa Raya.


 


Sedangkan kedua cowok itu hanya bergumam sebagai jawaban membuat Renata dan raya saling padang seolah-olah bertanya 'kenapa' lewat mata.


 


"kalian kenapa?"tanya Renata.


 


"PIKIR" ucap Marcel dan Riki bersamaan.


 


Renata dan Raya makin heran. Dan untung saja Raya lebih cepat mengerti mengapa dua cowok dihadapannya seperti sedang ngambek.


 


"Gue tau pasti kalian marah karena kita tadi dihukum? Dan jadi pusat perhatian semuanya?" tanya Raya


 


"masa sih Ray mereka marah karena itu?" tanya Renata polos.


 


"dasar lemot" cibir Raya.


 


Renata hanya mengecurutkan bibirnya atas ucapan Raya tadi.


 


"bener atau engga?" tanya Raya.


 


"udah tau ngapain nanya? Hah?" ucap Riki.


 


"yah kan aku hanya memastikan. Siapa tau ada kesalahan yang lain. Jadi maaf ya untuk masalah itu" Raya memelas.


 


"kita berdua gak mau kalian jadi bahan tontonan tau gak sih!" suara Riki meninggi membuat penghuni kantin melihat kearahnya.


 


"tuh kamu yang buat kita jadi bahan tontonan kan, jadi ceritanya kalian cemburu?" goda Raya.


 


Renata hanya diam. Renata masih memikirkan apa benar kalau Marcel cemburu? Ah rasanya ingin senyum saja.


 


"ENGGAK!" ucap Marcel dan Riki kompak lagi.


 


Hal itu membuat Renata dan Raya terkekeh karena ekspresi keduanya. Sangat menggemaskan saat cemburu.


 


"cel kamu beneran cemburu kalo aku diliatin orang banyak?" tanya Renata.


 


"engga kata siapa?" jawab Marcel berusaha santai.


 


"pipi kamu merah artinya iya" jawab Renata sambil mengelus pipi Marcel.


 


Hal itu menambah kekuatan Raya dan Renata untuk tertawa. Dan kali ini Riki ikut tertawa karena melihat Marcel gugup. Itu sangat lucu. Dari muka yang awalnya datar menjadi merah begitu.


Mereka tertawa terbahak tanpa peduli lagi akan mengganggu yang sedang berada dikantin. Yah serasa dunia milik berempat bukan berdua lagi.


 


Tetapi dibalik tawa mereka ada seseorang yang menahan emosinya. Orang itu menghentak-hentakkan kakinya dilantai sambil melipat tangannya didepan dada.


 


Kenapa bisa mereka makin dekat begini? Gue akan buat rencana baru buat misahin lo berdua. Ucap orang itu sambil tersenyum miring.


 


Tet. Tet. Tet


 


Suara bel masuk sudah berbunyi. Mereka berempat bangkit dari duduknya dan berjalan bersisihan menuju kelas. Tak sengaja di perjalanan mereka bertemu Farhan dan Bella yang baru saja keluar dari koperasi sekolah. Marcel dengan muka datarnya, Riki dengan muka sok cool dan Renata serta Raya memasang wajah sinis. Farhan hanya memandang mereka sekilas dan langsung membuang muka kesembarang arah. Sedangkan Bella langsung menatap satu titik yaitu Marcel. Matanya tak lepas melihat Marcel. Marcel yang merasa ditatap akhirnya mencari seseorang yang sedang menatap dan mata Marcel bertemu dengan mata Bella.


 


Maafin aku Bell. Aku udah gak bisa jaga kamu.aku percaya Farhan lebih bisa jaga kamu. Batin Marcel.


 


Renata melirik Marcel dan langsung menarik lengan Marcel untk pergi. Ia tak mau Marcel bertatapan lama dengan Bella. Renata tak suka melihat itu. Jika Renata ditanya apakah ia sudah cinta dengan marcel? Yah sepertinya namun Renata belum memberikan semua hatinya untuk Marcel.


 


Setelah Renata dan Marcel pergi. Sekarang giliran raya menarik lengan Riki. Raya juga tak mau jika Bella menatap Riki. Meski Raya tau kalau Bella tak akan menganggap Riki lebih dari sahabat. Namun ya tetap saja cemburu membuat buta semuanya.

__ADS_1


 


__ADS_2