
Sudah selama 2minggu mereka hidup berdua. Tetapi belum pernah Renata memasak untuk suaminya.
Istri macam apa Renata ini.
Paling-paling Renata hanya memasak mie instan itu juga hanya untk dirinya.
Mereka berdua kini ada dimeja makan. Dan sedang menikmati sarapan pagi dengan roti lagi.
Selesai sarapan marcel berjalan lebih dudu kedepan rumah dan menunggu Renata didalam mobil sedangkan renata membereskan bekas sarapan tadi.
Renata berjalan menuju pintu dan mengunci pintu rumahnya. Lalu masuk kedalam mobil marcel.
Tanpa ba bi bu marcel menjalankan mobilnya ke sekolah. Seperti biasa Renata masih minta turun dibelokan sekolah. Dia masih belum siap penghuni sekolah tau.
Jadi Renata sebisa mungkin berangkat lebih pagi agar tidak telat seperti yang lalu.
"stop" ucap Renata pas dibelokan.
Setelah Renata keluar dari mobil marcel. Mobil itu melaju tanpa basa basi apapun.
Sabar ini ujian ucap Renata pelan.
Renata berjalan ke arah gerbang sekolah. Saat masuk gerbang sekolah Renata mendengar bisik-bisik dari siswa lain. Sepertinya mereka sedang menggosipkan sesuatu.
Gila anak baru nya cantik banget. Katanya si pindahan dari luar negeri.
Iya gila Renata sama raya pasti bakalan lewat deh
Setelah ini ada primadona baru lagi dong ya
Mana sekelas sama kak marcel lagi. Aduh mereka pasti cocok banget
Kira-kira itulah bisikan mereka. Renata yang mendengar walau samar tapi itu membuat pikiran Renata melayang. Bukan karena posisinya yang akan terganti. Tapi ia ingin tau sosok seperti apa perempuan itu. Dan perempuan itu satu kelas dengan suaminya.
Yaampun pikirin apaan si lu re. Biarin aja kalo dia sekelas sama marcel batin renata.
Renata berjalan menuju kelasnya. Mata Renata tertuju pada kelas marcel di ujung koridor sana. Mata Renata menyipit saat melihat marcel yang tengah duduk dengan seorang perempuan disana.
Itu perempuan kaya pernah liat batin renata.
Renata mencoba acuh dan melanjutkan jalannya menuju kelas. Sesampainya dikelas Renata melihat raya yang tengah bermain ponsel dibangkunya.
"eh cunguk masih pagi udh disekolah aja" ucap Renata.
Raya kaget. Hampir saja ponselnya terlepas. Dia sedang fokus melihat video orang sedang make up.
__ADS_1
"bego lo" umpat raya.
"eh Ray gue denger katanya ada anak baru ya dikelas 12 pindahan dari luar" ucap Renata.
"lo udah tau? Mana katanya cantik lagi" ucap raya dramatis.
"tadi si pas gue jalan kesini banyak orang yang ngomongin. Eh tapi gue penasaran deh sama orangnya"
"tadi sih pas dia lewat gue sempet liat sebentar trus udah. Tapi mukanya kaya gak asing gitu"
"seriusan? Lo kenal? Dia sekelas kan sama marcel. Yang ini bukan si" ucap Renata sambil menarik lengan raya kedepan kelas.
Renata memberi kode raya untuk melihat ke arah kelas marcel. Raya menyipitkan matanya. Ia melihat apa yang renata lihat tadi.
"iya itu si kayanya. Tapi kenapa gak asing ya" ucap raya sambil meletakkan telunjuknya di dahi. Seolah lagi mikir.
"iya gue juga ngerasa gitu gak asing. Tapi pernah lihat dimana ya" Renata mengikuti gaya raya.
Yaampun dua sahabat koplak.
Tiba-tiba saat mereka sedang berpikir bel masuk berbunyi. Itu membuat mereka kaget dan mengumpat.
Dongo dah kaget ucap Renata
Mereka masuk kekelas dengan tertawa. Yah mereka menertawakan diri mereka sendiri. Sereceh itu ya mereka.
......****......
^^^Disisi lain.^^^
Marcel turun dari mobilnya diparkiran sekolah. Saat memasuki sekolah terdengar banyak gosip yang katanya ada anak baru cantik dan sekelas dengan dirinya.
Marcel berusaha untuk acuh dengan gosip itu. Tetapi saat sampai dikoridor sekolah mata nya membelalak melihat gadis yang berdiri didepan kelasnya.
Ia kenal betul dengan gadis itu.
Jangan bilang dia anak baru nya? Batin marcel.
Marcel berjalan melewati kelas Renata. Matanya melirik kelas tersebut. Tetapi sepertinya istrinya itu belum sampai. Marcel berjalan dengan gayanya yang cool tetapi dengan muka yang datar. Tetap saja itu membuat kaum hawa teriak.
Marcel sudah sampai didepan kelasnya. Ia memperhatikan gadis dihadapannya. Sepertinya gadis itu belum menyadari jika ada yang menatapnya.
Gadis itu mendongkak. Melihat orang yang ia tunggu sejak tadi. Mata mereka bertemu. Senyum mengembang dari gadis itu tapi tidak dengan marcel. Wajah marcel mendadak pucat.
__ADS_1
"marcel? Aku kangen banget sama kamu" ucap gadis itu manja.
Marcel diam tanpa membalas ucapan si gadis itu. Marcel duduk disamping gadis itu.
"kamu sekolah disini?" tanya marcel pada bella.
Yah Bella namanya. Bella ini dulu teman dekat marcel saat kecil. Lalu mereka pisah saat masuk SMA. Bella pindah keluar negeri karena tugas ayahnya. Dulu marcel sempat cinta dengan bella. Namun sayangnya bella hanya menganggap marcel sebagai kakak.
Beberapa bulan terakhir mereka memang tidak saling komunikasi. Jadi bella tidak tau jika marcel sudah menikah. Dan begitu sebaliknya marcel tidak tahu jika bella akan balik ke Indonesia.
Itulah sebabnya mengapa marcel selama ini dingin dengan semua perempuan. Cintanya gak dianggap. Tetapi sekarang dengan berjalannya waktu marcel sudah sedikit mencintai Renata. Biar bagaimanapun juga Renata adalah istrinya.
Tetapi bella? Mengapa wanita itu balik lagi? Setelah marcel sudah memiliki Renata?
"iya cel. Aku sekolah disini. Biar kita bisa sama-sama lagi" ucap bella sambil mengelus lengan marcel.
Marcel hanya menganggukkan kepala. Ia bingung harus memberi respon bagaimana.
Mereka berdua ngobrol didepan kelas. Lebih banyak bella yang bicara dari pada marcel. Marcel hanya menjawab seperlunya saja. Pikiran marcel sedang tertuju pada istrinya,Renata. Ia tidak ingin menyakiti istrinya.
Tak lama penglihatan marcel membulat menangkap sosok sang istri yang berjalan menuju kelas 11. Renata sempat berhenti sebentar didepan kelasnya. Melirik ke arah marcel lalu masuk dengan gaya acuh tak acuh. Marcel yakin Renata melihatnya.
Bella masih terus bicara. Marcel benar-benar tidak fokus. Tak lama Renata keluar lagi dari kelas bedanya sekarang dia bersama sahabatnya,Raya. Mereka memperhatikan marcel dari jauh seperti sedang berbincang sesuatu disana.
Yaallah mimpi apa aku semalem batin marcel.
Tak lama sahabat marcel keluar dari kelasnya. Itu membuat marcel bernafas lega. Seengganya Renata tidak berpikiran terlalu jauh dengan duduknya marcel dan bella didepan kelas. Jarang sekali marcel berinteraksi dengan perempuan. Renata pun tau itu.
Mereka bertiga masih berbincang. Tidak dengan marcel matanya masih lurus ke arah Renata yang sedang bicara serius dengan raya.
Jangan bilang dia ngomongin gue? Batin marcel.
Marcel masih bergelut dengan pikirannya. Sampai ia tidak mendengar bel masuk berbunyi. Sampai bahu nya di tepuk oleh bella barulah dia sadar.
"cel udah bel. Kita masuk kelas yu" ajak bella sambil menarik lengan marcel.
Riki dan farhan sudah masuk lebih dulu kekelas. Mau tak mau marcel berdiri. Tetapi matanya masih menatap Renata yang sedang tertawa bersama Raya.
Renata berjalan masuk kekelas. Begitupun juga marcel. Tetapi pikiran kedua memang sedang bergelut. Tak bisa dipungkiri Renata juga memikirkan suaminya. Tetapi Renata lebih santai.
__ADS_1