Senior Cold

Senior Cold
BAB 15


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa langsung berhamburan keluar kelas. Seperti biasa Renata dan raya akan menunggu kelas sepi terlebih dahulu baru mereka akan beranjak keluar kelas.


"re ayo balik" ajak devan yang baru datang.


"raya ayo bareng ke parkiran" ajak Renata.


Raya yang tersadar langsung ikut bangun dari tempatnya.


Kayanya ada yang aneh deh? Batin raya.


Sesampainya di parkiran renata menunggu devan disamping mobil cowok itu. Devan sedang ke pos satpam untuk menitipkan kunci mobil renata biar orang suruhannya yang ambil nanti.


Mata renata bergerak terus melihat isi parkiran yang sudah cukup sepi. Tiba-tiba matanya membulat saat melihat marcel dan kedua sahabatnya.


Mampus gue! Batin renata.


Marcel melihat renata. Mata mereka bertemu. Marcel mengeluarkan ponselnya dari saku dan mengetik sesuatu.


Marcel Wijaya


Ngapain lo disitu? Katanya lo mau pulang dulu ganti baju


Marcel melihat renata tengah membaca pesannya. Saat Renata ingin mengetik sesuatu. Suatu instruksi menghentikannya.


"maaf lama re, bukan tunggu didalam aja. Ayo masuk" ucap devan.


Renata langsung masuk kemobil devan. Mobil devan melaju melewati marcel dkk disana. Renata masih memegang ponselnya.


"re lo gpp? Masih sakit? Mau ke klinik dulu?" tanya devan.


"eh gak kok. Kita langsung pulang ya gue ada janji sama orang" jawab Renata.


"baru mau gue ajak makan dulu, mungkin lain kali" ujar devan.


Renata hanya membalas dengan senyuman.


Sekitar 20menit Renata telah sampai didepan gerbang rumahnya. Saat akan turun ia melihat sebuah mobil masuk ke dalam halaman tersebut. Ia tau itu mobil milik siapa.


"dev makasih ya,gue duluan" ucap Renata.


"iya, nanti mobil lo ada yang anter ya lo gausah takut" ucap devan sambil mengacak pucuk kepala Renata.


"atur aja dev,gue masuk dulu bay" ucap Renata langsung melesat keluar mobil dan berjalan kedalam rumah.


Mobil devan melaju cepat. Renata bisa bernafas lega saat itu.


Saat masuk kedalam Renata melihat laki-laki tengah duduk sambil bermain ponsel.


"cepatan bunda udh telfon" ucap marcel yang tetap fokus dengan ponselnya.


Astagfirullah batin renata sambil mengelus dada.

__ADS_1


Renata naik kelantai 2 dan berganti baju. Selang 15 menit dia turun dan melihat marcel tetap diposisi tadi.


"udah rapi nih gue" ucap Renata.


Marcel segera bangkit dan berjalan keluar lebih dulu tanpa berkata apapun.


Sabar re,orang sabar makin cantik batin renata.


Mereka berdua masuk kemobil marcel. Di dalam mobil pun tidak ada interaksi satu sama lain. Mereka saling bergelut dengan pikiran masing-masing.


Tak lama mereka sampai di butik milik Diana. Yah memang mereka akan fiting baju dibutik ini. Renata turun lebih dulu meninggalkan marcel yang masih didalam mobil.


Saat Renata masuk dan betapa terkejutnya dia melihat seorang perempuan yang sangat dia kenali.


"lo.....?"ucap Renata.


"lo ngapain disini?" ucap Renata.


Orang itu langsung menoleh ke arahnya. Dan tersenyum melihat kehadiran Renata.


"alhamdulillah lo dateng jadi gue bisa dapet diskon" ucap raya.


Tak lama marcel masuk kedalam butik itu. Raya yang menyadari itu langsung menyenggol lengan Renata.


"astaga re itu kak marcel? Alhamdulillah gue hari ini dapet 2 rejeki" ucap raya lebay.


Renata hanya memutar bola matanya malas. Dia melirik marcel tajam.


Marcel berjalan melewati keduanya dan masuk kedalam salah satu ruangan disana.


"udah cepet lo mau beli yang mana?" tanya Renata.


"eh sabar anjir ini gue lagi milih, eh tapi gue bingung deh kok kak marcel bisa ada disini ya" tanya raya sambil tangannya memilih dress yang ada dirak.


Renata mendadak tegang. Dia lupa sahabatnya inikan kepo akut.


"itu kan dia sodara gue, tapi jauh banget si gue juga gatau dari mana" ucap Renata sesantai mungkin.


"seriusan lo sodara sama dia? Kok lo gak ngomong sama gue re"


"gausah lebay ah Ray, gue sodara juga jauh banget sama dia"


"trus dia ngapain kesini?" tanya raya penasaran.


Aduh cepetan pulang kek lo batin renata.


"ii-tu paling nyokapnya nyuruh dia buat ambil sesuatu ke mami" jawab Renata gugup.


Raya hanya ber 'oh' ria. Tetapi pikiran masih terus melayang memikirkan marcel dia agak sedikit tidak percaya ucapan Renata tadi.


Beneran ada yang aneh ini mah batin raya.

__ADS_1


****


Di ruangan. Marcel yang tengah duduk sambil melihat album yang berisi foto pakaian pengantin.


"kak Renata mana? Kok gak masuk?" tanya lara.


"di depan bun. Ada temennya nanti juga dia kesini" jawab marcel lembut.


"yaudah kamu pilih-pilih dulu cel. Biar mami panggil Renata" ucap diana.


"iya tante" jawab marcel.


"mami cel" koreksi Diana.


"eh iya mi hehe" ucap marcel tersenyum canggung.


Saat Diana akan keluar tiba-tiba pintu terbuka. Menampilkan anak gadis semata wayangnya itu.


"kamu dek ngagetin mami aja" ucap diana sambil mengelus dada.


"sama aku juga mi, mami ngapain didepan pintu" ucap Renata.


"mau panggil kamu,abis kamu lama. Marcel udh nunggu" ucap diana.


Renata masuk dan salim dengan lara disana. Lara tersenyum hangat ke Renata sambil mengelus rambut Renata.


"halo tante" ucap Renata.


"panggil bunda re" ucap lara.


Renata tersenyum canggung "baik bun"


Renata duduk dihadapan marcel yang masih sibuk dengan album tersebut.


"yaudah kalian pilih mau yang mana" ucap diana.


Marcel membolak balikkan kerasnya. Tiba-tiba dia berhenti disuatu halaman. Renata yang dari tadi juga fokus melihat pun tertuju pada satu gambar dihalaman itu.


"ini" ucap mereka bersamaan.


Telunjuk merekapun bersentuhan dialbum tersebut. Hal itu mengundang tawa Diana dan lara.


"yaampun kalian ini memang jodoh kali ya" ucap lara.


"ah mami jadi gemes deh sama kalian" ucap diana.


Marcel dan Renata saling tatap. Cukup lama mereka mempertahankan itu sampai ada suara deheman yang membuyarkan.


"masih ada bunda sama mami kali disini" ucap lara.


Mereka berdua tersenyum canggung. Baru kali ini renata melihat marcel tersenyum seperti itu. Sangat jelas.

__ADS_1


Ganteng juga ternyata batin renata.


__ADS_2