Senior Cold

Senior Cold
BAB 33


__ADS_3

"gue sayang sama lo re" ucap marcel.


Renata terpaku ditempat. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. Keringet dingin mulai mengucur.


Astaga gue gak salah denger?  Batin renata.


Marcel menghampiri istrinya itu. Tangan Renata masih memegang nampan berisi gelas kotor. Bahu Renata dicengkram oleh marcel. Mata mereka bertemu. Renata melihat tanda keseriusan disana.


"lo ngomong apa tadi?" ucap Renata gugup.


"gue sayang sama lo!" ucap marcel penuh penekanan.


"haha gak mungkin cel. Lo gausah bercanda gue lagi males,awas!


"gue serius re. Gue minta lo putusin devan"


"sorry cel gue gak bisa"


"gue mohon re,gue gak mau lo dicium sama cowok lain selain gue!"


"cel denger ya,lo gak bisa perintah gue terus kaya gini. Gue gak pernah tuh perintah lo atau minta apapun sama lo"


"lo bebas perintah gue atau minta apapun sama gue re.karena lo istri gue"


"ok kalo gini kan enak. Jangan seenaknya lo perintah gue tapi lo gak mau gue perintah"


"lo mau minta apa?"


"gue cuma mau minta lo jauhin bella dan gue minta uang bulanan gue ditambah. Gila gue udah lama banget gak shopping"


"tapi re permin-"


"kalo gak bisa yaudah, pertama berarti lo gak serius sayang sama gue dan yang kedua berarti lo bakal sering liat ISTRI lo dicium sama cowok lain" ucap Renata menekankan kata istri.


Marcel nampak berfikir. Dia sanggup jika memenuhi permintaan Renata yang kedua. Tetapi jika yang pertama? Dia harus menjauhkan bella? Bagaimana bisa? Menolak permintaan bella saja dia tidak sanggup. Marcel bingung harus bagaimana. Disatu sisi dia tidak ingin kehilangan bella. Tapi disisi lain dia juga sangat menyayangi Renata tak mungkin ia rela melihat Renata dicium oleh laki-laki lain.


Arggh batin marcel sambil mengacak rambutnya sendiri.


"ok gue setuju sama permintaan lo tadi! Uang bulanan nambah dan gue bakal berusaha jauhin bella. Tapi inget lo harus putusin devan!" ucap marcel meninggalkan Renata yang masih tersenyum.


Sebenarnya bagi Renata memutuskan cowok itu hal yang mudah. Kalian ingatkan siapa Renata itu? Hm.


Tetapi mengapa kali ia tak tega jika memutuskan devan. Dan dengan devanlah Renata berpacaran sampai waktu bulanan biasanya hanya bertahan satu minggu.


"gue liat dulu cara lo jauhin bella baru gue putusin devan" ucap Renata pelan sambil berjalan ke arah dapur.


Sebenernya Renata belum tau betul bella itu siapa. Sepertinya sangat penting dihidup suaminya itu. Renata ngerasa kalau marcel itu memiliki rasa juga pada bella. Tetapi Renata sangat penasaran siapakah bella? Apakah dia masa lalu marcel? Atau emang perempuan yang sangat marcel cintai? Ah entahlah Renata pusing memikirkan itu.

__ADS_1


Renata berjalan ke arah kamarnya dan memutuskan untuk tidur lebih awal. Malam ini dia ingin makan malam. Karena Renata ngerasa jika badannya terasa sangat lelah. Kepalanya agak sedikit pusing.


Renata mulai memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpinya.


... ...


****


Pagi hari. Marcel sudah ada dimeja makan untuk sarapan sedangkan renata masih berkutat dengan alat masaknya. Yah pagi ini Renata sengaja membuat nasi goreng untuk mereka sarapan.


Setelah matang. Renata menata nasi goreng itu di meja makan. Marcel yang sudah menunggu dari tadi pun segera mengambil piring dan menyendok nasi goreng.


Renata duduk disebrang marcel. Mereka makan dalam diam. Tiba-tiba dering ponsel marcel berbunyi. Marcel mengambil ponselnya di sebelah kanannya. Renata mengintip sedikit siapa yang telah menghubungi suaminya sepagi ini. Mata Renata menatap marcel tajam saat ia mengetahui siapa yang menelfon marcel.


Marcel mengangkat telfon tersebut dan bicara dengan lembut.


"halo bel"


"...."


"ini lagi sarapan bel, kenapa?"


"...."


"yah aku udah sarapan, kamu nanti sarapan di kantin sekolah aja"


"...."


"bukan nolak tapi aku udah kenyang"


"...."


"hari ini kamu naik taksi ya,aku gak bisa jemput kamu"


"...."


"aku mau berangkat nih bel, ketemu disekolah ya bay"


Bip


Marcel memutuskan sambungan itu sepihak. Perasaan marcel bercampur aduk. Marcel tidak tega melakukan ini pada bella. Pasti bella akan marah nanti padanya. Marcel melirik Renata yang sedang senyum ke arahnya. Marcel yang melihat itupun jadi ikut tersenyum.


Manis batin marcel.


Setelah selesai makan Renata membereskan semuanya. Marcel sudah berjalan lebih dulu kedepan dia akan menunggu didalam mobil.


Yah pagi ini mereka akan berangkat bareng kesekolah.

__ADS_1


Setelah selesai dengan pekerjaan rumah. Renata segera keluar menyusul marcel. Setelah Renata masuk di kursi penumpang mobil marcel segera melesat ke arah sekolah.


Setelah menghabiskan waktu 15menit mereka sampai disekolah. Saat Renata turun dari mobil disusul oleh marcel semua mata tertuju padanya. Menatap mereka Renata tajam.


Kenapa mereka bisa bareng lagi?


Mereka pacaran?


Dasar gatel semua cowok dideketin sama dia


Lah devan dikemanain tuh


Renata mendengar itupun hanya diam menulikan telinganya. Ini sudah biasa baginya. Marcel melirik Renata sebentar lalu kembali memasang wajah datarnya.


Mereka berjalan bersisian menuju kelas. Tak disangka saat mereka berada dikoridor mereka melihat perempuan berjalan ke arah mereka. Setengah berlari lebih tepatnya.


"cel kamu berangkat bareng dia lagi?" ucap bella sambil menunjuk Renata.


"kalo iya kenapa kak?masalah?" ucap Renata sinis.


"gue gak ngomong sama lo,gue ngomong sama marcel" bella tak kalah sinis.


"marcel diam aja kak gamau jawab. Jadi gue yang jawab"


"lo bisa sopan gak sama senior?"


"sorry kak gue bakal sopan kalo lo juga sopan"


"udah udah. Re masuk kelas, kamu juga bel" ucap marcel menengahi mereka.


Renata masuk kelas dengan santai. Sedangkan bella berjalan menuju kelas dengan menghentakan kaki nya beberapa kali karena kesal.


Kenapa marcel malah belain dia sih batin bella.


Marcel yang melihat tingkah keduanya pun menggelengkan kepala. Cukup bingung sebenernya.


Yang satu manja yang satu mandiri


Yang satu masa lalu yang satu masa depan


Tapi mereka berdua sama-sama cerewet


Ucap marcel pelan.


Marcel berjalan menuju kelasnya dengan wajah datarnya. Tangan di masukan ke saku celana.


Meski dengan wajah datar tetap saja fans nya masih bejibun. Hfft

__ADS_1


__ADS_2