
๐น๐น๐น
CUT!
Teriak seorang pria yang berprofesi sebagai sutradara.
"Good acting, Jane!" tambahnya lagi.
Jane tersenyum puas mendengarnya, hari ini adalah syuting terakhir filmnya. Tinggal satu film lagi setelah itu dia tidak sabar ingin berhenti dan menikah dengan kekasihnya.
"Terimakasih semuanya," pamit Jane saat akan meninggalkan lokasi syuting.
Jane segera masuk ke dalam mobilnya yang disana sudah ada Marilyn yang menunggunya.
"Gaunmu sudah jadi, apa kau ingin mencobanya?" tanya Marilyn.
Jane menggeleng. "Aku yakin memakai apapun aku pasti akan kelihatan cantik jadi langsung bawa saja ke apartemen!"
"Aku begitu gugup akan diperkenalkan Grey pada keluarganya nanti," tambah Jane.
"Kau seorang artis pasti mereka akan menerimamu selama ini image-mu baik dan kau juga tidak terlibat scandal bukan! Walaupun kenyataannya kebalikannya," sindir Marilyn.
Yang mana membuat Jane menatap tajam pada managernya itu, kalau Marilyn tidak memegang rahasia terbesarnya pasti dia akan memecatnya sekarang juga tapi karena Marilyn memegang kartu As-nya dengan terpaksa dia mempertahankan wanita bermulut lemes itu.
Jane meraih ponselnya karena ingin mengajak Grey makan bersama merayakan syuting terakhir filmnya.
"Sorry darling, aku sangat sibuk dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Kita bertemu besok di pernikahan kak Mich, okay!"
Begitulah sahutan Grey saat menerima panggilan darinya. Sedetik kemudian dia mendapat notifikasi pesan dari seseorang yang sangat dibencinya.
Besok kita bertemu, Aku sangat merindukanmu!๐
"Ck, dia terus saja mengganggu hidupku," decak Jane kesal. Dia mengabaikan pesan itu begitu saja.
Keesokan harinya, Jane sudah siap dengan gaun cantiknya untuk pergi ke acara pernikahan Mich. Penampilan Jane begitu berkelas hari ini, dia tidak ingin mengecewakan Grey sebisa mungkin dia harus tampil sempurna.
Mobil limusin sudah menunggunya, dengan anggun Jane masuk ke dalam mobil limusin itu dan pergi ke tempat acara dengan perasaan bahagia.
Tapi perasaan bahagia itu luntur karena lagi-lagi dia mendapat pesan di ponselnya.
__ADS_1
Kau sudah berani melawanku ya! Cepat temui aku di hotel The Ritz London. SEKARANG!
Jane mendengus kesal dengan terpaksa dia mendatangi orang itu ke hotel yang sudah orang itu sebutkan.
Dengan memakai topi dan kacamata hitamnya, Jane memasuki hotel saat sudah sampai. Di dalam sebuah kamar president suite seorang pria paruh baya sudah menunggunya.
"Hai sayang, akhirnya kau datang juga," ucap pria paruh baya itu saat melihat Jane sudah masuk.
"Aku tidak bisa melayanimu hari ini, aku ada acara penting!" tolak Jane dengan memandang jijik pria tua itu.
Pria tua itu adalah Hans, seorang produser yang menaikkan nama Jane dulu. Waktu itu Jane begitu berambisi jadi artis dan rela melakukan segala cara untuk bisa menjadi terkenal hingga rela harus tidur bersama produsernya itu. Tapi diluar dugaan saat mereka berhubungan badan ternyata Hans merekam aksi mereka diam-diam. Dengan video itu Hans selalu mengancam Jane agar mau melayani nafsu binatangnya.
"Pantas kau sangat cantik hari ini, aku semakin bernafsu padamu," ucap Hans dengan seringai liciknya.
"Kau memang bajingan! Aku akan bayar berapapun! Serahkan video itu padaku!" teriak Jane dengan histeris karena Hans selalu menjadikannya boneka pemuas nafsunya.
Hans menulikan telinganya, dia mendekati Jane lalu merengkuh pinggang seksi wanita itu dan langsung ******* bibir Jane dengan rakus.
"Kau tahu betul ini bukan tentang uang sayang, aku ingin memilikimu jika kau melawan bersiaplah viral!" ucap Hans dengan mendorong tubuh Jane ke atas ranjang.
Jane hanya bisa pasrah, dia menangis histeris saat Hans sudah berhasil menguasai tubuhnya.
๐น๐น๐น
Grey yang sudah ada ditempat acara pernikahan dibuat gusar karena ponsel Jane yang tidak bisa dihubungi.
"Kemana sebenarnya dia?" gumamnya.
Sean yang melihat itu menepuk pundak sahabatnya. "Mungkin dia belum siap kau perkenalkan pada keluargamu dan sengaja menghindar!" ucap Sean kemudian.
"Tidak mungkin," elak Grey.
Keduanya berada di luar gedung sampai mata mereka teralihkan dengan mobil yang membawa orangtua Grey. Disana Nick dan Kate turun dari mobil dan mendatangi keduanya.
"Kenapa kalian tidak menemani Kak Mich! Pasti dia gugup sekarang," ucap Kate.
"Aku sedang menunggu Jane, Mom," sahut Grey.
Nick yang tidak ingin ada konflik saat pernikahan anak pertamanya berusaha bersikap bijak.
__ADS_1
"Kita masuk saja menemani calon pengantin, para tamu juga sudah mulai berdatangan!" ajak Nick.
"Tunggu Nick! Silver belum sampai," teriak Kate saat melihat suaminya akan meninggalkannya.
Silver memang datang ke acara dengan mobil yang berbeda, dia tidak ingin aroma tubuhnya membuat Nick dan Kate tidak nyaman. Sementara bibirnya terus saja menyunggingkan senyuman karena dia akan bertemu dengan Grey lagi mengingat sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan pria tampan itu.
Saat mobil sudah berhenti dengan gugup Silver keluar dari mobil.
"Itu Silver!" pekik Kate sambil melirik Grey, dia ingin tahu reaksi anaknya itu saat melihat penampilan Silver yang dia permak habis-habisan.
Dan benar saja Grey terpukau melihat Silver turun dari mobilnya, gadis itu sangat berbeda dari sebelumnya saat memberinya ikan kerapu.
"Beautiful," ucap Sean yang juga sama terpukaunya melihat Silver.
Silver yang melihat Grey langsung saja mendekati pria itu saat sudah dekat tanpa ragu Silver memegang tangan Grey dengan erat sambil menghendus bau tubuhnya. Dan bau menyengat sebelumnya langsung hilang begitu saja.
"You miracle, Grey," ucapnya.
Grey berdehem menetralkan keterkejutannya. "Lepaskan Silver!" ucap Grey dengan berusaha menjauhkan tangan Silver.
"Tidak mau! Kau lupa aku kekasihmu Grey!"
"Sejak kapan? jangan berkhayal!" bentak Grey.
"Sejak kau menerima Cimot, ikan kerapuku! Apa kau sudah memberinya makan?"
Sean yang melihat itu tambah bingung. "Wait! Jadi kalian berpacaran?"
"Iya aku pacarnya Grey!" ucap Silver percaya diri.
"Bagaimana dengan Jane?" tanya Sean mendelik kearah Grey dengan wajah bingungnya.
Grey ingin menjawab tapi perkataannya disela oleh Silver begitu saja.
"Aku kekasih gelap, Grey!" ucap Silver lantang.
"What?"
๐น๐น๐น
__ADS_1