
๐น๐น๐น
Grey segera mendatangi Silver yang saat itu masih di kamar mandi dengan Bianca. Kalau memang dugaannya benar dia takut Silver tengah mengalami keguguran.
"Honey...," panggil Grey disana.
Saat itu Silver sudah bersih dan darah yang keluar juga sudah berhenti.
Grey langsung memeluk istrinya karena khawatir, dia menyesal mengajak Silver kawin lari seharusnya dia bisa menahan diri agar Silver tidak mengalami hal seperti ini.
"Grey, aku tidak apa-apa! Sudah tidak sakit lagi," ucap Silver mencoba menenangkan.
Grey mengurai pelukannya lalu mendelik kearah Bianca yang masih ada disana. "Mom, bukankah kita membeli tes kehamilan buat jaga-jaga waktu itu?"
Bianca mengangguk dan sedetik kemudian dia mengerti apa yang dimaksud Grey. "Oh my God! Kenapa sebelumnya aku memikirkan cacing kremi?"
Bianca segera keluar dan mencari alat tes kehamilan yang sebelumnya mereka beli.
"Grey, aku...," tanya Silver terbata.
Grey langsung menyatukan keningnya dengan kening istrinya. "Semoga jika benar, bayi kita masih ada di dalam sana!"
Silver langsung menangis mendengar itu, seharusnya dia lebih peka dan memperhatikan siklus bulanannya.
"Tidak apa-apa!" Grey mencoba menenangkan dan mengusap airmata Silver yang merembes dipipinya.
Dan tak lama Bianca datang dengan membawa alat tes kehamilan.
"Aku tidak tahu cara memakainya, Mom," keluh Silver.
"Mommy yang bantu!" Bianca sudah menyiapkan tempat untuk menampung urine Silver setelah itu menyuruh Silver untuk pipis disana.
__ADS_1
Silver menurut, setelah itu Bianca buru-buru mencelup alat tes kehamilan itu pada urine Silver yang sudah ditampung.
Harap-harap cemas suasana yang ada di kamar mandi itu, hingga suara teriakan Bianca memekik disana.
"Aku akan menjadi nenek! Astaga... Aku sudah tua!" teriak Bianca yang melihat alat tes kehamilan itu menunjukkan hasil positif.
Mendengar itu, Grey langsung memeluk dan menghujani ciuman pada istrinya. "Thanks, Honey!"
Sementara Silver kembali menangis dengan mengusap perutnya yang masih rata. Dia tidak menyangka akan bisa hamil, memikirkannya saja tidak pernah. Dia tidak menyangka hal ini terjadi dalam hidupnya.
๐น๐น๐น
"Kandunganmu masih rentan dan lemah jadi harus banyak istirahat!" ucap Bianca sambil membawakan susu hamil untuk anak perempuannya itu.
Silver meriah susu itu dan langsung meminumnya hingga tandas karena dia ingin bayinya kuat didalam.
"Tidurlah!" Bianca menyelimuti Silver dengan mengecup kening putrinya.
Dia berjalan ke sisi kapal dan menikmati udara dingin disana sampai nafasnya mengeluarkan asap.
"Lebih baik aku membuatkan minuman hangat untuk semua awak kapal," ucap Bianca yang berlalu ke dapur.
Bianca membuatkan minuman hangat untuk para crew yang dibawa Arse sebelumnya setelah itu dia mendatangi Arse yang tengah melakukan perundingan meja bundar bersama anak dan menantunya.
"Minuman datang!" ucap Bianca.
Mereka semua menoleh dan bertanya. "Minuman instan kan?"
"Iya," jawab Bianca malas.
Mereka meraih gelas itu dan meminumnya setelah itu melanjutkan perundingan mereka.
__ADS_1
"Jadi, perubahan rencana! Karena Silver tidak bisa menyelam karena kondisinya yang tidak memungkinkan jadi harus ada yang menggantikannya!" ucap Naku.
"Biar aku saja yang menyelam menggantikannya!" sahut Grey mantap.
Arse mengernyit. "Kau belum cukup berpengalaman!"
"Aku bisa belajar sebelum benar-benar turun ke Zona Abisal itu!" ucap Grey berusaha meyakinkan.
Semuanya mengangguk karena setidaknya harus ada dua orang yang menyelam dan ada yang mengawasi dari kapal selam. Sementara di kapal utama juga harus ada yang mengawasi jika terjadi apa-apa saat penyelaman berlangsung.
Dibelahan bumi lain, sepasang suami istri tengah melakukan kegiatan panas mereka. Tampak saat ini sang istri yang memimpin permainan dengan bergerak dari atas.
"Oh Kitty....," Nick tampak menikmati permainan istrinya yang profesional.
Dan Kate semakin mempercepat tempo permainannya karena dia akan mendapat pelepasannya. Dia menguatkan pegangannya ke meja nakas disisi ranjang dan pada saat itu tangannya tidak sengaja menyentuh bingkai foto disana.
PYAR!
Bingkai foto itu pecah membuat konsentrasi Kate buyar dan gagal mengejar kenikmatan.
"Nick....," rengek Kate dengan melihat bingkai foto yang pecah itu. "Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya?"
Bingkai foto itu berisi foto keluarga mereka saat pesta pernikahan Mich waktu itu dan tentu saja ada Grey disana.
"Kenapa Kitty?" tanya Nick heran karena tidak biasanya istrinya itu berhenti di tengah permainan.
"Aku memikirkan Grey!" lirih Kate yang langsung berganti posisi membuat tongkat bisbol Nick keluar dari sarangnya.
Nick yang merasa nanggung berusaha memimpin permainan dan memasukkan tongkat bisbol itu lagi.
"Akhh... Nick! Libidoku sedang menurun!" keluh Kate.
__ADS_1
๐น๐น๐น