Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Adik Ipar


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Texas


Setelah mendapat panggilan dari Grey, tanpa menunggu lama lagi Nick mengurus kepulangan putranya itu. Nick membawa Kate bersamanya karena istrinya bahagia bukan main mendengar anaknya bisa selamat dari maut.


Setiba di Texas, Nick segera mendatangi pemilik atau CEO dari perusahaan ExxonMobil untuk membicarakan masalah anaknya.


Nick meminta perusahaan itu agar menutup pemberitaan mengenai Grey sesuai dengan permintaan anaknya untuk merahasiakan semuanya. Beruntung CEO disana mau menyetujui dan menolak saat Nick memberikan sejumlah cek padanya.


"Triliuner seperti dia mana mungkin mau menerima uang kita, Nick," ucap Kate yang melihat aksi suaminya.


"Ini namanya basa basi, Kitty!"


Lalu keduanya menunggu pesawat yang membawa Grey di bandara pribadi milik perusahaan itu.


Beberapa jam menunggu, sebuah pesawat mendarat disana. Dan saat pintu pesawat terbuka, Grey keluar didorong dengan duduk di kursi roda.


Yang mana membuat Nick dan Kate berlari mendatangi putra mereka.


"Kau membuat keriput mommy bertambah banyak, Grey!" protes Kate dengan memeluk anaknya.


Grey terkekeh mendengarnya. "I'm sorry, Mom. I miss you, so much!"


"I miss you too," sahut Kate berkaca-kaca.


Nick juga tak mau kalah dan bergantian memeluk putra keduanya itu. "Thanks karena sudah kembali!"


"Jadi, apa kita langsung ke Indonesia sekarang?"

__ADS_1


"Well, sepertinya kita tidak bisa menunda lagi atau Silver akan menjadi janda muda!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Disisi lain, Naku tengah sibuk di Labnya dan Blue sedari tadi hanya memandangi wajah pacarnya itu.


Blue sangat suka melihat wajah pacarnya saat serius berkutat dengan komputernya.


"Jangan terus memandangiku, Ay! Bukankah hari ini kau akan jalan-jalan bersama Pandawi yang lain dan juga Silver!" ucap Naku tanpa mengalihkan pandangannya.


Blue mendekati Naku dan duduk dipaha pacarnya itu dengan mengalungkan tangannya dileher Naku begitu posesif. "Aku tidak sabar ingin menikah dengan Ayang!"


Naku sudah mode siaga, Blue pasti akan mulai menggodanya lagi. Dia langsung berdehem kuat mengalihkan pembicaraan.


"Hiburlah Silver, agar mengalihkan pikirannya tentang Grey!" ucapnya kemudian.


Mendengar itu, Blue memiliki sebuah pertanyaan yang akan dia tanyakan pada Silver nanti.


"I love you too, bersikaplah normal diluar sana, Ay!"


Blue mengangguk dan segera keluar dari Lab untuk mencari Silver dan yang lainnya.


"Mom, dimana Silver?" tanya Blue pada Bianca yang tengah memasak bersama Lili dan Adel karena mereka semua menginap di mansion keluarga Arse untuk beberapa hari kedepan melepas kerinduan.


"Ada di taman, bukankah kalian akan pergi bersama?" tanya Bianca balik.


"Iya, kami akan melakukan kegiatan manusia normal," jawab Blue sambil mencoba masakan Bianca yang sudah siap. "Rasanya tidak buruk seperti biasanya!"


"Itu karena ada kami," jawab Lili dan Adel kompak.

__ADS_1


Bianca hanya bisa nyengir kuda. "Kau juga belajarlah masak, kau kan sudah belajar banyak tentang hidup di bumi selama ini! Apalagi mau menikah kan, harus jadi istri yang baik!"


Blue menggeleng. "Ayang kan banyak uang jadi tidak perlu melakukan hal seperti itu!"


"Tugasku hanya perlu membuat Ayang ngang ngong ngang ngong!"


Sementara Naku yang masih berada di Lab, mendapat laporan tak terduga dari Veronica.


"Subjek cocok ditemukan di Texas, Bos!"


"Fokuskan ke subjek, Veronica!" perintah Naku.


Dan benar saja Naku melihat Grey bersama orangtuanya melalui cctv di perusahaan ExxonMobil.


Tanpa menunggu lama lagi, Naku segera menghubungi Nick disana.


"Hallo, Uncle," ucap Naku.


"Ini aku, Grey!"


"What? Jadi kau benar selamat? Bagaimana ceritanya?"


"Itu tidak penting sekarang! Apa aku diterima jadi adik ipar sekarang? Jangan sampai ada todongan senjata lagi di kepalaku!"


Naku terkekeh mendengarnya. "Yah, kau lulus jadi adik ipar! So, cepat kemarilah!"


"Aku akan kesana tapi rahasiakan pada yang lain!" pinta Grey.


"Ingin aku pesankan hotel?" tawar Naku.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2