Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Kinderjoy atau Chocolatos


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Silver menatap lautan dari sisi kapal dengan tatapan berkaca-kaca. Dan Bianca yang menemaninya putrinya itu mencoba merangkulnya memberi ketenangan sebagai ibu.


"Andai ada cara memberitahu Grey bahwa aku sudah tidak bau lagi, kita berhasil kita menang," lirih Silver.


Bianca semakin mendekap putrinya itu. "Dia pasti tahu!"


Dan tak lama para awak kapal memberi kode pada Arse dibalik kemudi kapalnya.


"Semuanya siap Kapten!"


Kapal pun mulai bergerak meninggalkan lokasi mereka karena mereka memutuskan untuk pulang. Mau tidak mau hal itu harus dilakukan, mengingat persediaan bahan bakar dan juga fasilitas yang terhalang sinyal membuat mereka tidak bisa berbuat banyak apalagi dengan kehamilan Silver membuat mereka tidak mau ambil resiko kehilangan calon bayi, cukup Grey seorang.


"Aku pasti menjaga bayi kita, Grey. Kami akan baik-baik saja," lirih Silver mencoba kuat saat kapal benar-benar menjauhi lokasi.


Dan perjalanan panjang mereka untuk pulang dimulai, mereka akan berlabuh ke Jerman seperti sebelumnya. Setelah itu, mereka akan mempersiapkan kepulangan mereka ke Indonesia.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Mom...," panggil Silver mencari Bianca ke seluruh penjuru kapal tapi tidak menemukannya. Lalu dia ke bagian kemudi dan menemukan Naku disana. "Mommy, mana Bang?"


"Kencan berdua dengan Daddy, ada apa? katakan pada Abang? apa kau ngidam ikan tuna lagi? biar Abang pancingkan!" sahut Naku.

__ADS_1


Silver menggeleng. "Ini urusan wanita, aku akan mencari mommy di kamarnya!"


Naku terkekeh melihat adiknya yang mulai ceria, perjalanan pulang mereka sudah hampir satu bulan yang artinya mereka akan segera sampai. Dan Naku tidak henti-hentinya berusaha untuk terhubung dengan Veronica kembali. Hingga beberapa saat kemudian yang dia harapkan datang juga.


"Halo, Bos!" sapa Veronica.


"Oh God! Aku sangat merindukanmu, Veronica!"


"Senang bisa kembali, Bos!"


"Oke, mari kita bekerja lagi! Keyword Grey Axton Hoult. Pindai dia dari satelit dan fokuskan ke Samudera Atlantik atau apapun, aku tahu ini mustahil tapi aku berharap dia selamat!"


"Keyword dimasukkan!"


Naku mendengus, rasanya hal mustahil tapi setidaknya dia mencoba mencari Grey.


"Dan kita harus memberi kabar ke London!" ucapnya frustasi.


Dia berharap keluarga Grey di London bisa menerima kenyataan jika mereka pulang tanpa Grey.


Sementara Silver terus mengetuk pintu kamar orangtuanya berada.


"Dad, aku pinjam mommy sebentar!" ucap Silver disana.

__ADS_1


Dan tak lama pintu kamar itu dibuka dengan nafas Bianca yang tersengal-sengal.


"Mommy, sedang apa?"


"Main kuda lumping! Ada apa, Sweety?"


Silver menarik tangan mommy Bianca untuk ke kamarnya. Setelah sampai ke kamarnya, Silver segera membuka bajunya dan memperlihatkan dua benda bulatnya yang tampak membesar dan bagian pucuknya yang menghitam.


"Mom, kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Silver cemas yang tidak tahu perubahan pada tubuhnya.


"Itu biasa terjadi, dulu mommy saat hamil kau juga begitu, Sweety! Itu namanya hormon kehamilan, nanti saat sampai ke daratan kita langsung periksa ke Dokter kandungan, okay!"


Lalu Bianca mengelus perut Silver. "Pasti sekarang usia kandungan sudah jalan 2 bulan!"


Mendengar itu, Silver teringat Grey kembali tapi dia mencoba kuat demi bayi mereka.


"Mom, apakah melahirkan rasanya sakit?" tanya Silver kemudian.


"Hm, waktu melahirkanmu dulu daddymu yang merasa kesakitan!" sahut Bianca sambil terkekeh mengingat momen melahirkan Silver kala itu.


"Apa mommy boleh memberi nama untuk cucu pertamaku nanti?"


"Mommy, tidak akan memberi nama brand coklat lagi kan? Aku tidak mau anakku bernama Kinderjoy atau Chocolatos!"

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2