
๐น๐น๐น
Malam itu, di mansion keluarga Arse begitu ramai karena semua anggota keluarga berkumpul dan makan malam bersama.
Semua memegang minuman mereka di gelas masing-masing dan bersulang bersama.
"Untuk Silver!" ucap mereka kompak.
Silver menangis haru, akhirnya keluarganya bisa berkumpul lengkap ditambah dengan kedua mertuanya.
"Kau bahagia, Honey?" tanya Grey pada istrinya.
"Sangat bahagia," sahut Silver dengan mengecup bibir suaminya. "Terimakasih sudah kembali, aku dan bayi kita membutuhkanmu!"
Mereka ingin berciuman kembali tapi semuanya berdehem melihat keduanya yang bermesraan tidak tahu tempat.
"Kau lulus jadi menantuku dan aku titip putriku padamu!" ucap Arse kemudian.
"Aku akan menjaga Silver dengan segenap jiwaku!" sahut Grey.
Setelah selesai makan malam, para wanita tampak bercengkrama mengenai acara pernikahan.
"Baju pengantin Silver dan Grey akan sampai besok, aku sudah menyuruh desainer di London mengirimnya kemari!" ucap Kate.
"Kau tidak membuat gaun 20meter untuk Silver kan?" tanya Bianca cemas.
"Tidak Bee, ini desain terbaikku! Lihat saja nanti," sahut Kate. Lalu dia mendelik kearah Silver yang terus menguyah buah. "Ternyata cucuku minta makan terus ya!"
__ADS_1
"Iya Mom, aku tidak pernah merasa kenyang!"
"Perhatikan pola makanmu menantuku, aku ingin kehamilanmu sehat!"
Pandawi yang melihat mommy mertua Silver begitu perhatian pada menantunya menjadi iri. Dan hal itu disadari oleh Bianca.
"Tenang mommy pasti akan memberi perhatian juga jika kalian hamil nanti," ucap Bianca kemudian.
"Aku pasti akan membuatkan cucu yang banyak!" sahut Blue spontan lalu dia teringat sesuatu. "Tapi apa tubuhku bisa menghasilkan anak?"
Dan Blue langsung mencari pacar jeniusnya berada. "Ayang, tolong lakukan penelitian pada tubuhku!"
Yang mana membuat Pandawi yang lainnya terkekeh melihat tingkah Blue, mereka mengingat dulu pertama kalinya Blue mengalami menstruasi dan memakan tampon.
"Aku harus ke rumah sakit karena malam ini jadwal shift malam," pamit Timmy yang profesinya seorang dokter itu. "Aku juga akan mengajukan cuti! Selamat malam semua!"
"Ck, kau itu selalu saja memanggilku seperti itu!" decak Timmy kesal.
"Jadi mau dipanggil istriku, hem!"
Bima yang melihat calon istri pemalunya juga tak mau kalah memberi perhatian.
"Cin, ayo Aa antar pulang nanti papa mertua menyembelihku jika pulang kemalaman!" ajak Bima.
Sasa mengangguk dan segera berpamitan dengan yang lain. "Selamat malam semuanya!"
"Cin, jam tanganmu masih aman kan?" tanya Bima cemas.
__ADS_1
"Menuju hari H pernikahan, aku semakin gugup A! Aku takut jam tangannya kelebihan daya listrik!" keluh Sasa.
"Sepertinya Aa harus bertransformasi jadi jelek biar kau tidak gugup melihat wajah tampanku!"
Cicil juga berpamitan dan mendatangi calon suami tampannya.
"Akhirnya kita kawin juga ya, Kangmas! Aku bahagia tenan!" ucap Cicil.
"Nanti pas malam pengantin kita main jaipongan ya, Cil! Terus juga keluarkan ajian ronggolawemu! Kita harus membuat bumi gonjang ganjing!" sahut Juna.
Dan tertinggallah Zoya yang mana membuat Kate tidak tahan melihat wajah polos Zoya. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan alat makeupnya.
"Sini biar kak Sultan permak, walaupun Dewa menerimamu apa adanya tapi kau juga harus tampil cantik!" ucap Kate dengan melepas kacamata Zoya dan mulai mendandaninya.
Beberapa menit kemudian, Zoya tampak kelihatan lebih fresh daripada sebelumnya.
"Nah gini kan lebih cantik, cepat sana datangi Dewa!" titah Kate.
Dengan gugup Zoya mendatangi Dewa dan seperti dugaan Dewa tersentak kaget melihat perubahan calon istrinya.
"Siapa kau! Kau apakan wajah cantik bidadariku!" ucap Dewa dengan tangan menghapus makeup diwajah Zoya. "Kau itu cantik, Buncit! Jangan diubah jadi jelek dong!"
Kate yang melihat tingkah polah Pandawa dan Pandawi itu langsung menghela nafasnya panjang.
"Ya ampun Bee, anak dan menantumu berwarna warni seperti pelangi! Mejikuhibiniu... "
๐น๐น๐น
__ADS_1