Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Gugusan Bintang


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Grey...," panggil Silver dari atas kapal karena suaminya tak kunjung naik ke permukaan.


Dan tak lama yang dipanggil menyembul juga. Grey segera naik ke kapal sekoci dan mendekati kapal yang saat ini sudah berhenti di tengah lautan karena merasa lokasi sudah dekat. Mereka tengah mengamati bintang dan mencari bintang paling terang yang biasa disebut Carina.


"Grey, aku mengkhawatirkanmu!" ucap Silver saat pria bermata abu-abu sudah berhasil naik ke kapal dengan masih memakai baju selamnya.


Grey tengah belajar menyelam di lautan untuk menggantikan Silver karena kondisinya yang hamil dan sepertinya kandungan Silver lemah.


"Kenapa keluar, Honey? aku baik-baik saja, aku sedang menyesuaikan tubuhku di air laut yang dingin," ucap Grey dengan menggigil kedinginan.


Silver yang sebelumnya membawa coat tebal dengan sigap memakaikan pada suaminya. "Aku khawatir karena kau belum terbiasa menyelam!"


"Kau harus banyak istirahat, tugasmu hanya menjaga bayi kita supaya aman di dalam sana!" ucap Grey.


"Dia pasti aman di dalam karena tidak ada razia satpol PP di lautan," sahut Silver.


Dan keduanya tertawa bersama sampai akhirnya Grey masuk ke dalam karena Grey ingin membersihkan diri dan berendam di air hangat karena air di Samudera Atlantik itu sangatlah dingin sampai menusuk ke tulangnya.

__ADS_1


Selesai membersihkan dirinya, Grey segera mendatangi Arse dan Naku yang terus mengamati gugusan bintang yang dicari.


"Apa sudah ketemu, Dad?" tegur Grey.


Arse menggeleng. "Cuaca begitu buruk dan berkabut!"


"Aku sudah menghubungkan Veronica tapi masih tidak tersambung. Kita seperti di antah berantah sekarang!" timpal Naku.


Grey yang mendengar itu langsung meraih teropong dan mencoba mengamati langit di lautan. Tapi memang benar cuaca yang buruk membuat gugusan bintang yang dicari tidak terlihat.


"Jika buang waktu, aku takut bahan bakar kita habis dan menghambat perjalanan pulang nanti! Aku berharap tidak ada badai karena akan membuat perjalanan semakin sulit," ucap Arse dengan mode seriusnya.


"Mommy, membuat semua orang susah! Kau tidak boleh seperti mommy, kau harus terlahir sempurna! Mommy harap gen daddymu lebih mendominasi," gumam Silver dengan menikmati dinginnya udara.


Lalu Silver berdiri disisi kapal dan melihat lautan dari tempatnya berdiri sampai dia merasa ada sebuah pelukan dari belakang.


"Grey...," lirih Silver yang sangat mengenali aroma woody suaminya.


"Aku mencarimu, Honey. Jangan terlalu lama diluar, ingat kondisimu!" ucap Grey kemudian.

__ADS_1


Silver menatap langit yang berkabut disana dengan tatapan nanar. "Apa memang langit tidak merestui perjalanan kita, Grey?"


"Kenapa bicara seperti itu, kita pasti akan menemukan Carina! Bagaimana jika kita membayangkan jika dilangit saat ini ada gugusan bintangnya. Kau ingin jadi apa, Honey?" Grey berusaha menghibur istrinya.


"Bagaimana kalau Taurus?" tanya Silver.


"Taurus itu lambangnya banteng dan tanduk cintanya menusuk-nusuk dihatiku," jawab Grey.


Silver terkekeh. "Kalau Sagitarius?"


"Lambang Sagitarius itu setengah kuda setengah orang, tapi bagiku kau tidak setengah-setengah karena bagiku kau sempurna!"


"Aquarius?"


"Aquarius? aku sangat serius mencintaimu, Honey!"


"Leo?"


Grey langsung membalik tubuh istrinya dan menggendongnya. "Leo lambangnya singa, raja hutan! Dan aku jadi raja hutan di hutan rimbamu, Honey! Auoooo...."

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2