Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Bonchap - Ayeye Kapten


__ADS_3

Di taman belakang Red yang menjadi pemimpin eksperimen memerintahkan semua saudara dan sepupunya untuk membuka box yang isinya ratusan mentos. Setelah itu mereka menyiapkan cola berliter-liter untuk mereka masukkan dalam box kaca yang sudah diisi ratusan butir mentos sebelumnya.


"Siap-siap guys!" ucap Pink yang bertugas merekam eksperimen mereka.


"GO!"


Semuanya menuangkan cola bersamaan setelah itu mereka berlari menjauh sampai A, I, U, E, O berguling-guling karena badan besar mereka.


DUM!


Terdengar letupan sampai busa yang dihasilkan mentos dan cola menjulang tinggi.


Flo dan Keenan yang baru saja masuk tentu saja kaget.


"What happen?" tanya Flo.


Dan 15 sepupunya menoleh kearahnya. "Flo!" pekik mereka.


Semuanya berlari mendatangi Flo karena Flo yang jarang bisa berkumpul dengan mereka. Lalu mereka mengajak Flo bereksperimen dengan mereka.


Yang mana membuat Keenan menangis, bocah itu merasa tidak dianggap. Dia masuk lagi dan mencari Silver yang ikut bergabung dengan Bianca dan Pandawi.


"Mumy....," panggil Keenan.


Bianca yang melihat cucu paling kecilnya itu menangis tentu saja langsung menggendongnya.

__ADS_1


"Kenapa, Kee?"


"Tatak cemua, ndak au cama Kee," keluhnya.


"Mungkin karena Kee masih suka Nyonyok jadi mereka tidak mau," kompor Bianca yang suka mendengar keluh kesah Silver yang susah menyapih Keenan.


"Dah ndak Nyonyok agi kok, Nyonyok belubah adi elah," jawab Keenan.


Silver terkekeh yang mendengarnya. "Aku beri lipstik, Mom. Kee jadi ketakutan!"


Sementara Grey ikut bergabung bersama keempat kakak iparnya yang sibuk membuat salju buatan.


"Dimana, Naku?" tanya Grey yang melihat mereka hanya berempat.


Dan tak lama Naku mendatangi mereka dengan bersiul penuh kegembiraan.


Yang mana membuat mereka semua melempari Naku dengan salju buatan mereka.


"Gak usah pamer kau anying!"


Naku tertawa lepas. "Makanya cari istri yang tidak tahu apa-apa sepertiku jadi penasaran akan semua hal!"


"Itu karena kau tidak normal yang beristri Alien!"


"No problem yang penting aku dapat enak setiap saat!" jawab Naku bangga.

__ADS_1


Hal sama dilakukan Blue saat bergabung bersama mertua dan juga Pandawi sementara Silver sibuk dengan Keenan yang rewel.


"Setelah mendapat getaran kenikmatan, aku langsung bersemangat menjalani kehidupan bumi," ucap Blue kemudian.


"Heleh, keempat anakmu itu getaran! Coba kau lihat mereka menjadi otak kerusakan taman belakang dan itu membuat mommy harus membayar gaji pelayan berkali-kali lipat karena membersihkan ulah mereka," sahut Bianca.


"Tenang Mom, uang Ayang banyak! Itu tidak seberapa kemarin mereka membuat rumah kami menjadi hampa udara jadi barang-barang semua pecah dan Ayang membeli yang baru lagi," Blue berkata dengan santainya sambil mengunyah tempe mendoan sampai dia bergumam. "Tempenya lembek-lembek basah!"


"Otak mesum!" pekik mereka yang ada di dapur melihat tingkah Blue yang hidup tanpa beban. Hanya dia yang bangga jika anaknya nakal dan hidupnya tidak pernah memikirkan apapun kecuali bagaimana cara bercinta dengan suaminya.


Disisi lain, Arse yang melihat cucu-cucunya membuat kekacauan dengan eksperimen mereka tengah menertibkan semuanya dengan menyuruh mereka berdiri dan berjejer seperti tentara militer.


Arse berjalan mondar mandir didepan mereka. "Daripada buat eksperimen lebih baik kita menghias pohon natal!"


Yang mana membuat mereka tersenyum antusias dan Arse mulai memberi komando.


Arse : Are you ready kids?


Kids : Ayeye, Kapten!


Arse : I can't hear you!


Kids : AYEYE! KAPTEN!


Arse : Ooooooooooooo....

__ADS_1


__ADS_2