Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Sotong Laut


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Grey meraup wajahnya kasar melihat Silver yang keluar dari apartemennya. Grey tidak mengerti dengan perasaannya kenapa dia begitu tidak rela jika Silver pergi. Dia mulai terbiasa dengan keberadaan gadis itu, mungkin dia sudah gila tapi Grey suka mencium aroma Silver saat dekat dengannya.


Malam itu, hujan mengguyur kota London. Grey yang berdiri di balkon sedari tadi dibuat cemas dengan keadaan Silver. Dia segera mengambil payung dan keluar dari apartemen.


Sementara Silver tengah berteduh di salah satu ruangan mesin ATM karena dari tadi Silver ingin mengambil uang tapi tidak tahu caranya.


Memang sebelumnya Silver diberi kartu ATM oleh Arse untuk putrinya saat membutuhkan uang tapi mungkin Arse lupa jika Silver tidak pernah memakai mesin ATM tentu saja membuat gadis itu bingung.


"Haist, bagaimana caranya aku bisa menginap di hotel," kesal Silver.


Well, Silver tidak tahu jika menyewa hotel bisa dilakukan dengan menggesek kartu debetnya.


Akhirnya Silver duduk tersender di dalam ruangan mesin ATM tersebut.


"Mom, Dad... Help me!" lirihnya.


Dia ingin menghubungi Sean meminta bantuan lagi tapi ponselnya kehabisan baterai.


Silver duduk berselonjor disana sambil memejamkan matanya berharap pagi cepat datang. Dan Grey yang dari tadi mencari Silver dalam hujan akhirnya menemukan gadis itu juga.


"What the fu*ck is that!" pekik Grey yang melihat keadaan Silver.

__ADS_1


Grey membuka pintu kaca ruangan mesin ATM itu dengan menahan gemuruh dihatinya. Dia berjongkok dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Silver.


Merasa ada yang menyentuhnya sontak membuat Silver membuka matanya.


"Grey, kenapa ada disini?" tanya Silver heran.


"Seharusnya aku yang bertanya begitu! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Grey balik.


"Aku mau mengambil uang tapi tidak tahu caranya," jawab Silver kemudian dia menyerahkan kartu ATMnya pada Grey. "Bisa kau ambilkan aku uang?"


Grey justru terkekeh melihat tingkah bodoh Silver, entahlah dia sangat menyukai itu.


"Ayo kita pulang! Nanti kau bisa ditangkap polisi jika mereka mengetahui kau ada disini!" ajak Grey.


"Kau marah padaku?" tanya Grey.


"Kenapa aku harus marah padamu? bukankah aku tidak berarti apa-apa untukmu!" sindir Silver.


"Jadi kau marah mendengar aku bicara seperti itu? Kau yang datang dan memaksaku lantas kenapa sekarang aku yang seperti menyakitimu, Silver?" tanya Grey kemudian.


Silver enggan menanggapi Grey lagi, dia segera berdiri dan menyeret kopernya keluar. Walaupun yang dikatakan Grey ada benarnya tapi dia juga bisa merasakan sakit hati.


"Silver!" panggil Grey dengan membawa payungnya untuk mengimbangi langkah Silver dan memayungi gadis itu agar tidak basah.

__ADS_1


"Tinggalkan aku Grey!" tolak Silver dengan mendorong kuat tubuh pria kekar itu.


Yang mana membuat Grey limbung dan jatuh membuat badan Grey basah diguyur hujan.


"Oh my God!" pekik Silver berusaha membantu Grey berdiri tapi tangannya di tarik oleh Grey yang membuat badannya limbung dan jatuh ke pelukan Grey begitu saja.


"Maafkan aku jika menyakitimu! Kalimat itu tidak sungguh-sungguh keluar dari hatiku! Kau membuatku gila, Silver!" ucap Grey sambil mendekap tubuh Silver kuat.


Mereka berpelukan dalam derasnya hujan hingga akhirnya mereka memutuskan kembali ke apartemen karena basah kuyup.


Saat Silver ingin kembali ke kamarnya, Grey menarik tangannya. "Bajumu di koper pasti basah! Pakai bajuku saja!" ajak Grey dengan membawa Silver ke kamarnya.


Di dalam kamar Grey, Silver masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya. Dia memakai satu set piyama yang kebesaran di tubuhnya.


Saat Silver selesai dan keluar dari kamar mandi disaat itu juga, dia melihat Grey yang mengganti bajunya. Silver mengernyit melihat cumi-cumi Grey yang tampak berubah bentuk menjadi lebih besar dan panjang.


"Aku kira cumi-cumi, ternyata sotong laut!" batin Silver.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sotong Laut


__ADS_1


__ADS_2