Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Serangan Kepanikan


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Semenjak kepergian kedua mertuanya ke New York, Silver mulai mandiri. Biasanya dia diajari oleh Kate ini itu karena Silver yang tidak mengerti apa-apa. Dia bersyukur bisa mempunyai mertua yang bisa menerima dirinya untuk itu Silver berusaha untuk tidak jadi bodoh lagi.


Setiap pagi, Silver rutin melakukan senam khusus untuk ibu hamil. Dia juga mulai lihai mempersiapkan kebutuhan suaminya.


Tapi untuk urusan masak, Silver masih belum bisa. Dia takut jika masakannya akan eksperimental seperti mommy Bianca. Untuk itu dia tetap mengandalkan chef yang ada di mansion.


Hingga tanpa terasa usia kandungan Silver sudah memasuki usia 7 bulan. Kini Silver mengurangi aktifitas beratnya karena kakinya yang mulai membengkak.


"Apa ini tidak apa-apa, Mom?" tanya Silver pada Bianca dipanggilan video.


"Tidak apa-apa asal kurangi konsumsi garammu, Sweety! Mommy tidak sabar menunggu baby Ocean lahir, mommy akan kesana saat usia kandunganmu 9 bulan, okay! Sekarang mommy sibuk mengurus kakak ipar Pandawimu yang ngidam bersamaan!" ucap Bianca disana.


"Oh my God! Baby Ocean akan memiliki banyak teman bermain," sahut Silver.


"Masa tua mommy akan dipenuhi oleh tangisan bayi dan teriakan anak kecil, untuk itu mommy rutin minum jamu pegal linu dari sekarang persiapan asam urat jika kambuh nanti!"

__ADS_1


Silver tertawa mendengar ucapan mommynya sampai Grey datang mendekatinya yang saat ini dia duduk dipinggir kolam renang.


Hari ini weekend dan Grey berada di rumah menemani istrinya seharian.


"Sudah dulu, Mom! I miss you, I love you! Muach..."


Silver mengakhiri panggilannya lalu mengadah menatap suaminya. "Kakiku sudah ku rendam di air tapi bengkaknya tidak mereda, Grey!"


"Apa kita perlu memeriksakannya ke dokter, Honey?" tanya Grey cemas.


"Tidak perlu," sahut Silver dengan merentangkan kedua tangannya minta digendong. "Ingin kembali ke kamar!"


"Sebaiknya istirahat saja, Honey. Mungkin karena kau terlalu takut memikirkan masalah kelahiran jadi tekanan darahmu tinggi! Jadi jangan terlalu memikirkannya, aku akan selalu ada disisimu!" ucap Grey dengan mengecup kening istrinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu.


Tapi saat akan menjauh tangannya dicekal oleh Silver yang mana membuatnya menoleh kembali.


"Kenapa, Honey? Aku akan turun ke bawah untuk membuat jus semangka supaya mengurangi tekanan darahmu!" ucap Grey kemudian.

__ADS_1


Silver merona malu sebelum dia mengatakan hal yang dia inginkan. "Aku membaca sebuah artikel jika ingin proses melahirkan lancar kita harus sering melakukannya, Grey!"


Mendengar itu, Grey langsung berdehem kuat. "Tapi kondisimu sedang tidak baik-baik saja, Honey!"


"Mungkin setelah itu kecemasan akan melahirkan itu akan mereda, Grey!" bujuk Silver.


Grey sedikit ragu tapi Silver terus memohon karena mereka sudah lama tidak melakukannya. Bukannya apa Grey yang melihat perut buncit istrinya dan bayinya aktif menendang di dalam, membuatnya berpikir akan menyakiti bayinya jika terlalu sering melakukan permainan bisbol.


Mereka akhirnya berciuman dengan mesra dan saling membisikkan kata cinta tapi sedetik kemudian, Silver merasakan cairan keluar dan merembes diantara kedua kakinya.


"Grey, sepertinya air ketubanku pecah!" ucap Silver panik.


Grey tidak kalah panik tapi berusaha menenangkan istrinya yang sebelumnya ketakutan akan melahirkan.


"Tenang ya, Honey! Kita akan ke rumah sakit segera dan aku akan menyuruh pelayan membantu kita bersiap!"


Bukannya tenang justru Silver terkena serangan kepanikan. "Apa menu makanan di rumah sakit nanti, Grey?"

__ADS_1


"Honey, bukan hal itu yang harus kau cemaskan!!!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2