
Hari dimana keberangkatan keluarga Grey ke Indonesia, Grey cuti akhir tahun dan membawa keluarganya merayakan natal bersama ke Indonesia.
Grey menggendong Flo dan Silver menggendong Keenan saat menaiki pesawat pribadi mereka.
"Atut mumy," ucap Keenan saat pesawat mereka akan lepas landas.
"Kan ada mommy, Kee. Sebentar lagi kita akan ketemu Opa dan Oma, dan juga 15 sepupumu! Sudah hafal nama mereka?"
Silver mencoba menenangkan anak laki-lakinya, sebenarnya yang Silver khawatirkan justru kedua anaknya yang pasti mengalami jetlag. Pasti membuat mereka kesusahan menyesuaikan waktu jam tidurnya.
"Tatak anyak ya mumy," ucap Keenan yang kesusahan menghafal nama anak Pandawa.
Sementara Flo dengan manja terus memeluk daddynya saat pesawat lepas landas.
"Princess oceanku kenapa diam saja, hem!" ucap Grey sambil mengelus rambut putrinya.
"Dad, aku tidak nyaman dengan bau tubuhku!" keluh Flo kemudian.
"Why? You smell so good!"
"Not good, aku risih jika terus diganggu mereka yang mengejarku!"
__ADS_1
Grey terkekeh mendengarnya. "Apa daddy harus menyewa bodyguard agar mereka tidak mengganggumu lagi?"
"Tidak perlu, aku akan minta bantuan Red, Black, Pink dan Green," sahut Flo yang menyebutkan nama-nama anak Naku.
"Apa yang akan kalian buat? jangan sampai meledakkan mansion pasti Opa kalian akan marah besar!"
Dan Opa Arse yang di mansion sudah bersiap menyambut kedatangan ke-17 cucunya. Dia sudah berdandan ala Kapten dengan membawa 17 ID Card ditangannya.
Tak lama Tira dan Timmy datang membawa anak laki-laki semata wayang mereka, Edward. Edward yang perfectsionis itu memindai setiap sudut mansion disana.
"Meja itu agak miring 10 derajat ke kiri, kursi itu manghadap di sudut yang salah, taplak meja itu..."
Edward menurut dan mencari Opa Arse yang sudah menunggu kedatangannya.
"Opa...," panggil Edward.
Arse yang melihat Edward langsung memberikan ID Card ditangannya. "Ambil sesuai namamu!"
"Come on, Opa! Wajahku hanya satu jadi pasti mudah menghafalnya!" protes Edward disana.
"Opa sudah tua, anak muda! Jadi kapasitas otak hanya tinggal 1 RAM saja!"
__ADS_1
Dan Edward mengambil ID Card sesuai namanya lalu memeluk Arse. "I miss you, Opa!"
Disusul oleh Tira dan Timmy yang memeluk daddy dan mertuanya. Dan beberapa menit kemudian dua anak lagi berlarian masuk dan berteriak memanggil opa dan oma mereka siapa lagi kalau bukan anak Bima dan Sasa yang kembar sepasang cowok cewek.
"Opa... Oma...," teriak mereka bersamaan.
"ChocoChip, jangan lari!" ucap Sasa sambil mengejar dua anaknya.
Arse yang melihat keduanya langsung merentangkan kedua tangannya dan lagi-lagi memberikan ID Card. "Pilih nama kalian!"
Si cowok mengambil nama Choco dan si cewek mengambil nama Chip. Dan kalau digabung menjadi ChocoChip.
Bima yang melihat abang Tiranya langsung memeluknya. "Apa kabar, Bang?"
"Cih, jangan basa basi seperti ini membuatku geli! Kita baru bertemu beberapa hari lalu di Kafe Olivier kan!" protes Tira.
Bima cengengesan disana. "Iya yang kita pesan kopi tanpa sianida itu kan!"
Sedetik kemudian suara Juna menyela mereka. "Iya dan kalian tidak mengajakku!"
Juna datang bersama Cicil dan ketiga anak perempuan kembarnya yang bernama Lala, Lili, Lulu. Yang mana membuat Juna merasa menjadi pria sendiri di keluarganya. Cicil tidak mau menambah anak lagi dan selalu berkata. "Biar Kangmas Juna saja yang tampan! Dan aku akan selalu mengagumi Kangmas sampai terjuna-juna!"
__ADS_1