Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Tercengang


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน



Hotel Nepomuk


Hotel bintang 4 yang terletak di Bamberg, Jerman. Hotel Nepomuk memiliki lokasi di pusat kota dan di sungai.


Dan disitulah Grey saat ini berada, setelah menempuh perjalanan dari London ke Berlin selama 16 jam lebih ditambah 5 jam dari Berlin ke Bamberg.


Rasa lelah ditambah lagi pengancaman yang dialaminya di Bandara oleh Pandawa membuatnya memilih mengistirahatkan diri di hotel sejenak. Sepertinya langkahnya untuk mengejar cinta Silver kali ini tidak mudah.


Grey berdiri di balkon hotel dengan pemandangan sungai disana. Tempat yang indah dan romantis untuk pasangan berbulan madu. Mengingatkan Grey pada wejangan sang Mommy.


"Aku harus menikahi Silver disini," gumam Grey.


Well, Grey tetaplah Grey dia tetap tidak ingin melakukan hubungan badan tanpa ikatan pernikahan dan tekatnya sudah bulat untuk menikahi Silver.


Disisi lain, Pandawa tanpa Naku sudah sampai di rumah kediaman orangtuanya yang ada di Bamberg. Karena rumah itu memiliki kamar terbatas, akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di kapal karena kapal sang Kapten Cabul Arse memiliki banyak kamar.


Mereka juga membawa Sean bersama mereka untuk melakukan perundingan meja bundar dan juga laporan.


"Apa? jadi Grey ada di Jerman?" tanya Arse gusar.


"Kami bertemu di Bandara, Dad!"


"Baguslah, kita tidak perlu repot-repot ke London sana untuk melakukan penyerangan! Sekarang karena kita sudah berkumpul, kita harus cepat menyempurnakan kapal selam kita agar kita bisa cepat berlayar lagi!" jelas Arse.


"Dan yang paling penting kalian harus menjauhkan Silver dari Grey!"


"Tenang, Dad! Kami sudah prepare!"


Pandawa mengeluarkan senjata mereka dan mereka menaruhnya diatas meja yang mana bulu kuduk Sean meremang melihat itu.

__ADS_1


"Jika kau berani membuat Silver menangis... " ancam Pandawa dengan menembakkan senjata mereka keatas mengenai lampu hias yang ada di kapal itu dan jatuh tepat di hadapan Sean.


"Seperti itu kau akan kami buat, hancur lebur!"


Yang mana membuat Arse menjadi gusar karena lampu hias itu adalah lampu hias kesayangannya.


"Kalian tahu, lampu hias ini aku dapatkan dari mana? aku mendapatkannya saat berlabuh di pulau Marymar! Dan kalian menghancurkannya begitu saja!" teriak Arse yang membuat Pandawa ketakutan.


"Ampuni kami Kapten!"


"Ngaturaken sembah pangabekti kawula. Sepinten kalepatan kulo, lampah kulo setindak, paben kulo sakecap ingkang mboten angsal idining sarak, kulo nyuwun pangapunten mugi lineburo!"


Sean yang melihat itu langsung membatin. "Aku tandai, keluarga ini memang aneh!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Mom...," panggil Silver yang kaget melihat apa yang dilihatnya.


"Apa?" sahut Bianca yang langsung keluar dari kamarnya saat mendengar panggilan Silver.


Bianca duduk disofa sambil melihat Silver dari tempatnya. "Para Abangmu yang bawa!"


"Kok bisa para Abang yang bawa?" tanya Silver semakin dibuat bingung.


"Grey datang kesini untuk mendatangimu tapi dihadang oleh para Abangmu dan Cimot jadi tawanan!" jawab Bianca dengan santainya.


DEG!


Mendengar itu, jantung Silver langsung berdebar tak karuan. Mimpinya setiap malam semakin terasa nyata dia rasakan.


"Bukankah dia sudah berjanji tidak akan menyusulku kesini," gumam Silver dalam hati.


Silver keluar dari rumahnya untuk mencari udara segar. Dia berjalan dengan membawa Cimot bersamanya.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja, Cimot? Kau seperti bola yang dioper kesana kemari! Tenanglah sekarang kau aman bersamaku!" ucap Silver.


Silver berhenti di sebuah kafe yang disana banyak kerumunan orang. Dia sangat ingin menikmati waktu seperti mereka yang bisa nongki-nongki cantik dan bergaul dengan satu sama lain.


Silver mendesah. "Mie instan mommy jauh lebih enak!" ucap Silver menghibur diri.


Hingga tiba-tiba dia merasakan tubuhnya dipeluk seseorang dari belakang.


"Akhirnya ku menemukanmu!" ucap suara pria yang menaruh wajahnya diceruk lehernya.


"Grey!" batin Silver yang mengenal suara itu.


Grey yang kelaparan akhirnya keluar dari hotel untuk mencari makan, dia berkeliling Bamberg lalu berhenti di salah satu kafe dan matanya langsung berbinar melihat ada gadis berdiri mematung dan gadis itulah yang menjadi tujuannya datang jauh-jauh ke Jerman.


Grey menghirup aroma Silver yang membuatnya candu. "Aku merindukanmu, Silver!"


"Bukankah kita sudah putus, Grey?"


"Tidak! Kita tidak putus, kita bahkan belum memulainya!" jawab Grey dengan membalik tubuh Silver agar menghadap padanya.


Dan tanpa ragu, Grey langsung mencium bibir Silver disana.


"Kau datang dan pergi sesuka hatimu, Silver. Kau membuatku kacau!" ucap Grey saat ciumannya terlepas.


"Ayo kita menikah!" ajak Grey yang mana membuat Silver langsung memundurkan tubuhnya dan menggeleng kuat.


"Kau sudah berjanji tidak akan menyusulku kesini, Grey!"


Bersamaan dengan itu dari kejauhan Silver melihat Sean berjalan mendekati mereka. Silver berlari dan langsung memeluk Sean disana.


Yang mana Grey tercengang ditempatnya. "Silver!" panggilnya.


"Aku memilih Sean, Grey! Jadi, go awayyyyy... "

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2