
🌹🌹🌹
Bamberg, Jerman
Arse sudah kembali ke Bamberg dimana kapalnya berada. Disana dia bersama Naku sedang mempersiapkan pelayaran tapi saat Arse membutuhkan bantuan Naku, anaknya itu justru menghilang ternyata dia sedang menghubungi pacarnya karena setelah ini akan susah mendapat sinyal ditengah lautan.
"Buka sedikit lagi, Ay. Akhh...," perintah Naku dipanggilan videonya.
Blue disana menurunkan bajunya yang mana membuat belahan dadanya terlihat.
"Oh, kau semakin seksi, Ay!"
Naku semakin gencar melakukan ritualnya saat akan mencapai puncaknya pintu kamar mandi dimana dia berada digedor oleh sang Kapten.
"Oh, Shiit!" umpatnya. Dia buru-buru mematikan panggilannya dan membuka pintu.
"Dad....," protes Naku.
Arse mendengus kesal. "Sempat-sempatnya kau membuka pabrik sabun ya!"
Sementara Bianca saat ini tengah berbelanja bahan makanan ditemani oleh Silver, tentu saja Silver membawa Grey bersamanya agar bau tubuhnya tidak menyengat.
__ADS_1
"Selama ada Grey, biar Grey yang memasak nanti Mom. Dia pandai memasak," ucap Silver pada mommynya.
"Jadi, fungsiku apa disana?" tanya Bianca mulai malas karena masakannya selalu ditolak keluarganya.
"Mommy bisa pacaran dengan daddy sepuasnya!" bujuk Silver.
"Stamina mommy itu tidak sekuat dulu lagi....," perkataan Bianca terjeda saat mereka melewati rak susu dimana disana Bianca melihat susu hamil.
Lalu Bianca menatap putri polosnya itu. "Kapan terakhir halangan, Sweety? Apa kau di masa subur? mommy takut kau hamil saat pelayaran nanti!"
Grey yang mendengar itu langsung merangkul Silver. "Aku pasti akan menjaganya mommy mertua jika Silver hamil pasti restu daddy mertua akan aku dapatkan!"
"Ck, dia itu sudah merestuimu hanya saja gengsinya itu gede-gedean!" sahut Bianca kemudian.
"Semoga bibitku ada yang berenang dan membuahkan hasil," ucapnya.
"Apa kau bahagia jika aku hamil, Grey?" tanya Silver kemudian.
"Of Course, itu artinya penjelajahan hutan rimba berhasil," sahut Grey mantap.
Silver terkekeh mendengarnya sampai senyumnya memudar mengingat keadaannya. "Bagaimana jika anak kita akan jadi sepertiku, Grey?"
__ADS_1
Dia mulai gelisah. "Seharusnya kita melakukannya saat aku sudah tidak bau lagi! Kenapa kau menggodaku dengan ketampananmu, Grey! Dan sotong lautmu itu kenapa begitu perkasa, aku kan susah menolaknya!"
"Apalagi saat kau mulai meraba tubuhku menghisap dadaku dan saat kau menggoyangkan pantatmu!"
Silver terus berbicara seakan lupa posisinya saat ini ada di supermarket yang mana membuat pengunjung semua cekikikan mendengar ucapan Silver yang menggebu.
"Honey, stop! Kita bahas urusan seperti itu saat sampai di rumah! Jangan disini," ucap Grey yang merasa tidak nyaman.
Tapi berbeda dengan Grey justru Silver semakin gelisah dengan pikirannya sendiri.
"Tidak Grey! Sebaiknya kita jangan melakukan penjelajahan hutan rimba lagi!" seru Silver.
Grey mulai terpancing. "Tidak bisa! Kita harus melakukannya terus supaya kau cepat hamil, Honey!"
"Aku rasa sudah cukup Grey! Bibit yang kau tanam itu sudah banyak bahkan sampai tumpah-tumpah!"
Dan perdebatan mereka menjadi tontonan pengunjung disana membuat Bianca tidak nyaman.
"Cukup! Bahas bibit-bibitannya di rumah saja! Kalian saat ini seperti pasangan cabul!" pekik Bianca.
Lalu Bianca berdehem. "Grey, kendalikan hormon testosteronmu agar Silver tidak ketagihan!"
__ADS_1
✨✨✨
Next chapter bercerita tentang petualangan mereka plus ada sedikit konflik jadi cabulnya cukup sampai disini😅