
๐น๐น๐น
Mereka terdiam cukup lama dengan Grey yang melihat ekspresi Silver dan Silver yang terus fokus melihat benda panjang nan gemuk itu.
"Argh!" mereka berteriak bersama setelah sadar.
Silver langsung keluar dan berlari meninggalkan kamar Grey sementara Grey dengan buru-buru menyelesaikan ritual mandinya dengan memandangi benda keramatnya.
"Cumi-cumi? dasar gadis perompak!" gerutunya.
Sedangkan Silver menetralkan degupan jantungnya yang terus berirama. Dan otaknya kini terus dipenuhi dengan cumi-cumi.
"Apa memang sistem reproduksi semua pria bentuknya begitu?" tanya Silver dalam hatinya.
Dia sudah berada dalam kamarnya dan segera membersihkan dirinya, dia berendam di bathup bersama Cimot disana.
Silver meraih Cimot dan berbicara padanya. "Bagaimana ini? Sepertinya aku semakin menyukai Grey!"
Lalu fokusnya teralihkan oleh cincin kerang yang ada di jari manisnya.
"Siapa yang menyematkan cincin ini padaku?" gumamnya. Dan ingatan Silver tertuju pada saat kencan pertamanya dimana Grey singgah di toko perhiasan.
"Apa ini artinya tanda cinta?" gumam Silver lagi kegirangan.
Dia cepat menyelesaikan acara mandinya lalu mencari dimana ponselnya berada. Setelah menemukan ponselnya dengan cepat Silver memfoto cincin dijemarinya lalu mengirimkan foto itu di grup chat dengan para Abang Pandawanya.
Silver : Abang semua... apa ini tanda cinta?
Dewa : Woah, apa Grey yang memberinya?
__ADS_1
Silver : Yes. Apa itu artinya dia membalas cintaku?
Bima : Apa kau dilamar?
Silver : Dilamar? Benarkah aku dilamar?
Tira : Maksud Chota Bim itu, bagaimana cara Grey memberinya?
Silver : Aku tidak tahu tiba-tiba saja ada di jemariku!
Juna : Bagaimana bisa?
Silver : Aku tadi malam tidur di kamar Grey. Apa mungkin saat aku tidur dia melamarku?
Tira : Apa? kau tidur di kamar Grey? Bagaimana bisa? Dan Silver tidak ada pria yang melamar disaat yang dilamar tidur!
Silver : Aku tadi malam minum cairan neraka yang membuatku hilang kesadaran...
Silver : Astaga! Bagaimana ini Bang? Sepertinya aku mencabuli Grey!
Naku yang baru saja bergabung di grup chat itu menghela nafasnya panjang. Dia yang saat ini berada di Jerman dan melihat tingkah kedua orangtuanya seperti mengalami de javu. Mungkin Silver memang produk gagal karena orangtuanya yang super cabul.
Silver keluar.
Dewa : Kenapa Silver dikeluarkan dari grup Bang?
Naku : Biar kita cepat menikah!
Bima : Maksudmu apa, anying? Adik kita tidur di kamar pria!
Juna : Mungkin maksud Naku supaya mereka cepat berbuat hal cabul dan cepat menikah!
__ADS_1
Tira : It's Crazy... Aku akan menjemput Silver secepatnya!"
Naku : Jangan Bang! Kita lihat sejauh apa Grey bisa menahannya! Pria perfectsionis seperti dirinya tidak akan berbuat hal seperti itu tanpa ikatan pernikahan.
Juna : Semakin cepat Silver menikah semakin cepat kita juga menikah.
Bima : Bilang aja lu kebelet kawin!
Juna : Emang iya! Hahaha...
Tira : Well, jadi kita biarkan mereka?
Naku : Kita pantau sejauh apa Grey bisa menahan godaan Silver!๐
Dewa : Ya udah, kita mabar aja yuk!
Sementara Silver kesal karena tiba-tiba keluar dari grup itu. Lalu dia meraba hutan rimbanya sepertinya dia tidak merasakan apapun.
Silver membaca artikel mengenai pecah perawan yang menuliskan akan sakit saat pertama kali melakukannya dan berdarah.
"Darah?" gumamnya.
Silver terkejut bukan main. "Jadi berbuat hal cabul seperti perang sampai berdarah-darah!"
"Apa aku menyakiti Grey?"
"Apa karena itu anunya Grey berbentuk cumi-cumi!"
"Tidakkkk.... "
๐น๐น๐น
__ADS_1