
Pagi itu semua keluarga bermain salju buatan yang sudah jadi, mereka membentuk berbagai macam manusia salju.
Mereka membentuk 6 tim dengan anggota keluarga masing-masing.
Arse dan Bianca menjadi wasit dimana sekarang diadakan pertandingan membuat manusia salju tersebut.
"Ayo! Ayo!"
Sorakan terdengar dari para pelayan mansion begitu juga dengan Arse dan Bianca ikut berteriak menyemangati anak, menantu dan cucu-cucunya.
"Kita harus mengukurnya, Mom, Dad! Semuanya harus simetris!" ucap Edward pada kedua orangtuanya.
Tira dan Timmy saling pandang dengan menghela nafas mereka. "Kita sedang lomba mengukurnya nanti saja!"
"Ayo Chip pasang hidungnya memakai wortel," ucap Choco pada adik perempuannya.
Chip mengambil wortel dari tangan mommy Sasa dan memasangnya.
Dan Bima yang melihat kedua anaknya begitu akur merangkul istrinya. "Itu hasil ngidam chocochip sekarang mereka jadi begitu bentuknya!"
"Aa iih... mereka anak kita tahu! Aku bersyukur mereka tidak menghasilkan listrik sepertiku!" sahut Sasa.
Disisi lain Cicil dan ketiga anak perempuannya menjadikan Juna sebagai model manusia salju buatan mereka.
__ADS_1
"Daddy sangat tampan," ucap Lala Lili Lulu kompak. Mereka selalu diajarkan oleh mommynya untuk memuji sang daddy.
Yang mana membuat Juna mengguyar rambutnya seperti biasa. "Mungkin Tuhan memberiku tiga anak perempuan supaya aku mendapat 3 kali pujian sekaligus!"
Sementara Red si sulung sudah memberi komando pada ketiga saudaranya Black, Pink, Green. Bukannya membuat manusia salju mereka justru membuat rumah penguin.
Dan Blue sang mommy menarik Naku untuk masuk kedalam rumah penguin buatan keempat anaknya.
"Ayang, bercumbu disini pasti sangat menyenangkan!" ucap Blue kemudian.
A, I, U, E, O juga tak mau kalah mereka membuat istana untuk bidadari mereka yaitu mommy Zoya.
"Mau kah kau berdansa denganku wanita tercantik di bumi?" tanya Dewa dengan berlutut dan merentangkan satu tangannya.
Terakhir Silver dan Grey bersama Flo dan Keenan membuat manusia salju mereka seperti Olaf di film Frozen.
"Tatak, ini uat angannya ya," ucap Keenan memberikan kayu ranting pada kakaknya.
"Thanks Kee," sahut Flo dengan menerima kayu ranting itu.
Arse yang melihat anak, menantu serta cucu-cucunya yang berwarna-warni itu merangkul Bianca dalam pelukannya.
"Bee, apa kau mau tahu rahasia?" tanya Arse kemudian.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Gigiku tadi lepas lagi satu," ucap Arse.
Bianca terkekeh mendengarnya. "Aku lepas dua!"
"Apa kita akan menjadi ompong, Bee?"
Dan malam harinya, waktunya membuka kotak permintaan ke-17 cucunya. Arse sudah mulai berdebar, takut permintaan mereka akan aneh-aneh seperti tahun lalu.
Tapi saat membukanya, mata Arse berkaca-kaca saat membaca permintaan ke-17 cucunya yang permintaannya sama.
Kami ingin Opa dan Oma selalu sehat dan dipanjangkan umurnya karena kami ingin terus melihat senyuman diwajah Opa dan Oma kami
"We love you, Oma Opa!"
Suara itu terdengar bersamaan dengan ke-17 cucunya yang memeluk Arse dan Bianca.
Melihat situasi kondusif, Tira mewakili yang lainnya berdehem dan berkata. "Mom, Dad. Nikmatilah waktu dengan cucu kalian karena kami semua akan bernostalgia bagaimana cara membuat mereka!"
"Alamak, kita dijadikan baby sitter, Bee!"
*****
__ADS_1
HAPPY ENDING