Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Mimpi jadi nyata?


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Grey menarik trisula itu dengan sekuat tenaga dan saat mulai bergerak, Arse segera menarik Lotus laut itu dari pangkal trisula yang dicabut.


10 detik


9 detik


8 detik


7 detik


6 detik


5 detik


4 detik


3 detik


2 detik


1 detik


Naku yang sudah mendapat kode merah langsung menarik keduanya tapi bersamaan dengan itu trisula yang dicabut juga menyebabkan gelombang besar yang mana membuat Grey terpental sampai selang yang ada ditubuhnya lepas. Arse sempat menarik selang yang terlepas itu tapi karena kuatnya gelombang dan tubuhnya sudah mulai tertarik, akhirnya selang itu terlepas dari tangannya.


Dan Grey entah kemana, sudah tidak terlihat lagi dari pandangan matanya.


Sampai dia masuk ke kapal selam lagi, Arse langsung membuka helmnya dan memberikan Lotus laut yang ada ditangannya pada Naku.


Arse berlari ke layar komputer untuk melacak keberadaan Grey tapi di layar komputer itu tidak ada apapun lagi.


"Dad, dimana Grey?" tanya Naku panik.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu gelombang besar datang seolah Poseidon marah karena trisulanya dicabut disana.


"Kita harus naik ke permukaan!" teriak Naku dibalik kemudi.


Arse menggeleng. "Kita harus mencari Grey!" teriaknya tak mau kalah.


Gelombang sudah menghantam kapal selam mereka membuat keadaan di dalam sana tidak stabil.


"Jika kapal selam rusak dan oksigen habis kita tidak bisa membawa Lotus laut ini untuk Silver!" pekik Naku yang kalut.


Dengan berat hati dia menaikkan kapal selam karena gelombang di Zona Abisal itu terus menghantam mereka.


Arse terus tertunduk disana, dia bingung harus mengatakan apa pada Silver nanti.


Dad, tolong bawa suamiku kembali dengan selamat!


Dia mengingat perkataan Silver sebelum naik ke kapal selam sebelumnya.


"Maafkan daddy padahal daddy ingin menjadikan Grey wakil kapten tapi dia mengorbankan dirinya untukmu, Sweety," lirih Arse dengan berkaca-kaca.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Silver berada di dek kapal dengan selimut tebal yang dia bungkus ke tubuhnya. Dia tidak bisa membayangkan dinginnya di bawah sana seperti apa bahkan nafasnya saja berasap saat ini.


Dia memandangi cincin kerang yang diberikan Grey dan masih tersemat di jemarinya. Silver membayangkan akan menjalani hidup normal setelah ini, dia akan menjadi seorang istri dan ibu sekaligus.


"Aku akan membuat daftar apa-apa saja yang selama ini aku inginkan! Membayangkan saja sudah membuatku senang!"


Di sini senang, di sana senang


Di mana-mana hatiku senang


Di sini senang, di sana senang

__ADS_1


Di mana-mana hatiku senang


La-la-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la, la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la, la-la-la-la


Silver bergumam dan bernyanyi hingga tak lama kapal selam yang ditunggunya menyembul ke permukaan.


Seakan lupa dengan kehamilannya, dia berlari ke sisi kapal dengan berteriak memanggil Bianca.


"Mom... Mom...," teriak Silver. "Mereka sudah kembali!"


Saat pintu kapal selam dibuka, Naku keluar duluan dengan tertunduk lemas.


"Bang, gagal lagi ya?" tanya Silver.


Naku menggeleng, dia menahan bau Silver dan memeluk adik perempuannya itu.


"Abang tahu, adikku wanita yang kuat," ucapnya.


Silver mengernyit tidak mengerti sampai Arse juga keluar dengan membawa Lotus laut yang selama ini mereka cari, senyuman Silver mengembang tapi sedetik kemudian dia mencari suaminya karena tak kunjung muncul.


"Dad, dimana Grey?" tanya Silver.


Arse menyerahkan Lotus laut itu ditangan putrinya. "Grey, ada disini!"


"Apa maksudnya, Dad?" tanya Silver mulai panik. Lalu dia menatap Naku lagi. "Bang, dimana Grey?"


Tidak ada yang sanggup menjawab sampai Silver terduduk disana dengan memandangi Lotus laut itu dengan tetesan airmata.

__ADS_1


"Apa mimpiku jadi kenyataan sekarang?" lirih Silver.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2