
๐น๐น๐น
"Kau mencium bau tidak sedap disini, Grey?" tanya Jane yang fokusnya tertuju pada lemari pakaian di kamar itu.
Tentu saja aroma tubuh Silver sudah menguar karena dia berkeringatan di dalam sana.
Lain hal dengan Jane justru Grey mencium aroma harum di kamar itu.
"Lebih baik kita keluar!" ajak Grey menggandeng tangan Jane keluar dari kamar Silver dan mengantar Jane ke unit apartemennya.
Sebelum Grey berbalik ingin kembali, Jane mencoba menahannya sebentar dan mencium bibirnya tapi diluar dugaan Grey tidak membalasnya justru mencium keningnya.
"Istirahatlah!" ucap Grey berlalu pergi.
Jane mendengus kesal diperlakukan seperti itu tapi dia menatap cincin dijemarinya dengan senyum kemenangan sebentar lagi dia akan memiliki Grey seutuhnya. Jane masuk kedalam lalu membuka laci nakasnya disana ada sebuah testpeck dengan hasil positif.
Jane yang curiga jika dia tidak kunjung datang bulan akhirnya memberanikan diri untuk mengecek apakah dia hamil atau tidak ternyata setelah dia test hasilnya positif. Jane sempat frustasi, dia pikir setelah Hans dipenjara dan mendapat video panasnya masalah akan selesai. Ternyata masalah baru justru muncul lagi.
"Aku harus menikah dengan Grey secepatnya," gumam Jane dengan mengelus perutnya yang masih rata.
Sementara Grey yang sudah kembali ke apartemennya dengan cepat mencari Silver. Saat masuk dalam kamar Silver, dia terkejut mendapati jika gadis itu tengah berkemas.
"Kau akan kemana?" tanya Grey penasaran.
__ADS_1
Silver menghentikan kegiatannya sejenak lalu menatap Grey yang mendekatinya. "Aku ingin pergi ke tempat Uncle Cello di Oxford. Aku akan menunggu Abangku menjemputku disana!" jawabnya.
Grey mengernyit tidak mengerti. "Maksudmu apa?"
"Aku ingin kembali ke Jerman!" jawab Silver singkat.
Silver mulai berkemas lagi tapi tangannya dicekal oleh Grey begitu saja.
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Grey gusar.
"Kau akan menikah dengan kekasihmu Grey! Lantas apa gunanya aku disini? Aku hanya akan menyusahkanmu! Aku sudah menemukan petunjuk tentang Lotus laut yang aku cari dan... " Silver melepas cincin dijemarinya lalu memberikannya pada Grey. "Aku akan melepasmu sebelum menyukaimu semakin dalam!"
Grey menerima cincin itu dengan perasaan sulit diartikan. Awalnya dia memang merasa keberatan dengan keberadaan Silver tapi semakin kesini dia juga tidak ingin melepas gadis itu begitu saja.
"Bukankah kau seharusnya senang aku tidak mengganggumu lagi?" tanya Silver kemudian.
Silver berlalu menjauhi Grey, dia ke dapur untuk mencari wadah yang akan dia gunakan untuk membawa Cimot bersamanya.
Silver kembali ke kamarnya dan masuk dalam kamar mandi untuk mengambil ikan kerapunya disana.
"Ayo kita kembali ke lautan, Cimot!" ucapnya.
Grey yang melihat itu semakin gusar dia merebut Cimot dari tangan Silver. "Ini punyaku! Bukankah kau sudah memberikannya padaku? Apa kau lupa?"
__ADS_1
"Tapi kau sudah menolakku Grey! Jadi Cimot kembali padaku!" ucap Silver berusaha merebut ikan kerapunya.
Grey menaikkan Cimot keatas membuat Silver kesulitan menggapainya. Sementara Grey terus saja memandangi wajah Silver yang semakin dekat padanya. Lagi-lagi Grey mencium aroma Silver yang memabukkan.
CUP!
Grey mengecup bibir Silver karena tidak tahan yang mana membuat Silver langsung memundurkan tubuhnya.
"Grey jangan membuatku bingung!" pekik Silver.
"Bingung kenapa?" tanya Grey mendekati Silver dan mengukung pergerakannya lalu Grey kembali memasangkan cincin yang dikembalikan Silver sebelumnya ke jari manis Silver lagi.
"Apa kau juga melamarku Grey? Apa kau akan meminta pertanggung jawaban dariku?" tanya Silver penuh selidik.
"Tanggung jawab?" gumam Grey tidak mengerti.
"Tanggung jawab karena aku telah merebut keperawananmu! Bukankah aku berbuat cabul padamu?" tanya Silver yang mengira mereka sudah melakukan hubungan terlarang itu.
Mendengar itu muncul sebuah ide di kepala Grey agar Silver mengurungkan niatnya kembali ke Jerman.
"Iya, aku butuh tanggung jawabmu, Silver!"
๐น๐น๐น
__ADS_1