
๐น๐น๐น
ILUSTRASI LOTUS LAUT
Naku dengan hati-hati meraih Lotus laut yang susah payah didapatkan dan segera mengekstraknya sebelum bunga laut langka itu layu.
Dia memasukkan di alat yang sudah dia buat bertahun-tahun lamanya. Alat itu akan mengekstrak sari-sari dari Lotus laut itu hingga menghasilkan cairan ekstrak.
Setelah berhasil, dia segera membawa cairan ekstrak yang dihasilkan ke kamar Silver berada tapi saat sampai di pintu kamar disana tampak Arse dan Bianca menggendor-gedor pintu kamar Silver yang mana Silver mengurung dirinya di kamar.
"Silver, Sweety! Buka pintunya! Jangan begini!" teriak Bianca dengan isak tangisnya.
"Sudahlah, Bee. Mungkin Silver butuh waktu sendiri," bujuk Arse yang tak kalah kalutnya.
"Aku mengkhawatirkan kandungannya, bagaimana jika dia mengalami pendarahan lagi?" Bianca semakin dibuat cemas.
Sementara Silver di dalam kamarnya terus menangis memikirkan suaminya, Silver tidur melengkung seperti siput dengan terus memegang perutnya.
Airmata terus mengalir tanpa kata-kata dan suara seakan menggambarkan betapa kacau pikirannya saat ini.
"Kau mengajariku semuanya tapi kau tidak pernah mengajariku bagaimana caranya hidup kehilanganmu, Grey!" lirihnya pilu.
__ADS_1
"Kau meninggalkanku dan bayi kita!"
Silver berbicara seolah Grey ada di depannya saat ini. Dan sedetik kemudian perutnya terasa keram lagi.
Dan kau adalah kelemahanku Silver, berjanjilah kau akan selalu baik-baik saja!
Bersamaan dengan itu, Silver mengingat perkataan suaminya.
"Bagaimana aku bisa baik-baik saja? Rasanya sangat menyakitkan! Seharusnya kita tidak pernah bertemu jika harus berpisah dengan cara seperti ini!"
Telinga Silver seolah tidak mendengar teriakan dari luar kamarnya. Yang mana membuat Naku gusar dan terpaksa mendobrak pintu kamar adiknya.
Saat pintu berhasil terbuka, Naku melihat keadaan adiknya yang mengenaskan.
Silver masih dalam posisinya dan menatap Naku dengan pandangan kosongnya.
"Silver, aku tahu rasanya sangat berat tapi pikirkan bayimu! Apa kau juga ingin kehilangannya?" tanya Naku kemudian.
Silver menggeleng tanpa menjawab apapun yang mana membuat Naku membantu adiknya itu untuk duduk lalu memberikan cairan ekstrak dari Lotus laut.
"Jangan jadikan perjuangan Grey sia-sia, ini tanda cintanya untukmu!" bujuk Naku.
"Apa ini semua sebanding, Bang?" Silver akhirnya bersuara dengan nada frustasi.
__ADS_1
"Kita akan tahu jika kau sudah meminumnya!"
Silver menerima cairan ekstrak itu dan langsung meminumnya tanpa ragu. Setelah itu mereka terdiam sampai Naku mencium aroma bau Silver menghilang berganti dengan bau harum yang menguar dari tubuh adiknya itu.
"Perjuangan Grey sebanding, kau sangat harum adikku," ucap Naku memeluk Silver dengan meneteskan air matanya. Akhirnya penderitaan adiknya selama 20 tahun lebih telah hilang.
Bersamaan dengan itu Arse dan Bianca ikut masuk kedalam kamar karena sebelumnya mereka memberi waktu berdua dua anaknya agar Naku bisa membujuk Silver.
"Dad....," lirih Silver. "Kita menang!"
Arse langsung memeluk putri kesayangannya itu. Demi Tuhan, Silver begitu harum mungkin inilah yang Grey cium dari Silver selama ini. Dan mungkin kenapa hanya Grey yang tidak bisa mencium aroma bau Silver karena memang dia ditakdirkan jadi penyelamat Silver.
"Maafkan daddy yang gagal membawa Grey kembali," ucap Arse kemudian.
Silver tidak menjawab tapi meneteskan air matanya lagi dan Bianca juga ikut memeluk putrinya itu.
"Kau harus kuat, karena ada Grey junior diperutmu, Sweety!" ucapnya.
Silver menghapus airmatanya karena memang dia ingin menjaga bayinya agar kuat didalam sana dan teringat janjinya pada suaminya.
"Aku akan berjalan ke daratan dengan bangga setelah ini," ucap Silver kemudian.
๐น๐น๐น
__ADS_1