
๐น๐น๐น
"Kenapa bentuknya seperti kepompong?" tanya Silver.
Saat ini dia ditemani oleh mommy Bianca tengah memeriksakan kandungannya di rumah sakit ibu dan anak.
Dokter terkekeh mendengar pertanyaan Silver. "Di usai 8 minggu embrio sudah menjadi janin dan bentuknya menyerupai kacang merah bukan kepompong!"
"Di usia 8 minggu kehamilan, bayi Anda sudah sebesar kacang merah dan panjangnya sekitar 2,7 cm. Bayi terus bergerak dan mengalami perkembangan di dalam tubuh Anda. Tangan dan kaki bayi Anda baru mulai terbentuk. Namun, bayi Anda hanya mampu menekuk siku dan pergelangan tangannya. Mata bayi akan lebih jelas karena retina telah mulai mengembangkan pigmen!" jelas Dokter.
Yang mana membuat Silver mengusap perutnya penuh kasih sayang saat sudah selesai melakukan USG.
"Putriku baru melakukan pelayaran selama 2 bulan lebih lamanya dan setelah ini kami akan melakukan perjalanan lagi ke Indonesia. Apa kandungannya akan baik-baik saja, Dok?" tanya Bianca cemas.
"Banyak ahli berpendapat bahwa masa yang paling aman bagi ibu hamil untuk naik pesawat dan bepergian jauh adalah saat memasuki trimester 2. Namun, bukan berarti ibu yang hamil muda tidak boleh sama sekali naik pesawat. Selama ibu dan janin dalam kondisi sehat, maka ibu hamil diperbolehkan naik pesawat. Karena saya melihat ibu dan janin sehat, jadi untuk melakukan perjalanan ke Indonesia tidak masalah asal istirahat yang cukup jangan sampai kelelahan dan juga perhatikan asupan makanan yang bergizi. Yang paling penting jangan setres! Saya akan meresepkan vitaminnya!" jelas Dokter panjang lebar.
__ADS_1
Bianca tampak puas dengan jawaban Dokter, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarganya di Indonesia. Apalagi orangtuanya yang semakin menua sekarang, Cello adiknya menetap di Oxford membuat Jaya dan Lili ditemani oleh Pandawa dan Pandawi dimasa tua mereka. Begitu pula dengan kedua mertuanya Abbas dan Adel.
"Aku tidak sabar bertemu dengan mereka," lirih Bianca karena semakin tua yang dia inginkan hanya berkumpul bersama keluarganya.
Silver yang menyadari itu, menggenggam tangan mommynya dengan erat. "Maafkan aku, Mom! Seharusnya aku tidak menambah beban keluarga lagi tapi justru sekarang aku dan anakku akan menjadi beban kalian lagi!"
Kini keduanya tengah menunggu resep vitamin dari dokter di apotik rumah sakit ibu dan anak itu.
"Kau itu bicara apa! Kau dan anakmu bukan beban keluarga! Kami menyayangimu begitu juga dengan calon bayimu! Tugasmu hanya menjaga bayimu baik-baik saja sampai melahirkan nanti," ucap Bianca yang tidak suka dengan perkataan putrinya.
๐น๐น๐น
Bandara Internasional Soekarno Hatta
Akhirnya pesawat yang ditumpangi keluarga Arse dari Berlin ke Jakarta mendarat setelah 16 jam lebih mereka mengudara.
"Apa mobil jemputan sudah tiba?" tanya Arse pada anak laki-laki keempatnya.
__ADS_1
Naku segera meraih ponselnya mencoba menghubungi pacarnya yang datang menjemput.
"Ay, ada dimana?" tanya Naku yang saat ini sudah ada di pintu keluar bandara.
Dan tak lama wanita yang semakin hari semakin cantik berteriak dan berlari mendatangi Naku dengan meloncatkan badannya.
"Ayang....," teriak Blue yang badannya langsung ditangkap oleh Naku. "Aku merindukanmu!"
Naku terkekeh mendengarnya. "Aku juga merindukanmu, Ay!"
"Jadi, apa sekarang kita bisa making love?" tanya Blue tanpa beban.
"Kita harus menikah dulu, okay! Kita sudah sering membahas ini dan sekarang Silver masih kehilangan Grey jadi kita hibur dia dulu," bujuk Naku.
Blue mendengus kesal karena sudah 13 tahun lebih dia ingin making love dengan pacarnya tapi tidak pernah terwujud. "Baiklah, tapi kita main isap-isapan ya! Aku merindukan timun emasnya Ayang!"
๐น๐น๐น
__ADS_1