
๐น๐น๐น
Sebelumnya, Grey dan kedua orangtuanya sudah sampai ke Indonesia setelah menempuh perjalanan 12 jam lebih dari Texas.
Naku yang mengetahui kedatangan mereka menjemput mereka ke bandara.
Saat melihat Grey keluar dari pintu bandara, Naku langsung memeluk adik iparnya itu.
"Kau berhutang banyak penjelasan padaku," ucapnya.
"Akan aku jelaskan jika aku sudah bertemu dengan adikmu," jawab Grey kemudian.
"Dasar bucin!" Naku memberikan sebuah key card hotel pada Grey. "Kurasa kalian butuh waktu berdua, gunakan chip karena Veronica yang akan memberitahu dimana istrimu sekarang!"
Tak mau menunggu lama lagi, Grey segera mendatangi Silver dengan memesan taksi karena dia belum tahu jalanan ibukota. Dan Naku membawa Kate dan Nick ke mansion keluarganya karena disana mereka sudah ditunggu kedatangannya.
Veronica sudah memberitahu lokasi Silver yang ada di butik saat sampai disana, Grey segera masuk ke dalam butik untuk mencari istrinya tapi disana dia tidak menemukan keberadaan Silver.
"Kau pasti Grey kan?" tanya Timmy tidak percaya.
Grey mengangguk. "Dimana Silver?"
"Silver ada di toko parfum di seberang butik!" jawab Sasa haru.
__ADS_1
Grey segera keluar dari butik sementara Pandawi disana mengintip dari balik kaca butik karena penasaran apa yang terjadi selanjutnya.
Saat Grey keluar bersamaan dengan Silver yang keluar dari toko parfum dan dia melihat Silver tengah sibuk menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
Grey memandangnya dengan berkaca-kaca apalagi melihat Silver semakin mendekatinya sampai dia merasa istrinya itu menubruknya.
"Imajinasi luar biasa," ucap Silver yang mana membuat Grey terkekeh geli mendengarnya ternyata Silver mengira jika dirinya adalah imajinasi.
Ternyata istrinya masih sangat polos, Grey menggenggam tangan Silver dan membawanya masuk ke dalam taksi untuk menuju hotel dimana Naku memesankan kamar hotel untuknya.
Sementara Pandawi mendesah bersama melihat adegan pertemuan Silver dengan suaminya.
"Mereka pasti akan making love kan," ucap Blue.
"Hahaha... hentikan!" pekik Blue disana.
"Makanya jangan berpikiran kotor terus!"
๐น๐น๐น
Didalam taksi, Silver terus memandangi wajah Grey dengan lekat. Dia masih berpikir jika Grey yang ada bersamanya adalah imajinasi semata tapi rasanya imajinasinya kali ini begitu nyata.
Sampai taksi itu berhenti di sebuah hotel dan Silver bergumam lagi. "Astaga, imajinasiku sangat liar bahkan sampai ke hotel segala!"
__ADS_1
Lagi-lagi tangannya digenggam oleh Grey dan membawanya ke sebuah kamar di hotel itu.
Grey tidak mengucapkan sepatah katapun membuat Silver terus berpikir jika semua ini adalah imajinasi liarnya.
Apalagi saat melihat Grey membuka seluruh pakaiannya membuat badannya panas dingin.
Grey mendekati Silver dan membingkai wajah cantik istrinya yang kebingungan lalu menaut bibirnya dengan lembut. Setelah itu dia menghirup aroma Silver yang sangat dia rindukan.
"Akhh....," desah Silver saat Grey menyesap lehernya dengan meremas dadanya yang mulai membesar.
"Ini imajinasi terliarku," gumam Silver dalam hati.
Grey mulai melucuti pakaian istrinya lalu mengusap perut Silver yang menjadi wadah buah cintanya tumbuh. Grey berlutut dan mencium perut itu lalu berkata. "Daddy kembali!"
Silver merasa tubuhnya diangkat oleh Grey dan dibaringkan keatas ranjang, mereka berdua sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.
Saat Grey mulai dengan penyatuannya, disitulah Silver baru sadar jika ini bukan imajinasi belaka. Rasa nikmat desakan benda tumpul itu menyadarkan jika Grey adalah nyata.
"Grey, kau kah ini?" tanya Silver terbata.
"Aku merindukanmu, Honey!" jawab Grey dengan mulai bergerak memompa istrinya.
"Bagaimana... Akhh..." seribu pertanyaan bersarang dikepala Silver saat ini tapi pertanyaan itu seakan buyar karena kenikmatan yang menerjang tubuhnya sekarang. "Akhh... kita lanjut pertanyaannya setelah minyak panasmu keluar Grey... Akhh..."
__ADS_1
๐น๐น๐น