
Grey tidak ingin menyia-nyiakan waktunya, melihat kedua anaknya berenang bersama orangtuanya. Dia segera menarik istrinya ke kamar yang dulu mereka tempati sebelum pindah.
"Grey...," protes Silver saat tiba-tiba suaminya itu menggendongnya masuk dalam lift mansion.
Didalam lift Grey terus menciumi istrinya sampai membuat Silver kewalahan karena tidak mampu mengimbangi ciuman suaminya.
"Jangan sampai gagal hareudang lagi, Honey," ucap Grey saat melepas ciumannya.
Mereka dengan cepat masuk ke kamar dan menguncinya setelah itu dengan cepat pula mereka menanggalkan baju mereka.
"Kita seperti pasangan selingkuh, Grey," ucap Silver dengan terkekeh.
"Mau bagaimana lagi dua anak kita selalu mengganggu," sahut Grey yang mulai menciumi tubuh polos istrinya.
Lalu dia berbisik. "Tapi aku bahagia akan kehadiran mereka! Thanks Honey!"
Grey mengusap dan mencium perut Silver yang terdapat bekas luka operasi saat melahirkan kedua anaknya.
Tubuh Silver sudah bergetar hebat saat Grey membuka kakinya dan mencicipi tubuhnya dibawah sana. Grey begitu lihai bermain lidahnya sampai membuat Silver menggelinjang tak karuan.
"Grey, do it," pinta Silver. "I want you!"
__ADS_1
Grey tersenyum miring dan mulai memposisikan kejantanannya yang sudah menegang sedari tadi.
"Argh!" Grey menggeram saat berhasil masuk pada kewanitaan sang istri yang sangat ketat.
"You so tight, Honey," ucap Grey mulai bergerak perlahan dengan memberi ciuman bibir pada istrinya yang tampak menikmati permainannya.
Dalam tautan ciuman Silver mengerang saat suaminya mulai mempercepat tempo permainannya. Sampai akhirnya ciuman mereka terlepas dan mereka mengerang bersama. Mungkin jika kamar itu tidak kedap suara, suara percintaan mereka akan memenuhi mansion disana.
Disisi lain, Flo dan Keenan sudah selesai berenang. Mereka memakai bathrobe yang sudah disiapkan lalu minum orange juice dan coklat yang Flo bawa sebelumnya.
"Ana mumy?" tanya Keenan pada kakaknya.
Flo melirik kanan kiri mencari orangtuanya tapi tidak menemukan mereka. "Mungkin di kamar, ayo kita kesana!"
Mereka saling berpelukan di kursi santai yang ada di pinggir kolam renang.
"Kira-kira apa yang dilakukan Silver dan Grey?" tanya Kate kemudian.
"Mungkin mereka sedang bermesraan seperti kita, setelah memiliki anak pasti mereka jarang memiliki quality time berdua," sahut Nick.
"Jadi maksudmu mereka melakukan permainan bisbol," ucap Kate lagi.
__ADS_1
"I think so!"
"Apa perlu kita panggil Flo dan Kee untuk kembali? mereka pasti akan mengganggu, aku tahu rasanya diganggu saat enak-enaknya, Nick!"
"Mungkin mereka sudah selesai, Kitty!"
Tapi dugaan Nick salah, di dalam kamar permainan Grey dan Silver justru semakin panas. Suara erangan Silver mengiringi percintaan mereka, apalagi saat Grey mengganti posisi dan menyuntiknya dari belakang.
"Grey....," rengek Silver yang ingin mendapat pelepasan untuk kesekian kalinya sementara suaminya dari tadi belum mendapatkan yang pertama.
Grey yang mengerti meraih pinggang istrinya dan mempercepat hentakannya.
"Bersama, Honey," ucap Grey dengan bergerak cepat dan cepat sampai dia merasa pelepasan itu akan datang.
Bersamaan dengan itu, pintu kamar diketuk oleh Flo dan Keenan yang mencari orangtuanya.
"Mom, Dad...," panggil Flo.
"Mumy....," Keenan tak mau kalah.
Yang mana membuat konsentrasi Grey buyar dan pelepasan itu tidak jadi datang. "Oh God! padahal sebentar lagi!"
__ADS_1
"Honey, malam ini kita menginap di hotel," ucap Grey kemudian.