Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Bonchap - Cabut Kata


__ADS_3

Akhirnya Arse dan cucu-cucunya kecuali Keenan menghias pohon natal di dalam mansion. Mereka semua menempel dan menggantung segala hiasan di pohon itu lalu mereka menuliskan permintaan mereka dan memasukkan dalam kotak yang nantinya kotak itu akan dibaca Opa Sinterklas mereka.


"Semua sudah selesai?" tanya Flo.


Semuanya mengangguk dan memasukkan kertas permintaan mereka dalam kotak.


"Aku akan menuliskan permintaan Kee dulu," ucap Flo dengan menulis lagi sebagai perwakilan Keenan.


Setelah selesai mereka menaruh kotak itu dibawah pohon natal. Bersamaan dengan itu Keenan yang baru bangun dari tidurnya ikut bergabung.


"Kee, sini...."


"Adi ndak au cama Kee," gerutu bocah itu.


Arse yang melihat itu gemas sendiri, lalu dia mengambil hiasan bintang yang akan ditaruh di puncak pohon natal. Arse menggendong Keenan dan menyuruh Keenan untuk memasang bintang itu.


"Good job, Kee!" ucap Arse saat Keenan berhasil menaruhnya.


"Capa ulu, Kee itu loh..."


"Kita makan es krim yuk!" ajak Arse pada ke-17 cucunya.


*****

__ADS_1


Karena meja makan tidak muat untuk semua anggota keluarga, akhirnya meja makan disingkirkan dan karpet digelar untuk makan malam.


Acara makan malam itu persis seperti acara kawinan karena jumlah makanan yang sangat banyak.


Setelah Arse selesai memimpin doa, semua anggota keluarga makan seperti dikejar-kejar debt collector karena mereka berebut makanan.


Apalagi A, I, U, E, O yang makannya banyak mengambil nasi dan lauk sampai isi piringnya menjulang tinggi.


Para wanita hanya bisa mendesah pelan, mereka masak hampir seharian tapi tandas dalam hitungan menit.


"Kita pesan makanan delivery saja, Honey. Keponakanmu semua seperti keluar dari gunung, padahal aku ingin coba semur jengkol tapi sudah habis," bisik Grey pada istrinya yang tidak kebagian makanan.


Silver terkekeh mendengarnya lalu dia balik berbisik. "Aku juga ingin makan telur gulung, cilok, cireng, batagor!"


Arse yang mendengar itu menjadi gusar. "Tidak ada acara titip-titip anak! Semuanya harus mengawasi anak masing-masing!"


Pada akhirnya malam itu yang tidak kebagian makanan memesan pizza delivery. Tapi saat pizza itu datang anak Pandawa langsung menyerbunya hingga tandas yang mana membuat Grey langsung mengamankan kedua anaknya ke kamar.


Didalam kamar, Flo sedang bermain bersama Keenan diatas ranjang.


"Ayo berhitung, Kee!" perintah Flo.


"Atu, ua, iga, ima, epuluh!" ucap Keenan.

__ADS_1


"Salah Kee, satu dua tiga empat lima enam..."


Grey bernafas lega karena kedua anaknya masih normal.


"Honey, lama-lama di Indonesia tidak baik untuk kesehatan jantungku," keluh Grey kemudian.


Silver yang menyusun baju-baju anaknya menghentikan kegiatannya sejenak lalu mendekati suaminya. Silver duduk dan memeluk Grey yang dari tadi memperhatikan kedua anaknya bermain.


"Mereka masih anak-anak Grey jadi wajar begitu. Kita seharusnya bersyukur kedua anak kita tidak suka berbuat ulah jadi tidak membuat kita darah tinggi," ucap Silver mencoba menenangkan suaminya.


"Maafkan aku, tapi tidak terbiasa melihat anak-anak yang berulah karena anak kita bertingkah wajar!"


Baru saja Grey selesai bicara tiba-tiba Keenan berdiri lalu membuka popoknya karena Keenan memang masih memakai popok. Keenan menarik popoknya lalu berjongkok diatas popok itu.


"Apa yang kau lakukan, Kee?" tanya Flo heran karena adiknya tiba-tiba seperti itu.


"Au pup, alau di opok ikin antat Kee atal!" jawab Keenan yang mulai mengejan.


"Mom...Dad...," pekik Flo histeris.


"Aku cabut kata-kataku! Kee sepertinya menurun gen Opanya!" gumam Grey kemudian.


*****

__ADS_1


Translate Keenan : Mau pup, kalau di popok bikin pantat Kee gatal


__ADS_2