Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Bonchap - ID Card


__ADS_3

"Mommy dan daddy sedang apa?" tanya Flo saat Silver membuka pintu dan tampak masih berkeringat.


"Sedang membersihkan kamar dengan daddy," jawab Silver dengan berusaha mengatur nafasnya. Lalu dia menggendong anak laki-lakinya yang tampak kelelahan. "Waktunya tidur siang, Kee!"


"Flo, main dulu sama daddy," ucap Silver pada anak perempuannya.


Lalu Silver membawa Keenan yang sudah mengantuk berat dalam pelukannya.


"Ada apa, Honey?" tanya Grey kemudian.


"Kee, waktunya tidur siang!" jawab Silver. "Ayo Kee, Nyonyok dulu!"


"Ndak au Nyonyok agi," jawab Keenan dengan menahan kantuknya.


"Kok tumben!"


"Au adi akik, mumy!"


Silver akhirnya menimang-nimang Keenan supaya tertidur sementara Grey mendatangi Flo yang sudah menunggunya.


"Ayo kita datangi Grandma dan Grandpa," ajak Grey dengan menggendong Flo ke kolam renang.

__ADS_1


Disana Nick dan Kate masih menikmati waktu mereka berdua sampai Grey yang menggendong Flo ikut bergabung.


"Mom, Dad. Aku titip Flo dan Kee tapi kenapa mereka bisa mengganggu waktuku bersama Silver," keluh Grey disana.


Flo yang mendengar itu tentu saja bingung. "Bukannya Daddy sedang membersihkan kamar dengan mommy?"


"Membersihkan dalam kata lain itu, Flo," celetuk Kate.


"Kitty...," tegur Nick. Lalu dia beralih pada anaknya. "Daddy kira kau sudah selesai!"


"Sebentar lagi, Dad!"


Yang mana membuat Kate langsung berdehem. "Kalian itu sama saja!"


Kate membawa Flo ke taman belakang mansion dan melakukan panggilan video bersama Bianca.


Bianca saat itu tengah sibuk di mansionnya karena sebentar lagi hari Natal, setiap tahun anak-anak dan cucu-cucunya pasti akan berkumpul di mansionnya. Untuk itu, dia mempersiapkan semuanya, dari kamar mainan serta bahan-bahan makanan yang banyak.


"Hallo, Oma," ucap Flo saat panggilan video itu tersambung.


"Oh Stella-ku!" jawab Bianca yang menyematkan nama brand pengharum ruangan pada cucunya itu karena Flo memang seperti pengharum ruangan berjalan.

__ADS_1


"Bagaimana persiapannya, Bee?" tanya Kate menyela.


"Sudah 70℅ dan aku sangat tidak sabar menyambut cucu-cucuku yang seperti pelangi-pelangi alangkah indahmu," jawab Bianca disana. "Kau juga ikut kemari kan, Kate?"


Kate menggeleng. "Natal tahun ini seperti biasa, Bee. Aku ke New York merayakan bersama Mich dan keluarganya dan juga mertuaku!"


"Oma, aku mau hadiah yang besar bilang pada Opa Sinterklas!" ucap Flo kemudian.


Memang setiap tahun Arse menjadi Sinterklas untuk ke 17 cucunya yang mana mereka meminta keinginan mereka pada Opa Arse. Dan Arse selalu berusaha menuruti kemauan mereka.


"Opa Sinterklas-mu sedang sibuk menyambut kedatangan kalian!" sahut Bianca.


Setelah itu, Bianca mencari suaminya yang sibuk di ruang kerjanya dimana disana Arse tampak sibuk berkutat dengan laptopnya.


Arse tengah membuat ID card untuk cucu-cucunya, bayangkan saja mereka ada 17 apalagi rata-rata mereka kembar dan seumuran hanya Keenan saja paling kecil. Dan Arse sering tertukar jika memanggil mereka, oleh karena itu dia membuat ID card supaya jika memanggil cucu-cucunya tidak tertukar lagi.


"Sudah jadi?" tanya Bianca.


Arse yang melihat istrinya datang segera menariknya ke pangkuannya. "Aku tidak sabar bertemu dengan mereka, Bee!"


Memang setelah menikah, Pandawa hidup terpisah dari mereka yang mana membuat mansionnya jadi sepi.

__ADS_1


Bianca menghela nafasnya. "Aku sudah menyembunyikan semua barang-barang antik dan juga barang-barang pecah belah semua di gudang!"


"Cucu-cucu kita pasti akan melompat, memanjat, berguling, meraung!"


__ADS_2