
๐น๐น๐น
"Kau menikah dengan Grey tanpa restu dari kami dan Daddy?" tanya kelima para Abangnya yang dari tadi mengulang pertanyaan yang sama secara bergantian.
"Maafkan aku, Bang!" lirih Silver.
"Kami kecewa padamu, Silver! Jadi, perjuangan kita selama ini kau anggap apa?"
"Hanya karena Grey yang tidak bisa mencium aromamu, kau mengabaikan kami begitu?"
"Bukan begitu, Bang... "
Perkataan Silver belum selesai tapi kelima Abangnya justru berlalu pergi meninggalkan Silver dan Grey di kamar hotel itu.
Grey dengan segera memakai bajunya dan menghampiri istrinya itu. Grey memeluk Silver yang tengah tertunduk menangis.
"Tidak apa-apa, ayo kita susul mereka. Kita minta restu pada daddymu," bujuk Grey.
"Aku takut daddyku marah Grey! Kau bisa dikebiri bahkan aku belum merasakan sotong lautmu!" sahut Silver yang memikirkan keadaan suaminya.
Grey sebenarnya juga takut akan kemarahan Arse yang kadang suka gila tapi demi tanggung jawabnya dia akan menghadapi semuanya.
Dan mereka akhirnya menyusul ke dermaga dengan terus bergandengan tangan. Tapi saat di perjalanan mereka melihat Pandawa tengah menyorong koper mereka dan bersiap pergi. Sontak membuat Silver dan Grey mendekati mereka.
__ADS_1
"Para Abang mau kemana?" tanya Silver kemudian.
"Kami mau ke Berlin dan akan segera pulang ke Indonesia! Bukankah kau tidak butuh kami, Silver?"
"Kami bahkan meninggalkan pekerjaan kami karena mendengar kau menangis, Silver. Tapi sekarang apa?"
"Bukankah kau sudah bahagia sekarang bisa menikah?"
Silver semakin merasa bersalah pada keluarganya, dia tidak pernah melihat para Abangnya bertindak demikian. Pasti mereka sangat kecewa pada dirinya saat ini.
"Ini bukan salah Silver, aku yang mengajaknya menikah dadakan!" ucap Grey dengan tegas.
Mendengar itu, Silver langsung menoleh kearah suaminya. "Aku juga mau kau nikahi Grey!"
"Aku mencintaimu, Silver!"
"I love you, so much... "
"I love you, much much much more... "
Keduanya lalu berciuman dengan liar sampai Silver naik ke gendongan Grey dan suara kecapan ciuman itu terdengar ke telinga Pandawa yang mana membuat mereka tambah gusar.
"Kalian mau pamer ya!" pekik mereka.
__ADS_1
Sampai terdengar suara tembakan menggema di udara yang mana menghentikan aksi keduanya. Silver turun dari gendongan Grey menatap Daddy Arse yang mendekati mereka dengan wajah merah padam menahan emosinya.
"Dad, aku bisa jelaskan! Tolong dengarkan aku dulu!" ucap Silver memohon.
Arse menatap putrinya itu dengan mata berkaca-kaca. "Kau tahu apa impian daddy selama ini?"
"Tidak ada hari dimana daddy tidak menyesali perbuatan cabul daddy kala itu Silver, daddy selalu menyesalinya setiap hari! Hingga kita sampai di titik ini karena rasa bersalah daddy yang begitu besar padamu! Kami semua berjuang untuk membuatmu sembuh!"
"Daddy hanya minta satu, bisa mengantarmu ke Altar dan melihat senyum bahagiamu disana. Tapi kau memupuskan mimpi daddy!"
"Semua Abangmu bahkan rela menunggumu bersama pasangannya Silver! Tapi kenapa kau menikah tanpa persetujuan kami, apa keluargamu tidak ada artinya dibanding satu Grey yang tidak bisa mencium baumu!"
Silver kembali menangis mendengar kata-kata daddynya. Dan Grey yang melihat itu tidak tega yang salah disini adalah dirinya.
"Ini semua salahku Daddy mertua, bukan salah Silver! Aku yang tiba-tiba membawanya ke Gereja dan menikahinya disana!" ucap Grey pada Arse yang menatapnya tajam.
"Bukan, ini bukan salah Grey! Tapi salahku, jangan kebiri suamiku! Kami belum membuat cucu untukmu, Dad!" sela Silver kemudian.
"Aku yang salah, Silver!"
"Aku yang salah, Grey!"
Yang mana membuat Arse semakin gusar mendengarnya. "Cepat main hompimpa biar tahu yang salah siapa!"
__ADS_1
๐น๐น๐น
Hompimpa Alaium Gambreng... Nah yang salah siapa ini ya?๐