
๐น๐น๐น
Setelah acara resepsi selesai semua pasangan pengantin bermalam di hotel tempat acara itu digelar.
Tira membersihkan dirinya di kamar mandi hotel dengan membaca buku dewasa. Hingga fokusnya terganggu karena ponselnya terus berbunyi karena notifikasi dari grup chat Pandawa.
Dewa : Gimana ini, Bang? Aku grogi sampai perutku mulas ingin boker terus!
Bima : Cepat beli obat! Kita malam ini harus mencetak GOAL!
Juna : Iya harus! Kita harus melepas masa perjaka kita
Naku : Hahaha... aku yang akan mencetak GOAL duluan! Bye....
Tira : Besok pagi kita berkumpul di restaurant hotel!
Setelah mengetik itu, Tira menghela nafasnya panjang karena dia sudah bersiap keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai bathrobe.
Saat keluar, Tira melihat istrinya yang tampak sibuk mempersiapkan sesuatu.
__ADS_1
"Apa itu, istriku?" tegur Tira.
Yang mana membuat Timmy terlonjak kaget, sebelumnya Timmy sudah mandi duluan dan dia juga hanya memakai bathrobe membuat Tira tidak tahan ingin langsung menerbangkan rudalnya.
"Tunggu dulu, suamiku!" ucap Timmy menahan Tira saat akan menciumnya.
"Ada apa?" tanya Tira keheranan.
Timmy lalu menyorong nampan yang disitu ada telur rebus dan juga sayur-sayuran. "Makanlah ini dulu!"
"Nanti saja makannya jika kita sudah terbang ke bulan!" tolak Tira.
Ya, itulah yang ada dipikiran Timmy karena selama ini dia tahu jika keluarga suaminya aneh jadi dia takut gen itu akan menular ke anaknya. Oleh karena itu, Timmy melakukan riset untuk menghasilkan bibit yang sehat.
Akhirnya Tira menurut agar bisa secepatnya melakukan malam unboxing karena jika malam ini gagal pasti dia akan ditertawakan adik-adiknya.
Tira memakan semua telur rebus dan sayur-sayuran yang disediakan Timmy untuknya.
Belum sampai disitu, setelah selesai makan. Timmy mengambil peralatan dokternya dan memeriksa kondisi Tira dari tekanan darah sampai cek gula darah.
__ADS_1
"Apa ini perlu istriku?" protes Tira.
"Sangat perlu," jawab Timmy sambil mengecek hasil gula darah suaminya. "Sepertinya normal!"
"Jadi sekarang kita bisa mulai kan?" tanya Tira kesenangan.
Timmy mengangguk malu sampai akhirnya Tira menggendong istrinya itu keatas ranjang.
Mereka mulai berciuman dengan mesra, ciuman lembut yang semakin menuntut sampai ciuman itu berpindah keleher jenjang sang istri.
Keduanya sudah mulai panas, Tira mulai membuka tali bathrobe yang dikenakan istrinya. Sebelum itu Timmy menahannya sebentar.
"Kenapa lagi?" tanya Tira yang gairahnya sudah memuncak.
"Lakukan dengan pelan dan tidak boleh lebih dari 15 menit! Jadi saat dimenit 14 menit 50 detik sudah harus keluar! Aku akan pasang alarm dulu di ponsel kita berdua!" jelas Timmy.
"Kita sebenarnya mau bercinta atau mengadon kue? Rudalku langsung jadi Letoy, Mbek!!!"
๐น๐น๐น
__ADS_1