
๐น๐น๐น
Cicil tersenyum manis dengan mengaduk jamu yang dia racik sendiri untuk menambah stamina suaminya. Sementara dirinya menyiapkan jamu sari rapet yang dia dapat dari kampungnya.
"Pasti keset tenan mari ngombe jamu sari rapet," gumam Cicil.
Dia segera meminum jamunya sambil menunggu suami tampannya. Cicil masih tidak menyangka jika hari ini dia sudah menjadi istri seorang Arjuna Atmadja. Pria yang dia sukai dari jaman sekolah SD.
Dan Juna masih sibuk di kamar mandi untuk melakukan serangkaian perawatan agar dirinya semakin terlihat tampan dimata istrinya.
"Kau memang tampan, tunjukkan jika kau memang LAKIK malam ini," gumam Juna sambil berkaca di wastafel.
Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan mendatangi istrinya.
"Kangmas....," panggil Cicil sambil memberikan gelas yang berisi jamu penambah stamina.
Tanpa bertanya Juna langsung meminumnya begitu saja.
Lalu dia mengambil ponselnya dan memutar musik jaipongan karena ingin melihat istrinya menari jaipong untuknya.
"Isin aku Kangmas!" ucap Cicil sambil tertunduk.
"Jangan malu, lihat aku yang tampan biar kau semangat!"
Dan Cicil mulai menari disana.
Tak tak dumpleng... tak tak dumpleng...
__ADS_1
Ihir... Ihir...
Hokya... Hokya...
Juna yang melihat itu sudah terbakar gairahnya apalagi setelah meminum jamu yang diberikan Cicil untuknya.
Dia segera mendekati istrinya dan ikut menari bersama dengan gerakan nakal meremas dua benda bulat Cicil dari belakang dengan gemas.
Sontak membuat Cicil langsung berhenti apalagi Juna sudah mulai menciumi tengkuknya yang membuatnya geli bukan main.
"I love you, my Cicil," bisik Juna dengan membalik tubuh istrinya agar menghadap padanya.
Mereka saling bertatapan lalu Juna mulai mengecup bibir istrinya, kecupan yang berubah jadi luma*tan penuh gairah.
Juna membimbing tubuh istrinya kearah ranjang tanpa melepas ciuman mereka.
Dengan satu tarikan BH itu terlepas bersama dengan baju yang dia kenakan.
Kini giliran Juna yang membuka baju, perut kotak-kotak itu membuat Cicil memekik histeris dalam hatinya.
"Puji aku, Cil," pinta Juna sebelum kembali mencium istrinya lagi.
"Kang.... mas... tam.... " Cicil tergagap karena melihat wajah Juna yang begitu dekat dengannya. Sampai jantungnya berdebar tak karuan tubuhnya mulai panas dingin.
CUR!
Tiba-tiba Cicil mimisan.
__ADS_1
"Astaga, my wife!" pekik Juna dengan buru-buru mengambil tisue.
Cicil segera menyumpal hidungnya dengan tisue yang diberikan suaminya.
"Aku sepertinya terkena sawan ketampanan, Kangmas!"
Mendengar itu Juna mendengus kasar. "Belum juga melihat rudalku, Cil!"
Saat mimisan Cicil sudah berhenti, Juna kembali melakukan kegiatan panasnya. Kali ini dia tidak ingin membuang waktu, Juna segera membuka celananya.
Yang mana membuat Cicil melihat rudal perkasa suaminya.
"Aduh, Kangmas!"
"Kenapa lagi, Cil? Tahan ya, kau harus membiasakan diri punya suami tampan!"
"Jantungku ora kuat, Kangmas!"
PLUK!
Akhirnya Cicil pingsan karena tidak kuat dengan serangan tampan Juna.
"Cil....," teriak Juna yang melihat istrinya pingsan.
"Ck, baru hari ini aku menyesal dilahirkan tampan!"
๐น๐น๐น
__ADS_1