Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Sebuah Suara


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Welcome home!"


Sambutan meriah terdengar saat Silver masuk ke mansion keluarganya. Semuanya tampak berkumpul bersama dari kakek nenek, opa oma sampai para abangnya lengkap dengan pasangannya.


Silver menatap mereka dengan berkaca-kaca. "Aku sudah tidak bau lagi, apa kalian semua mau memelukku?"


Yang mana membuat mereka semua bergantian memeluk Silver dan mencium aroma Silver yang harum semerbak.


"Wow! Kau sangat harum mempesona, Silver!"


Silver terkekeh renyah dan berpamitan ingin istirahat di kamarnya karena perjalanan jauh sebelumnya.


Dia menuju kamarnya yang ada di mansion, kamar itu tidak berubah sama seperti waktu dia kecil dulu. Kamar bernuansa pink dengan gambar princess dimana-mana.


Lalu Silver membuka lemari bajunya yang masih lengkap dengan baju-bajunya semasa kecil.


"Sudah selama itu," gumamnya.


Airmatanya menetes kembali, Silver tergugu ditempatnya. Walaupun dia berusaha kuat tapi dia tetap tidak bisa menerima kepergian suaminya begitu saja apalagi dia dalam kondisi hamil. Apa yang akan dia katakan pada anaknya nanti?


"Aku merindukanmu, Grey," lirih Silver dengan mengusap perutnya.

__ADS_1


Disisi lain, hal sama dilakukan oleh seorang ibu yang ditinggal pergi oleh anaknya. Kate terus saja menangis dengan melihat album foto dimana Grey bayi sampai dewasa.


"Mommy berjanji akan menjadi ibu yang baik jadi kembalilah anak tampanku," lirih Kate pilu.


Dan Nick yang melihat istrinya seperti itu semakin merasa terpukul, dia juga sama kehilangannya dengan Kate tapi sekarang ada anak Grey yang dikandung Silver yang harus dia pikirkan juga.


"Kitty, makanlah dulu," ucap Nick dengan membawa nampan berisi bubur karena istrinya tidak mau makan sama sekali semenjak sadar dari pingsannya. Dia juga tidak ceria seperti biasanya membuat suasana mansion seperti ditutupi kabut hitam.


Kate menggeleng. "Bagaimana aku bisa makan sedangkan anakku sekarang tiada untuk selamanya! Dia pasti sekarang kedinginan di lautan sana, Nick! Ayo kita jemput Grey, setidaknya aku ingin melihat wajah tampannya!"


Nick yang mendengar itu langsung memeluk istrinya agar tenang dan berusaha membujuknya. "Aku juga sangat kehilangan anak kita tapi kalau kita begini terus bagaimana nasib cucu kita? Kita akan mempunyai dua cucu, Kitty! Anak Mich dan Grey, rasanya baru saja kita menikah tapi sekarang kita akan menjadi seorang grandma dan grandpa!"


"Hot Grandma dan Hot Grandpa," sahut Kate dengan terkekeh.


Lalu Nick mengurai pelukannya dan mengecup kening istrinya. "Kita relakan, Grey! Dia berjuang demi Silver, aku sangat bangga padanya!"


"Aku juga selalu bangga padanya!" sahut Kate dengan menghapus air matanya.


"Sekarang makanlah, dan setelah itu istirahat karena kita akan mendatangi Silver ke Indonesia," bujuk Nick.


Kate mengangguk. "Apa kita akan membawa Silver ke London?"


"Kita bicarakan masalah itu dengan keluarganya nanti!"

__ADS_1


Lalu Kate mulai menyuapkan bubur ke mulutnya. "Nick, aku tidak sakit! Kenapa makan bubur?"


"Tapi wajahmu pucat seperti orang sakit jadi selesai makan berdandanlah agar terlihat cantik!"


"Jadi sekarang aku jelek?"


"Bukan aku yang bilang!"


"Nick, kau..."


Bersamaan dengan itu, ponsel Nick berdering. Dan Nick segera melihat ponselnya yang ada di nakas, keningnya mengernyit karena panggilan itu dari nomor asing.


Nick segera menjawab karena khawatir itu hal yang penting.


"Hallo," jawab Nick.


Tidak ada suara sampai terdengar suara lemah disana dan Nick sangat mengenali suara itu.


"Dad....," panggilnya.


"Boy, kau kah ini?"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2