
๐น๐น๐น
Jane berdiri di sebuah jembatan gantung karena melakukan proses syuting, dia melakukan adegan terakhir dari filmnya.
"Jangan lakukan itu, Miska!" ucap sang aktor pria yang menjadi kekasih Miska di film itu.
Jane yang menjadi Miska menoleh kearah sang aktor dengan derai airmata.
"Kau lebih memilih menikah dengan wanita yang dijodohkan orangtuamu daripada aku! Kau memang pria brengs*k! Aku menyesal memberikan mahkotaku padamu malam itu!" teriak Jane yang sudah bersiap melompat ke bawah sana.
"Maafkan aku, Miska!"
"Tidak ada kata maaf untukmu! Dan ucapkan selamat tinggal pada anakmu!"
"A-apa? Kau hamil?"
Jane tidak menjawab lagi karena dia sudah terjun kebawah sana.
"Tidakkkk!" teriak sang aktor pria duduk tersungkur menyesali segala perbuatannya yang membuat kekasihnya memilih bunuh diri membawa calon anaknya.
CUT!
Teriak sutradara mengakhiri pengambilan adegan itu, dan para crew menarik Jane memakai tali untuk membawanya naik keatas lagi.
"Kau tidak apa-apa, Jane?" tanya salah satu crew karena mendapati Jane meringis kesakitan memegang perutnya.
Jane hanya menggelengkan kepalanya jangan sampai ada yang tahu jika dirinya saat ini tengah hamil.
Dia istirahat di tempatnya dengan Marilyn yang mengipasinya dan Jane masih berusaha menghubungi Grey tapi ponsel kekasihnya itu masih tidak aktif.
"Sebenarnya ada apa dengan Grey?" tanya Jane gusar.
Dia sudah menyelesaikan syuting filmnya, dia sudah dilamar. Semua sudah sesuai rencana tapi kenapa seakan sikap Grey berubah padanya.
"Aku ingin cepat kembali ke apartemen," ucap Jane pada Marilyn yang diangguki oleh asistennya itu. Marilyn berkemas dan bersiap meninggalkan lokasi syuting.
__ADS_1
Disisi lain, Silver nampak bahagia karena bermain bom bom car bersama Grey yang masih di taman hiburan.
BRAK!
Lagi-lagi Silver menabrak mobil Grey dari belakang yang mana membuatnya tersenyum puas.
"Kau harus traktir es krim dan gulali, Grey! Aku menang!" teriaknya.
Sesuai dengan permintaan Silver, Grey membelikan gadis itu es krim cone dan juga gulali. Mereka makan sambil berjalan menyusuri taman yang ada disana. Sampai fokus Silver teralihkan oleh sekelompok orang yang melakukan permainan dengan pasangan mereka.
"Ayo kita ikut, Grey!" ajak Silver.
"Ini sudah sore lebih baik kita pulang! Kita sudah bermain seharian!" tolak Grey.
"Aku pacarmu kan! Kau harus menuruti pacarmu!" rengek Silver.
Grey mendesah. "Silver, mereka melakukan permainan cium kelapa, aku tidak mau melakukannya!"
"Aku memaksa!" ucap Silver dengan menarik tangan Grey kesana.
Permainan ciuman kelapa itu harus dilakukan berpasangan dimana ada sebuah kelapa yang diletakkan di antara perut mereka, tugas mereka yaitu menaikkan kelapa itu ke atas tanpa menyentuh kelapa itu dengan cara mengarahkan memakai tubuh mereka dan saat sampai diatas mereka harus menahan dan menciumnya dengan mulut mereka.
"Grey, jangan sentuh aku! Sepertinya bauku berguna untuk kali ini!" bisik Silver sebelum mulai permainan mereka.
Dan permainan dimulai dimana semua pasangan tengah sibuk bergoyang kesana kemari untuk menaikkan kelapa dari perut mereka keatas.
"Come on Grey! Fokuslah! Jangan sampai jatuh!" ucap Silver disana.
"Aku tidak bisa melakukan ini," keluh Grey yang masih sibuk ke kanan dan kiri berusaha supaya kelapa itu tidak jatuh.
Hingga akhirnya kelapa itu naik keatas tepat di buah dada Silver yang membuat konsentrasinya buyar.
"Aduh Grey! Jangan ditekan kuat-kuat, sakit!" ucap Silver.
Sampai akhirnya bau Silver mulai menguar disana membuat peserta lainnya merasa terganggu yang mana membuat kelapa mereka jatuh satu persatu.
__ADS_1
"Ini kesempatan Grey!" ucap Silver lagi.
Grey langsung berdehem mengalihkan fokusnya dari dua benda kenyal Silver. Dia menahan kelapa itu sementara Silver menggoyangkan dadanya ke kanan kiri.
"Oh God! Jangan terus lakukan itu Silver!" protes Grey yang melihat pemandangan itu.
"Terus harus bagaimana?"
Akhirnya Grey merapatkan tubuhnya dan terus berusaha menaikkan kelapa itu sampai akhirnya sampai ke mulut keduanya dan ciuman kelapa itu dimenangkan oleh mereka.
"Congratulation!" teriak juri.
Tapi Silver dan Grey masih dalam posisinya dan saling bertatapan dimana masih dalam ciuman kelapa itu.
"Bugh!" kelapa jatuh sementara keduanya jadi salah tingkah.
Grey dengan cepat menggandeng tangan Silver untuk menjauh karena orang-orang disana mulai mencium aroma Silver.
Dalam perjalanan hingga sampai ke apartemen mereka terus terdiam, hingga akhirnya mereka masuk dalam lift menuju unit apartemen Grey.
Silver melepaskan tangannya dari Grey lalu memakan gulali yang dibawanya.
"Manis!" gumamnya.
Yang mana membuat Grey mendelik kearah Silver bayangan buah dada dan ciuman kelapa itu kembali terngiang di kepalanya. Sampai akhirnya Grey yang tidak tahan mendorong tubuh Silver hingga merapat di dinding lift, dia mengusap bibir Silver dengan tersenyum penuh arti.
"Aku juga ingin merasakan gulali tapi dari bibirmu," ucapnya dan langsung menempelkan bibirnya memberi luma*tan kecil pada Silver.
Ciuman lembut yang akhirnya menjadi ciuman panas dan liar, mereka saling bermain lidah sampai akhirnya pintu lift terbuka.
Grey melepas ciuman itu tapi tanpa dia sadari ciumannya tadi dilihat oleh Jane yang saat itu tengah menunggu lift terbuka.
"Grey! What are you doing!" teriak Jane kaget melihat kekasihnya mencium wanita lain.
Yang mana membuat Silver dan Grey juga tak kalah kaget kepergok tengah berciuman.
__ADS_1
"Ow... Ow... Aku ketahuan!" batin Silver.
๐น๐น๐น