
๐น๐น๐น
Silver memandangi air lautan yang ada di depannya dengan tatapan nanar karena ketiga pria yang dia sayangi sudah memasuki kapal selam dan hilang dari pandangannya.
"Sweety, ayo masuk! Mereka pasti akan cepat kembali, mau mommy buatkan cemilan?" bujuk Bianca yang melihat anaknya terus termenung.
"Aku ingin makan rujak, apakah mommy bisa membuatnya?" tanya Silver kemudian.
Bianca tampak berpikir sejenak karena stok buah-buahan mereka tidak cocok untuk dijadikan rujak. "Bagaimana jika buat salad buah?"
"Not bad," jawab Silver dengan tersenyum.
Lalu dia kembali masuk ke kamarnya karena tidak ingin mengganggu awak kapal yang tersisa dengan bau tubuhnya. Karena sudah tidak ada Grey yang menetralisir baunya saat ini.
Sementara di kapal selam, Grey dan Arse sudah bersiap memakai baju selam mereka lengkap dengan oksigennya. Dan Naku di kemudi kapal terus mengawasi kapal yang terus melaju menuju lokasi Carina setelah itu mereka terus masuk kedasar lautan.
"Kita tidak akan bisa berkomunikasi jadi papan ini harus selalu menggantung di lehermu!" ucap Arse dengan menyerahkan sebuah papan kecil dan spidol anti air.
Grey menerima itu dan memakainya lalu dia menatap lautan dari jendela kaca yang ada di kapal selam. Banyak biota laut yang dia tidak pernah temui disana.
__ADS_1
Tiba-tiba ada due ekor lumba-lumba yang mendekat dan seolah melambai dan menyapanya.
"Ternyata begini kehidupan di lautan," gumamnya.
Lalu dia teringat Silver yang menjalani hidupnya di lautan selama ini. Dia berjanji akan menemukan Lotus laut itu dan akan membawa Silver ke daratan tanpa harus menjauhi orang lagi.
Hingga kapal selam mereka semakin masuk ke dasar lautan yang dalam dan biota laut mulai jarang. Hanya jenis-jenis tertentu biota laut yang memang hidup di dasar lautan.
Arse mulai gugup karena baru pertama kali memasuki lautan hingga di kedalaman ini hingga akhirnya keadaan sudah mulai gelap karena cahaya dari atas sudah tidak ada lagi.
Naku segera mengecek sisa oksigen setidaknya mereka bisa bertahan hingga 4 jam kedepan.
"Akan ada selang yang terus menyambung di tabung oksigen karena aku sudah memodifikasinya seperti teknologi yang astronot pakai. Jadi, dalam waktu dua jam dapat atau tidaknya Lotus laut itu aku akan tetap menariknya agar penyelam masuk ke dalam kapal selam lagi karena kita juga butuh oksigen untuk naik ke permukaan!" jelas Naku.
Arse mengangguk paham dia menghela nafasnya panjang sebelum memakai helm yang khusus dibuat Naku untuk melakukan penyelaman kali ini. Helm itu memiliki lampu dan juga kaca tipis agar penyelam yang menggunakan itu bisa melihat di dalam air.
"Aku keren"
__ADS_1
"Aku keren"
"Aku keren"
Arse terus bergumam membaca mantra andalannya membuat Grey mengernyit melihatnya.
"Apa itu perlu dilakukan sebelum penyelaman?" tanyanya.
Naku terkekeh mendengarnya. "Kau juga perlu menggunakan mantranya abang Juna, mantra LAKIK!"
"Mantra LAKIK?" gumam Grey semakin keheranan.
"Sebenarnya keluarga Silver itu kenapa begitu aneh?" batin Grey kemudian.
Sampai akhirnya Grey mulai memakai helm selamnya sambil membayangkan wajah Silver dan juga merindukan aroma istrinya yang membuatnya candu. Dan bayi yang ada di kandungan Silver yang jadi penyemangatnya.
"I love you, Honey," lirih Grey saat pintu khusus untuk keluar kapal selam itu dibuka.
๐น๐น๐น
__ADS_1