Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Geng Kak Sultan


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Dua cucu? kak Siena hamil kembar?" tanya Grey yang semakin bingung.


"Tentu saja tidak! Instingku mengatakan jika Jane hamil," celetuk Kate kemudian.


"What? Bagaimana mommy bisa bicara seperti itu! Aku bahkan belum melakukan hal itu pada Jane!"


Mendengar itu Kate semakin gusar. "Bersumpahlah jika memang kau belum melakukan itu dengan Jane!" ucap Kate dengan mode serius.


"Demi Tuhan, Mom!"


TUT!


Kate langsung mematikan sambungan telponnya bersamaan dengan Jane yang kembali ke meja.


"Maafkan aku, Mom! Aku kurang enak badan lebih baik cepat pulang!" ucap Jane kemudian.


Tapi Kate tidak menjawab, dia terus menatap Jane dengan tajam dia sangat yakin dengan instingnya. Lalu Kate mengirim pesan pada grup chat di perkumpulan sosialitanya.


Kak Sultan : Cepat datang ke burger king di Westwood Centre dan bawa tes kehamilan


Member 1 : Ada apa kak Sultan?


Member 2 : Apa kak Sultan hamil lagi?


Kak Sultan : Kita akan melakukan hal gila! Kalian tahu Jane Holster? Saat ini bersamaku!

__ADS_1


Sontak member lainnya ikut berkomentar dan akan menyusul Kate di tempatnya.


Kate menyunggingkan senyumnya lalu menatap Jane lagi. "Kau tidak ingin menghabiskan waktu bersama mertuamu, Jane?"


"Bukan begitu, Mom! Tapi... "


"Aku bahkan ingin pamer pada teman-temanku jika punya menantu artis," sela Kate.


Akhirnya Jane mengalah dan mau tidak mau mengikuti Kate dengan menahan mualnya yang masih terus bergejolak.


Dan tak lama teman-teman Kate berdatangan, melihat Jane tentu saja membuat mereka ingin berfoto bersama yang mana membuat Jane tidak nyaman dan semakin merasakan mual mencium aroma parfum yang berbeda-beda.


"Huek!" Jane berlari lagi ke toilet meninggalkan Kate dan teman-temannya.


"Aku semakin yakin," gumam Kate. Lalu dia mendelik kearah temannya. "Apa kalian membawa yang aku minta?"


Didalam sana Jane masih muntah-muntah di wastafel, melihat Kate mendekat Jane menegakkan kepalanya.


"Mom, kenapa ikut kemari?" tanya Jane heran.


"Untuk memastikan sesuatu!" sahut Kate singkat lalu dia mendelik kearah dua temannya yang ikut masuk kedalam. "Pegang dia!"


"Apa-apaan ini!" pekik Jane saat tubuhnya dicekal oleh kedua teman Kate.


Kate langsung mendekat dan melorotkan ce*lana dalam Jane yang saat itu memakai dress memudahkan dia untuk melepasnya begitu saja.


"Cepat keluarkan urinemu!" perintah Kate yang bersiap menampung urine Jane.

__ADS_1


Jane menggelengkan kepalanya dan berusaha memberontak. "Tidak! Tidak mau... "


Kate mendesah. "Rupanya kau ingin cara yang ekstrim ya!"


"Kenapa mommy lakukan ini padaku?" tanya Jane dengan akting palsunya.


"Kau mau menjebak anakku terus aku diam saja begitu! Aku berjuang dengan nyawaku untuk bisa hamil dan melahirkan Grey! Jadi, jangan macam-macam dan memanfaatkan kebaikan anakku!" geram Kate.


"Aku tidak mengerti yang mommy maksud," ucap Jane mulai ketakutan.


Kate enggan menanggapi Jane lagi dia memanggil temannya yang berjaga dipintu luar untuk menggelitiki tubuh Jane disana.


"Ampun mom, ampun.... " pekik Jane yang sudah tidak tahan tubuhnya digelitiki.


Akhirnya Jane mengeluarkan urinenya juga yang mana Kate langsung sigap menampung urine itu.


"Cepat kak Sultan!" ucap teman-temannya yang terus menahan Jane.


Sementara Kate dengan cepat mengeluarkan alat tes kehamilan dan mencelupnya ke urine Jane yang sudah ditampungnya.


"Come on.. Come on.. " gumam Kate yang menunggu hasil dari alat tes itu.


BRAK!


Tiba-tiba pintu toilet itu dibuka dengan keras oleh manager disana karena mendapat laporan perundungan.


"Semuanya ikut saya ke kantor polisi!" teriaknya.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2