Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Cacing Kremi


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Udara semakin dingin membuat semua awak kapal kedinginan, apalagi keadaan Silver yang kurang fit membuat tubuhnya demam yang mana membuat Grey panik.


"Aku akan meminta obat pada mommy mertua," ucap Grey berusaha melepaskan diri dari pelukan istrinya yang tidak mau lepas darinya.


"Disini saja! Aku akan baik-baik saja jika bersamamu, Grey!" lirih Silver.


"Tapi badanmu demam, Honey," protes Grey yang khawatir.


"Obatnya adalah pelukanmu!" ucap Silver semakin mengeratkan pelukannya.


Akhirnya Grey membalas pelukan Silver dan mengecup puncak kepala istrinya penuh kasih sayang. "I love you, Honey!"


Silver memejamkan matanya sambil tersenyum, dia merasa begitu dicintai oleh suaminya. Sampai beberapa menit kemudian Silver terlelap dan Grey melepaskan pelukan Silver perlahan agar istrinya itu tidak terbangun.


Grey keluar menuju dapur karena ingin mengambil air hangat untuk mengompres Silver dan di dapur kapal saat itu ada Bianca yang tengah memasak mie instan.


"Masak mie instan lagi, Mom?" tegur Grey.


"Yah, kalian semua bukankah tidak mau makan masakanku? Jadilah begini harus makan mie instan terus!" jawab Bianca dengan wajah cemberutnya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mom yang tidak bisa memasak lagi, Silver tidak mau jauh dariku!" keluh Grey.


Memang selama pelayaran Grey-lah yang biasanya memasak tapi karena akhir-akhir ini Silver begitu manja dan tidak mau lepas darinya, dengan terpaksa dia lebih memilih menemani Silver apalagi kondisi fisiknya sedang tidak fit.


"Apa Silver masih lemah?" tanya Bianca khawatir.


"Silver demam dan tidak mau makan karena mual!" jawab Grey dengan mengambil air panas di dispenser lalu menambahkan air dingin agar air itu menjadi hangat.


Mendengar itu, Bianca tampak berfikir sejenak sampai dia berkata. "Jangan-jangan Silver cacingan!"


"Cacingan? Apa itu, Mom?" tanya Grey yang tidak mengerti.


Akhirnya Grey menurut karena khawatir dengan kondisi Silver, sementara Bianca yang yakin jika Silver itu cacingan sudah mulai memikirkan cara untuk mengeluarkan cacing kremi yang dianggap penyebab Silver sakit.


"Sweety...," panggil Bianca mencoba membangunkan putrinya.


Silver melenguh dan mendapati Bianca sudah duduk disisi ranjangnya.


"Mom, badanku lemah," keluh Silver.


"Apa perutmu sakit dan anusmu sering gatal?" tanya Bianca to the point.

__ADS_1


Silver mengernyit tidak mengerti tapi sejurus kemudian dia mengangguk.


"Tidak salah lagi, ini ulah cacing kremi!" ucap Bianca antusias.


Lalu Bianca menyuruh Grey mengambil senter setelah itu Bianca memakai sarung tangan karena ingin mengeluarkan cacing kremi dari anus Silver.


"Buka celanamu, Sweety!" perintah Bianca yang sudah siap melakukan aksinya.


Silver menggeleng. "Aku tidak mau, Mom! Aku malu!"


"Tidak apa-apa! Ini agar kau sembuh, bukankah sebentar lagi kau akan melakukan penyelaman? jadi kondisimu harus benar-benar sehat! Biar mommy yang mengorek cacing kremi itu!" bujuk Bianca.


Grey juga berusaha membujuk istrinya yang sudah bersiap dengan senternya. "It's okay, Honey!"


Yang mana membuat Silver mau tidak mau menurunkan celananya dan menungging supaya cacing kremi itu kelihatan.


Grey bertugas untuk menyorot lampu senter dan Bianca sudah mulai membuka anus Silver agar bisa mencari cacing kremi itu.


Tapi mata Bianca membulat melihat apa yang dilihatnya saat ini. "Sepertinya mommy salah, Sweety! Anusmu gatal bukan karena cacing kremi tapi karena cebokmu kurang bersih!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2