
๐น๐น๐น
Bamberg, Jerman
"Terimakasih untuk bantuan kalian, aku sudah melebihkan gaji kalian! Jadi, sekarang pulanglah datangi keluarga kalian!" ucap Arse pada awak kapalnya saat mereka berhasil mendarat.
"Terimakasih, Kapten!"
Bianca mendatangi suaminya itu dan berkata. "Silver menunggumu, aku dan Naku akan pulang duluan!"
Yang mana membuat Arse mendatangi Silver yang masih berdiri disisi kapal dan enggan turun membuat Arse mengulurkan tangannya.
"Come on, Sweety! Tidak perlu ada yang kau takutkan sekarang!" bujuk Arse.
Silver menatap Arse dengan berkaca-kaca. "Apa aku boleh minta sesuatu, Dad?"
"Of course, katakanlah!"
"Gendong aku!" pinta Silver.
Dan Arse segera membungkukkan badannya agar Silver naik ke punggungnya. Setelah Silver naik ke punggungnya dia berjalan dengan menggendong putrinya itu menjauhi dermaga.
"Aku ingin melakukan ini dari dulu, apa aku berat, Dad? Daddy menggendong dua orang sekarang," ucap Silver.
Arse menggeleng. "Kalian tanggung jawab daddy jadi mana mungkin berat!"
"Bagaimana jika mommy dan daddy mertuaku menyalahkan aku atas apa yang terjadi pada Grey, Dad?" tanya Silver lirih.
"Ada cucu mereka yang sekarang kau kandung, Sweety! Mereka pasti mengerti dan berjanjilah jangan berpikir terlalu berat! Buah cintamu dengan Grey harus baik-baik saja!" ucap Arse berusaha menenangkan hati Silver.
Mereka melewati sebuah kedai es krim dan Silver ingin makan es krim disana.
__ADS_1
"Mau daddy belikan?" tanya Arse kemudian.
"Aku ingin beli sendiri, aku sudah tidak bau lagi!" sahut Silver turun dari gendongan daddynya.
Lalu dia masuk ke kedai es krim itu, saat masuk kedalam Silver begitu gugup melihat banyaknya orang disana.
"Kau bisa Silver!" gumamnya.
Silver mendekati pelayan kedai itu dan memesan es krim yang dia mau. "Ekstra marsmellow!"
Silver memegang dua cone es krim dengan haru lalu dia memakannya. Tak terasa airmatanya menetes membuat pelayan kedai keheranan.
"Apa es krimnya tidak enak?" tanyanya.
"Es krimnya sangat enak sampai membuatku menangis! Aku selalu menginginkan hal ini dalam hidupku, hidup normal," sahut Silver dengan terisak.
Mendengar itu, Silver mendekati pelayan kedai dan menyuruhnya menghendus aroma tubuhnya.
"Apa kau mencium aroma bau?" tanya Silver kemudian.
"Tidak, kau tidak bau justru kau sangat wangi!" sahutnya.
"Berarti aku sudah normal," ucap Silver sambil berlalu keluar kedai setelah membayar es krimnya.
Membuat pelayan kedai itu bertanya-tanya. "Yang dimaksud normalnya itu dimana?"
Sementara di London, Nick mendapat panggilan dari Arse tentu saja dia senang bukan main. Akhirnya, mereka kembali dari pelayaran.
"Thanks, God! Aku mengkhawatirkan kalian! Bagaimana? Apa berhasil?" cecar Nick saat menerima panggilan itu.
__ADS_1
Arse masih terdiam disana sampai Arse berkata. "Maafkan aku...."
"Maaf untuk?" tanya Nick yang tidak mengerti.
Dengan berat hati Arse menyampaikan apa yang terjadi pada mereka yang mana membuat Nick langsung terduduk lemas di tempatnya.
Scott yang melihat itu merasa cemas. "Bos, baik-baik saja?"
"Dimana istriku sekarang, Scott?" tanya Nick kemudian.
"Nyonya ada di butik langganan melihat pesanan rancangan baju pengantin," jawab Scott.
"Kita datangi dia ke butik!"
Nick ditemani oleh asistennya pergi menemui Kate yang saat ini berada di butik. Kate memeriksa pesanan baju pengantin yang dia rancang sendiri untuk pesta pernikahan Silver dan Grey nanti.
"Nick....," panggil Kate saat melihat suaminya datang. "Ada apa? ingin mengajakku berkencan?"
Nick tidak menjawab tapi langsung memeluk istrinya rasanya dia tidak tega menyampaikan kabar buruk mengenai putra mereka. Nick sangat tahu perjuangan Kate saat hamil Grey seperti apa.
"Kau merindukan istrimu, pria tampan?" tanya Kate lagi.
Nick mengurai pelukannya dan menatap istrinya lekat. "Kitty, Grey...."
Kate mengernyit tidak mengerti sampai dia melihat lelehan airmata yang jatuh ke pipi suaminya.
"Nick, jangan katakan anak tampanku kenapa-kenapa!" lirih Kate dengan berkaca-kaca.
Sampai akhirnya Nick berkata. "Putra kita tidak ikut kembali dari pelayaran!"
Yang mana membuat Kate terkejut bukan main, kepalanya langsung berdenyut nyeri badannya limbung. Sebelum dia jatuh, Kate berkata. "Aku mau pingsan, Nick! Tangkap aku... Lantainya dari marmer kepalaku bisa benjol jika terbentur!"
__ADS_1
๐น๐น๐น