
๐น๐น๐น
"Jadi Abang semua merestui hubunganku dengan Grey?" tanya Silver kemudian.
"TIDAK!!!" jawab mereka kompak.
Silver langsung menelan salivanya susah payah, Daddy dan para Abangnya tidak merestui hubungan mereka hanya Bianca sang Mommy saja yang ada di pihaknya. Tapi, begini jauh lebih baik semoga Grey menyerah dan kembali ke London secepatnya. Karena setelah ini mereka akan berlayar lagi ke lautan.
Sementara di hotel, Grey masih tidak terima dengan penjelasan yang Sean berikan padanya apalagi dengan terang-terangan Sean mengatakan jika menyukai Silver.
"Jadi kau mengidap Analgesia selama ini dan tidak memberitahuku," ucap Grey dengan nada dinginnya.
Grey mulai mengingat setiap momen bersama Sean selama ini, bagaimana sahabatnya itu tidak pernah mabuk saat mereka minum. Saat menginap di apartemennya dia juga tidak pernah tidur yang terus mengganggunya sepanjang malam. Dan juga makannya yang rakus, sekarang Grey baru menyadarinya.
"Jika aku memberitahumu, apa kau akan bisa membantu? tidak ada yang bisa membantuku, Dude!" ucap Sean dengan gaya pasrah.
"Setidaknya jika kau bercerita padaku, bebanmu akan lebih ringan!" sahut Grey mulai bersahabat.
Sean mendengus disana. "Aku menyukai Silver, aku nyaman dengannya dan mungkin sedikit demi sedikit panca inderaku kembali jika terus bersamanya. Karena hanya Silver bisa membuat jantungku dag dig dug!"
"Silver milikku dan jangan buat persahabatan kita retak karena ini!" tegas Grey. "Seharusnya kau ada dipihakku dan membantuku membujuk keluarga Silver agar mau menerimaku," tambahnya.
Sean terkekeh geli mendengarnya. "Mereka sudah menerimamu sebelumnya tapi kau yang menolak Silver jadi jangan salahkan aku, itu ulahmu sendiri.
"Kau tahu bukan keadaanku sebelumnya," sahut Grey membela diri.
__ADS_1
"Mengenai itu, bagaimana nasib Jane dan bayinya?" tanya Sean kemudian.
Grey menghela nafasnya panjang. "Aku tidak tahu. Aku berharap dia tidak bertindak gila!"
Dan keesokan harinya, Sean memutuskan untuk kembali ke kapal Kapten Arse karena ingin membantu Arse dan Pandawa disana. Jangan lupakan Grey juga ikut serta tapi dia tidak ikut ke kapal melainkan datang ke rumah Arse untuk menemui Silver.
"Aku akan mengalihkan perhatian mereka jika Silver tetap menolakmu, kau harus menyerah dan biarkan aku yang berjuang!" ucap Sean saat mereka keluar dari hotel dan akan berpisah.
"Aku tidak akan menyerah, camkan itu!" tegas Grey.
Sean hanya bisa menaikkan kedua bahunya, walau dia sangat menyukai Silver tapi persahabatannya dengan Grey jauh lebih berarti karena selama ini hanya Grey yang selalu ada untuknya saat dia susah. Dan Sean juga sadar kalau Silver dan Grey saling mencintai, sekarang dia ingin membantu menemukan lokasi Lotus laut dan kembali ke London secepatnya.
Sesampai di rumah Arse, Grey segera mengetuk pintu disana dan melihat Bianca yang membuka pintu untuknya.
"Beruntungnya putriku dikelilingi lelaki tampan," ucap Bianca sambil menyuruh Grey masuk.
"Silver ikut ke kapal bersama para Abangnya, aku juga akan menyusul. Apa kau mau ikut?" tawar Bianca dengan menyiapkan beberapa makanan yang dia buat untuk suami dan anak-anaknya.
Grey tampak ragu tapi demi Silver dia akhirnya ikut bersama Bianca dan dengan sigap membantu Bianca membawa barang-barang yang dibawa Bianca agar menjadi calon menantu idaman.
"Kau tunggu disini saja, aku bujuk suamiku dulu. Aku takut dia gila dan akan melempar granat padamu! Dia sangat mencintai Silver jika ada yang membuat putrinya itu menangis dia tidak akan terima!" ucap Bianca memberi peringatan.
Sampai Bianca masuk ke dalam kapal, Grey hanya bisa menunggu di dermaga itu berharap Silver akan menemuinya disana. Dan benar saja tak lama Silver keluar setelah Bianca berbisik padanya jika Grey ikut bersama dan menunggunya. Tentu saja itu membuat Silver harus bertindak tegas supaya Grey jangan ikut ke kapal.
"Silver!" panggil Grey saat melihat gadis itu berjalan di jembatan kayu yang ada di dermaga.
__ADS_1
Sampai fokus Grey teralihkan apa yang ada ditangan Silver saat ini. Gadis itu membawa senjata api dan mengarahkan senjatanya padanya.
"Pergi Grey! Atau aku akan menembakmu sekarang juga! kembalilah ke London, aku mohon!" ucap Silver kemudian.
Tapi Grey justru mendekati gadis itu dan mendekatkan kepalanya sampai ujung pistol Silver mengenai keningnya.
"Aku tidak tahu kenapa kau lakukan ini padaku! Tapi, aku tahu satu hal. Kau mencintaiku dan kau tidak akan menembakku!" ucap Grey penuh penekanan.
Lalu dia memundurkan tubuhnya dan bersiap menjeburkan dirinya ke dermaga disana.
"Dan aku tahu, kau pasti akan menyelamatkanku!" ucap Grey sampai akhirnya dia menjeburkan diri jatuh ke dalam air.
Silver tentu saja panik bukan main tanpa berpikir lagi dia langsung menjeburkan diri kedalam air dan mencari Grey disana. Saat menemukan Grey yang melayang di dalam air, Silver langsung menariknya agar naik ke permukaan.
"Uhuk-uhuk!" Grey terbatuk setelah Silver menekan-nekan dadanya. Kini mereka berada disisi dermaga.
"Kau gila Grey!" pekik Silver yang kesal. Dia ingin meninggalkan pria itu tapi tangannya dicekal oleh Grey dan menariknya untuk menjauhi dermaga.
"Kita basah, kau mau membawaku kemana?" tanya Silver yang tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini yang mana membuat mereka menjadi perhatian orang-orang sekitar.
Lalu bibir keduanya saling bertautan tanda mereka sudah menjadi suami istri sekarang.
"Grey, apa kita sedang melakukan kawin lari?" tanya Silver saat ciuman mereka terlepas.
๐น๐น๐น
__ADS_1
Maaf adegan nikahnya di skip ya, Kak๐ intinya hari itu Silver dan Grey udah nikah tanpa mendaftarkan pernikahan mereka.