
The Wedding Day
Acara pemberkatan hanya di datangi oleh anggota keluarga dan kerabat saja. Karena para pengantin ingin acara pernikahan mereka menjadi acara yang sakral.
Tangan keriput Jaya menaut tangan istrinya, Lili. Mereka yang sudah lanjut usia sangat bahagia melihat cucu-cucu mereka menikah hari ini.
"Akhirnya keluarga kita kembali bersama hanya itu yang aku inginkan sebelum mati. Terimakasih sudah menemaniku hingga detik ini," ucap Jaya pada istrinya.
"Aku juga berterimakasih padamu sudah menjadikan aku istrimu, ibu dari anak-anakmu!" sahut Lili haru.
Dan tak lama kaki kecil seorang anak perempuan berusia lima tahun menghampiri keduanya.
"Nenek, kakek!" panggilnya.
"Cucuku! Sini duduk sama kakek!" ucap Jaya dengan menepuk pahanya.
Itu adalah anak Cello yang datang dari Oxford untuk mendatangi pesta pernikahan keponakannya.
Cello membawa istrinya duduk dengan kedua orangtuanya untuk menunggu para mempelai.
Disisi lain, sepasang suami istri yang juga sudah lanjut usia memandang keluarga besannya yang tampak bahagia.
Abbas merangkul Adel wanita keturunan Jerman itu yang selama ini menemaninya dengan suka dan duka.
"Walaupun kita punya satu anak dari produk gagal tapi dia bisa menghasilkan banyak anak, aku bahagia dimasa tua kita, kita memiliki banyak cucu dan juga cicit nantinya," ucap Abbas kemudian.
Adel mengerucutkan bibirnya. "Produk gagal dari kecebongmu juga, Dad! Walaupun begitu aku sangat bahagia bisa melihat putra kita bisa berkumpul dengan semua anaknya dan membentuk komunitas pelangi-pelangi alangkah indahmu!"
Sementara para pengantin wanita sudah siap dari makeup dan baju pengantin mereka. Mereka semua tampak cantik kecuali Zoya yang tampak biasa saja dan itu lagi-lagi membuat Kate gusar.
Kate yang sedari tadi dengan Bianca membantu para mempelai wanita bersiap menjadi jengah karena Zoya menolak memakai ini itu.
"Bee, seharusnya Dewa itu kau periksakan ke psikiater! Dia itu aneh seleranya," keluh Kate yang selalu tampil sempurna dengan penampilan ala Sultannya.
Bianca terkekeh dan merangkul sahabatnya itu. "Lebih baik kita menunggu para pengantin di Altar bersama Nick!" ajak Bianca.
"Ingat Bee, dia itu suami tampanku!" ucap Kate mode siaga.
"Kita akan menjadi seorang nenek, Kate! Bagaimana mungkin aku tergoda dengan seorang pria!"
"Wow, Bee! Kau sepertinya menjadi sedikit dewasa sekarang!"
__ADS_1
Dan mereka akhirnya ikut bergabung bersama yang lain duduk di Altar menunggu para pengantin keluar.
Arse yang melihat Silver berbalut baju pengantin merasa terharu sampai meneteskan air matanya. Inilah yang dia tunggu selama ini, melihat putrinya bahagia.
"Dad, don't cry!" ucap Silver dengan mengusap airmata diwajah sang Daddy.
"Kau sangat cantik, Sweety! Setelah ini kita akan berjauhan!" sahut Arse yang masih berat hatinya melepas putrinya pergi ke London.
"Walaupun kita akan berjauhan tapi hati kita selalu dekat, Dad!"
Yang mana membuat Arse mengulurkan tangannya untuk membawa putrinya itu ke Altar mendatangi suaminya.
"Thanks for everything, Daddy!"
Silver dengan senyum bahagianya menyambut uluran tangan sang Daddy dan berjalan menuju ke Altar diikuti oleh kelima Abangnya yang menggandeng pasangan mereka masing-masing.
Di Altar, Grey sudah menunggu kedatangan istrinya. Senyum mereka tidak pernah surut dari bibir menandakan betapa bahagianya mereka hari ini.
"Aku percaya kau akan menjaga putriku dengan baik, bahagiakan dia karena selama ini Silver sudah cukup menderita. Ajari banyak hal yang belum dia ketahui selama ini," ucap Arse saat menyerahkan putrinya itu pada suaminya.
"Always," hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Grey tapi bisa membuat hari Arse yakin jika Grey adalah orang yang tepat bersanding dengan putrinya.
Setelah itu, dia ikut duduk bersama istrinya dengan menggenggam tangan Bianca dan menciumnya.
"Rasanya bebanku selama ini langsung hilang, Bee," ucapnya.
Sumpah setia Grey ucapkan kembali di saksikan semua orang yang ada disana. Tepuk tangan riuh dan taburan bunga mengiringi Silver dan Grey saat mereka saling bertautan dalam ciuman.
Setelah itu, giliran Tira dan Timmy yang mengucapkan sumpah setianya. Disusul oleh Bima dan Sasa, Juna dan Cicil, Naku dan Blue, terakhir Dewa dan Zoya.
"Akhirnya kita menikah juga, aku akan selalu menjagamu, istriku!" ucap Tira pada Timmy yang sudah sah jadi istrinya.
Timmy menangis haru mengingat tahun-tahun yang dijalaninya bersama Tira selama ini, bagaimana dia yang seorang yatim piatu yang Tira tampung bersama adiknya yang sudah tiada lima tahun lalu.
"Orangtuamu dan Erik pasti melihat kita di surga!" ucap Tira lagi.
Bima melihat istrinya yang tertunduk malu dan enggan memandangnya membuatnya gemas sendiri.
"Cin, lihat wajah suamimu sekarang," ucapnya.
Sasa menggeleng. "Jantungku berdebar sangat kuat A, aku takut aliran listrik di tubuhku meningkat!"
Yang mana membuat Bima meraih dagu Sasa dan mengecup bibirnya. "Kita sudah melewati belasan tahun bersama seharusnya kau bisa mengontrol debaran itu, Cin! Bagaimana malam unboxing kita nanti kalau begini terus!"
__ADS_1
Sasa semakin merona malu. "Aa pakai topeng kura-kura ninja ya biar aku gak gugup!"
Hal lain dialami oleh Cicil yang melihat pria yang dia kagumi selama ini semakin tampan dimatanya.
"Ya ampun Kangmas, kalau sudah sah jadi bojo wajah Kangmas jadi tambah ganteng ee!" ucap Cicil kemudian.
Juna yang gila pujian tentu saja langsung mengguyar rambutnya ke belakang. "Kalau dipuji istri sendiri rasanya tingkat ketampananku jadi terus naik level!"
"Dikira game kali ya naik level segala!"
Naku daritadi merinding karena setelah pengucapan janji suci, Blue terus menatapnya dengan tatapan penuh arti.
"Ay, kita pasti akan melakukannya nanti malam jadi bersabarlah masih ada acara resepsi!" bujuk Naku karena dia tahu Blue sudah tidak tahan ingin bercinta.
Dan Dewa dari tadi tak henti-hentinya menangis membuat Zoya kewalahan membujuk suaminya itu.
"Aku malu, suamiku! Berhentilah menangis!" ucap Zoya dengan mengelus pundak Dewa.
"Aku terharu bisa menikah dengan wanita cantik titisan bidadari, aku merasa menjadi pria paling beruntung di dunia ini!" pekik Dewa.
"Astaga, kalimatmu itu membuatku tambah malu!" sahut Zoya.
Acara berlanjut ke acara resepsi yang didatangi oleh ratusan tamu yang telah diundang ke acara pernikahan masal keluarga Atmadja.
Arse dan Bianca tampak sibuk menyambut para tamu yang datang. Dan mereka juga tak sendiri karena besannya dari keluarga Sasa, Cicil dan Zoya juga ikut menyambut para tamu yang hadir.
Puncak acara malam itu adalah pesta dansa, para pasangan pengantin berdansa diiringi oleh musik romantis.
Tak mau kalah Kate juga mengajak suaminya berdansa.
"Kitty, kita ini pasangan pengantin kadaluarsa!" protes Nick.
Kate tidak peduli justru dia mengajari para pasangan pengantin pemula agar mengikuti dirinya berdansa dengan baik dan benar.
"Terimakasih sudah memberi tahun-tahun terindah bersama, Nick. Aku selalu bersyukur malam itu kau mabuk dan kita bisa menghabiskan malam huru hara bersama kalau tidak mungkin aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti sekarang," ucap Kate ditengah dansanya.
Nick terkekeh. "I love you, kucing liarku!"
Malam itu, hanya ada senyum bahagia memenuhi tempat acara dimana ungkapan cinta terus terucap pada pasangan mereka masing-masing.
"Veronica, nyalakan!"
__ADS_1
🌹🌹🌹