Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Salah Paham


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Jadi kita benar sudah melakukannya? Apa aku menyakitimu?" tanya Silver memastikan.


Grey terkekeh geli mendengarnya. "Ya, rasanya sangat menyakitkan!"


"Cairan neraka itu benar-benar dahsyat! Aku tidak mau meminumnya lagi!" ucap Silver.


Lalu dia memikirkan hubungan Grey dengan Jane nantinya. "Bagaimana jika calon istrimu tahu jika kau sudah tidak perawan lagi, Grey?"


"Jadi bentuk tanggung jawab apa yang kau inginkan?"


Grey mendekatkan wajahnya mendengar itu yang mana membuat Silver gugup setengah mati.


"Tetap disini sampai daddymu sudah berhasil membuat kapal selam baru! Kita akan menjadi kekasih sungguhan," ucap Grey yang tidak rela Silver menjauh.


Silver mengangguk gugup apalagi wajah Grey yang semakin mendekat padanya.


"Apa kita akan melakukan itu lagi Grey? Sudah terlanjur basah kenapa kita tidak melakukannya lagi? Aku ingin merasakan cumi-cumi itu dalam keadaan sadar," ucap Silver malu-malu.


Lagi-lagi Grey dibuat terkekeh dengan perkataan Silver, dia langsung mencium bibir Silver sambil menggendong tubuh Silver tanpa melepas ciumannya, dia membawa Silver keluar dari kamar mandi lalu membaringkan tubuh Silver diatas ranjang.


"Istirahatlah! Besok weekend, aku libur kita bisa berkencan seharian," ucap Grey dengan mengecup kening Silver lalu keluar dari kamar gadis itu.


Sementara Silver yang diperlakukan seperti itu wajahnya menjadi merah padam hanya bisa menjerit dalam hatinya.


Dia menenggelamkan dirinya dalam selimut disana. "Argh! Grey semakin tampan!"


Grey menghela nafasnya panjang di dalam kamarnya, seharusnya dia merasa bahagia karena sudah melamar Jane dan Silver yang akan pergi darinya artinya dia bisa kembali pada hidupnya semula. Tapi kenapa dia tidak rela jika Silver pergi?


Bersamaan dengan itu, ponsel Grey berdering dimana Jane yang menghubunginya tapi dia hanya mendiamkannya saja enggan menerima panggilan itu. Setelah panggilan itu berhenti baru Grey membuka ponselnya dan mematikan ponsel itu. Dia saat ini sedang tidak ingin diganggu.

__ADS_1


Jane yang mencoba menghubungi lagi dibuat kesal karena ponsel Grey yang tidak aktif.


"Aku merasa Grey menyembunyikan sesuatu dariku! Aku harus mencari tahu apa itu!" ucap Jane dengan gusar. Dia merasa tatapan Grey tidak sehangat dulu saat melihatnya.


Jane mengusap perut ratanya. "Kau pasti bisa mendapatkan seorang Daddy!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pulau Hawaii


Kate benar-benar menikmati acara bulan madunya, selama ini Nick selalu saja sibuk dengan pekerjaan hingga waktu bersama keluarga berkurang. Maka dari itu saat Nick pensiun, Kate benar-benar memanfaatkan waktu bersama suaminya dengan penuh gairah.


"Akhh... Nick!" desah Kate yang semakin menaikkan ritme permainannya dari belakang.


Nick menyunggingkan senyumnya, dia menarik tangan Kate supaya punggung istrinya itu menempel pada perut roti sobeknya dengan meremas dua benda kenyal kebanggaannya.


"Apa kau menikmatinya, Kitty?" bisik Nick dengan menggigit daun telinga istrinya.


Sesuai permintaan Kate, Nick semakin memacu tubuhnya semakin cepat dan cepat sampai mereka berdua mengerang bersama mendapat puncak kenikmatan permainan mereka.


Mereka mengatur nafas mereka agar kembali normal sampai akhirnya membaringkan tubuh telanjang mereka dan saling berpelukan.


"I love you, Nick," ucap Kate yang menjadikan dada kekar Nick sebagai bantalnya.


"I love you too, Kitty!" sahut Nick dengan mengecup puncak kepala istrinya.


"Aku harap anak-anak kita akan seperti kita yang menikmati hidup penuh gairah," ucap Kate lagi.


Nick terkekeh mendengarnya. "Kenapa kau selalu mesum Kitty! Aku bersyukur sifatmu ini tidak menurun pada Grey!"


Mendengar itu, Kate langsung teringat perkembangan hubungan putra tampannya itu bersama Silver.

__ADS_1


Kate dengan cepat meraih ponselnya diatas nakas kamar hotel yang dia tempati disana. Dia mencoba menghubungi Silver tanpa peduli perbedaan waktu diantara mereka saat ini.


"Silver!" panggil Kate saat sambungan telpon itu tersambung.


"Iya Aunty," jawab Silver.


"Jangan bilang kau belum berciuman dengan Grey!" ucap Kate to the point.


Silver merona malu disana. "Maksud Aunty goyang lidah itu kan? Aku sudah melakukannya bahkan lebih dari itu!"


"Lebih dari itu?" tanya Kate heran.


"Aku sudah mengambil keperawanan Grey!" jawab Silver disana.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Kate kaget.


"Aku melakukannya tanpa sadar Aunty, aku saat itu mabuk dan menyerang Grey begitu saja!" sahut Silver dengan polosnya.


"Sekarang ajari aku gaya yang sudah Aunty janjikan waktu itu karena aku penasaran dengan cumi-cumi Grey!"


Yang mana membuat Kate langsung syok disana lalu Kate mendelik kearah Nick dengan wajah terkejutnya itu.


"Nick, sejak kapan pelajaran biologi jadi berubah?" tanya Kate kemudian.


"Apa maksudmu Kitty?"


"Silver memperkosa anak kita! Ayo kita pulang!"


"Apa? Ini karena aliran sesat yang kau ajarkan, Kitty!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2