Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Tidak Perlu Lagi


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Apa?" pekik Sean tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Silver menceritakan kejadian malam dimana dirinya mabuk yang mengira jika dirinya dan Grey sudah melakukan hubungan terlarang. Dan sekarang dia tengah mempertanggung jawabkan perbuatannya pada pria itu.


"Oh my God!" desah Sean yang semakin tidak percaya ada gadis polos dan bodoh seperti Silver. Dia yang cerdas dengan ilmu matematika dan ilmu astronomi menjadi geram melihatnya.


Lalu Sean dengan telatennya menjelaskan pada Silver mengenai sistem reproduksi pria dan wanita. Dan Silver menyimak itu dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut Sean.


"Dan yang perlu kau tahu, malam itu aku ada disana! Setidaknya memerlukan waktu lebih dari lima belas menit melakukan itu!" jelas Sean sang cassanova yang berpengalaman.


"Jadi Grey masih perawan?" tanya Silver memastikan.


"Seharusnya yang harus kau khawatirkan dirimu sendiri, Silver!" sahut Sean kesal.


Silver tertunduk merutuki kebodohannya. "Ternyata disini bukan tempatku, Sean! Aku akan kembali ke Jerman bersama orangtuaku!" ucap Silver dengan menitikkan airmatanya.


"Jangan menangis! Aku akan ikut dan aku akan mengurus penerbangan kita besok ke Jerman! Siapkan paspor dan visamu!" ucap Sean dengan menghapus airmata Silver.


Disisi lain, Grey masih setia menemani Jane yang dia bawa ke apartemennya. Setelah beberapa jam membujuk dan menjelaskan siapa Silver, Grey memasak makan malam untuk mereka, sementara Jane masih terdiam duduk di sofa enggan berbicara pada Grey lagi.

__ADS_1


"Aku membuat chicken katsu dengan saus mushroom, apa kau menyukainya?" tanya Grey mencairkan suasana.


Jane masih enggan menanggapi membuat Grey mendekat padanya.


"I'm sorry, okay! Bukankah sudah aku katakan jika aku dan Silver tidak mempunyai hubungan khusus," bujuk Grey.


"Tidak mempunyai hubungan khusus tapi berciuman? Apa itu namanya?" teriak Jane yang masih tidak terima.


"Ciuman itu tidak berarti apa-apa untukku!" ucap Grey spontan.


DEG!


Silver yang mendengar itu langsung memegang dadanya, kenapa rasanya sangat menyakitkan. Rupanya Silver sudah kembali untuk mengambil barang-barangnya. Dia membuka pintu apartemen dengan pelan dan masuk kesana secara perlahan tapi justru dia mendapati perkataan yang menyakitkan untuknya.


Jane berlari ke wastafel dan muntah-muntah disana, Grey dihadapkan dengan situasi yang rumit antara Silver dan Jane.


"Bantu kekasihmu Grey! Bukankah aku tidak berarti apa-apa untukmu!" ucap Silver dengan berlalu ke kamarnya untuk berkemas.


Di dalam Silver menumpahkan segalanya dia menangis sejadi-jadinya, dia menyesal bertahan di London. Seharusnya dia terus mengikuti orangtuanya. Dengan cepat Silver berkemas untuk meninggalkan apartemen Grey.


Sementara di luar kamar, Grey membantu Jane yang masih muntah.

__ADS_1


"Apa perlu aku panggil, Dokter?" tanya Grey kemudian.


Tentu saja Jane langsung menggeleng kuat. "Aku akan istirahat di apartemenku, aku pasti kelelahan syuting!" tolak Jane.


Lalu dia mengalungkan tangannya ke leher Grey. "Ingat janjimu yang akan menikahiku, Grey! Kali ini aku memaafkanmu tapi jika aku melihat kau dengan gadis itu lagi aku tidak akan tinggal diam!" ucap Jane yang tidak menyadari jika Silver sudah kembali.


Jane keluar dari apartemen Grey bersamaan dengan Silver yang keluar dari kamarnya. Dia mendorong kopernya untuk keluar dari apartemen itu.


"Kau mau kemana, Silver?" tegur Grey.


Silver tidak menjawab dia terus melangkah menuju pintu apartemen yang mana membuat Grey gusar.


"Berhenti!" teriak Grey.


Silver menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh ke belakang.


"Bukankah sekarang atau nanti sama saja, aku harus tetap pergi dari hidupmu!" ucap Silver lirih.


"Aku salah Grey! Ternyata kau bukan my Zing! Jadi biarkan aku pergi!"


"Dan... "

__ADS_1


"Kau masih perawan jadi tidak perlu tanggung jawabku lagi!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2