Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Kehilangan Silver


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Hachim... Hachim... "


Silver terus bersin di dalam pesawat jet pribadi yang ditumpanginya bersama Sean.


"Kau demam, Silver!" ucap Sean sambil memegang kening Silver.


"Aku tidak apa-apa!" lirih Silver sambil terus memandang awan yang ada dibalik jendela pesawat.


"Kenapa? menyesal tidak berpamitan dengan Grey?" tanya Sean yang melihat Silver terus saja murung.


Silver menggeleng. "Akan jauh lebih menyakitkan jika aku berpamitan dengannya!"


Sementara disisi lain, Scott merasa heran melihat tingkah bosnya yang tidak biasanya. Bayangkan saja Grey membawa ikan kerapu ke kantor dan sedari tadi hanya memandangi ikan itu.


"Bos! bos!" panggil Scott.


Yang mana membuat Grey menghela nafasnya panjang. "Dia bahkan tidak berpamitan padaku dan meninggalkan tanda cintanya begitu saja!" keluh Grey.


"Beri aku pekerjaan yang banyak agar bisa mengalihkan pikiranku, Scott!" perintahnya kemudian.


Scott menggerutu dalam hatinya karena dari tadi dia memang ingin menyerahkan dokumen penting yang harus Grey periksa.


Saat Grey sibuk memeriksa laporan, disitu juga ponsel Grey terus berdering. Ternyata Jane yang terus menghubunginya yang mau tidak mau Grey menerima panggilan itu.


"Aku sibuk, Jane!" ucap Grey menerima panggilan itu.


"Begitukah caramu berbicara pada calon istrimu, Grey!" pekik Jane disana.


"I'm sorry, okay! Aku benar-benar tidak ingin diganggu sekarang!"


"Kenapa sikapmu semakin berubah, Grey! Seakan aku bukan prioritas lagi bagimu! Apa karena selingkuhanmu itu!"


"Come on Jane! Jangan sangkut pautkan dengan Silver lagi!"


"Buktikan jika kau benar-benar tidak berubah, Grey! Aku menunggumu di apartemenku!" ucap Jane dan langsung mematikan panggilannya.


Grey hanya bisa mengacak rambutnya kasar, dia benar-benar kacau sekarang.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah melakukan pekerjaannya, Grey melupakan ancaman Jane sebelumnya. Dia justru mendatangi Nick sang Daddy untuk melakukan permainan Kendo bersamanya.


"Dimana, Daddy?" tanya Grey pada pelayan saat sampai ke mansion.


"Tuan, sudah menunggu di ruangan gymnya, Tuan Muda!"


"Terimakasih!" ucap Grey dengan melangkahkan kakinya di ruang gym Nick.


Disana Grey dengan cepat mengganti bajunya lalu memakai helm dan mengambil pedangnya karena Nick sudah bersiap menunggunya.


"Trang! Trang!" suara pedang itu beradu, Grey terus menyerang Nick tapi terus ditangkis oleh Daddy-nya.


Grey terus menyerang sampai badan Nick mundur kebelakang.


"Kau terlalu bersemangat, Boy!" ucap Nick dengan menyerangai.


Karena Nick langsung membalas serangan Grey dengan terus mengayunkan pedangnya.


"Trang!" Grey menangkis dengan kewalahan. Sampai akhirnya serangan Nick semakin cepat dan...


BRUK!


"Kau kehilangan fokusmu!" ucap Nick dengan suara beratnya.


Grey mendesah disana dan membuka helmnya. Nick yang melihat itu ikut duduk dan membaringkan diri bersama buah cintanya bersama Kate itu.


"Why? bukankah kau seharusnya bahagia akan menikah?" pancing Nick.


"Dad, bagaimana cara Daddy dulu mencintai mommy?"


Nick berdehem. "Daddy bersyukur kau bertanya pertanyaan ini padaku! Jangan pernah sekalipun kau tanyakan hal ini pada mommy atau bagaimana cara mommy-mu melamar daddy," ucap Nick mengingat cara jatuh cinta dan lamaran ala Kate yang membagongkan.


Grey terkekeh mendengar perkataan Nick sepertinya dia tahu kenapa Daddy-nya bisa jatuh cinta pada mommy Kate.


"Pasti mommy membuat hidup daddy lebih berwarna kan?" tanya Grey spontan.


"Ya itu yang daddy rasakan, waktu itu daddy terlambat menyadari perasaan itu sampai akhirnya kami bertengkar dan daddy merasa kehilangan mommy padahal waktu itu hanya beberapa jam saja belum genap sehari kami bertengkar! Jatuh cinta memang aneh," ucap Nick lagi.

__ADS_1


Grey terus termenung sambil mengingat kenangannya bersama Silver selama gadis itu ada di London.


"Aku merindukannya, Dad!" lirih Grey.


"Kau seperti daddy di versi lain, dan Silver seperti mommy di versi lain!" ucap Nick. "Semua keputusan ada ditanganmu, Boy! Jangan sampai kau menyesal!"


Saat mereka tengah asyik quality time berdua, tiba-tiba Kate datang dari acara shopingnya.


"Yuhuu.... Nick! Aku membeli lingerie baru...." teriak Kate disana.


"Kitty, ada Grey disini!" protes Nick.


"Why? Grey sudah dewasa sebentar lagi akan menikah! Dia kan masih perjaka ting ting... Bagaimana kalau kita memberikan dia tutorial memproduksi keturunan?"


"Apa kau tahu caranya Grey?" tanya Kate pada anaknya.


"Mom...," protes Grey.


Kate lalu ikut duduk bersama suaminya dan memperlihatkan belanjaannya.


"Kau tahu Nick, aku berebut lingerie ini dengan model. Ini buatan dari Perancis yang dirajut memakai tangan dengan benang sutra, jangan sampai kau merobeknya ya!" jelas Kate.


"Itu dibuat fungsinya untuk dirobek, Kitty!"


"Untuk yang ini jangan!"


Grey mengulum senyumnya melihat interaksi kedua orangtuanya, dia melihat bagaimana mereka yang saling melengkapi satu sama lain.


Sampai akhirnya Grey kembali ke apartemen dan melihat Jane sudah menunggunya di depan pintu apartemennya.


Jane yang melihat Grey datang langsung mendekat dan memukuli dada Grey dengan isak tangisnya.


"Kau jahat, Grey! Jahat... Aku menunggumu seharian, kau darimana!" ucap Jane sesugukan.


"Aku melepas karirku demi menikah denganmu dan ini balasannya?"


"Jawab Grey! Jawab...."


Grey hanya diam saja membuat Jane geram, dia mencoba meraih dagu Grey dan ingin menciumnya tapi Grey langsung saja memundurkan badannya.

__ADS_1


"Kau bau, Jane!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2