
๐น๐น๐น
Grey membungkam bibir istrinya dengan ciuman supaya tidak terus bertanya dan pinggulnya terus menghentak dicelah inti Silver dengan kuat sampai membuat Silver memejamkan matanya.
"Grey....," rengek Silver saat ciuman mereka terlepas." Aku... "
"Bersama, Honey!"
Grey semakin memacu tubuhnya dengan cepat karena akan mencapai puncaknya. Dan saat pelepasan itu datang, mereka mengerang bersama.
Mereka kembali berciuman dengan nafas yang masih memburu. Dan Silver menerima ciuman dari suaminya dengan lelehan airmata.
"Grey, jangan menghilang setelah ini. Aku takut ini semua hanya imajinasi liarku," ucap Silver kemudian.
"Aku nyata, Honey. Aku tidak akan pergi meninggalkanmu! Bukankah aku sudah berjanji?"
Silver kembali mengecup bibir suaminya. "Buktikan jika ini bukan imajinasi!"
"Perlukah aku menambah ronde lagi?"
Yang mana membuat Silver merona malu. "Jika kau terlalu banyak memberi minyak panasmu, bayi kita bisa gosong!"
"Oh Honey, aku sangat merindukanmu yang seperti ini! Dan aromamu semakin harum, aku menyukainya!"
__ADS_1
"Ini berkat pengorbananmu. Jadi ceritakan semuanya! Jika tidak mengingat bayi kita mungkin sekarang aku sudah jadi pasien rumah sakit jiwa!"
Grey mengelus lembut rambut istrinya. "Maafkan aku dan terimakasih karena menjaga bayi kita dengan baik! I Love you, Silver!"
Dan Grey mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya hingga dirinya bisa sampai menyusul Silver saat ini.
๐น๐น๐น
Disisi lain, Arse bersama Tira membicarakan proyek yang selama ini Arse ingin wujudkan untuk istrinya.
"Bagaimana? Apa proyek itu dalam beberapa bulan ini bisa selesai?" tanya Arse pada anak sulungnya.
"Tenang, Dad! Aku akan tangani semuanya, mulai sekarang nikmati masa tuamu bersama mommy dan juga bersama cucu-cucumu nanti," sahut Tira dengan bijak.
Tira langsung menggeleng kuat. "Aku akan belajar sendiri saja, aku sudah membaca puluhan buku bahkan menonton filmnya langsung untuk persiapan unboxing!"
"Astaga! Ternyata sifat lebaymu itu masih melekat sampai sekarang!"
Bersamaan dengan itu, Bianca mengetuk ruang kerja dimana suami dan anak sulungnya berada. Karena ingin memberitahu jika Nick dan Kate sudah datang. Dan juga memberi kabar jika Grey ternyata selamat yang mana membuat Arse langsung menemui besannya itu.
"Apakah itu benar? Dimana Grey sekarang? Aku ingin menjadikannya wakil Kapten!" ucap Arse menggebu.
Kate langsung terkesiap mendengar itu. "Tidak ada lautan lagi, aku takut Grey akan jadi ikan duyung jika sampai berlayar lagi!"
__ADS_1
Nick mencoba berbicara hati ke hati dengan besannya. "Kami ingin membawa Silver ke London, tidak mungkin jika Grey harus pindah ke Indonesia sementara perusahaan kami berpusat di London jadi dengan berat hati kami harus membawa Silver kesana!"
Bianca yang mendengar itu langsung menatap suaminya karena selama ini mereka tidak pernah berpisah dengan putri mereka.
"Tidak apa, Bee! Masih ada lima menantu kita," ucap Arse mencoba menenangkan istrinya.
"Jangan cemas, Bee. Cucu kita pasti akan jadi baby sultan!" timpal Kate yang sudah tidak sabar menggendong cucu dan pamer pada perkumpulan sosialitanya.
Akhirnya mereka sepakat setelah resepsi nanti, Silver akan diboyong ke London, Inggris.
"Kita benar-benar berpetualang ke berbagai negara selama ini," gumam Bianca pada suaminya.
"Dan kita selama ini sudah Indehoy di berbagai negara juga sekarang waktunya pensiun, Bubu!"
Arse langsung berdehem. "Bee, sepertinya Indehoy itu tidak ada pensiunnya! Semakin tua justru hormon testosteronku meningkat!"
"Tapi rudalmu sudah waktunya mendarat, Bubu!"
"Aku masih ingin terbang, Bee!"
Yang mana membuat Nick berbisik pada istrinya. "Apa kita juga harus menutup club bisbol kita, Kitty?"
๐น๐น๐น
__ADS_1