Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Savagenya Silver


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sesuai janji Grey sebelumnya dia akan membawa Silver berkencan seharian ini karena dia libur jadi dia ingin menghabiskan waktunya bersama Silver. Aneh memang seharusnya dia menghabiskan waktunya bersama Jane calon istrinya tapi dia justru lebih memilih Silver bahkan ponselnya belum dia aktifkan dari semalam.


Grey memandang dirinya dikaca kamarnya setelah dirasa tampilannya sempurna, dia keluar untuk memanggil Silver.


"Silver!" panggil Grey dengan mengetuk pintu kamar gadis itu. "Aku sudah siap!"


"Masuklah!" sahut Silver didalam sana.


Grey lalu membuka pintu kamar Silver saat masuk dia kaget melihat Silver yang masih memakai bathrobe ditubuhnya.


"Kau belum siap?" tanya Grey kemudian.


Silver mengangguk. "Aku bingung memakai baju apa!" jawabnya.


"Pakai apa saja, kau pasti kelihatan cantik," ucap Grey supaya Silver cepat bersiap yang mana membuat Silver segera memilih salah satu bajunya.


Dia membuka bathrobe begitu saja yang menampilkan tubuh polosnya disana. Tentu saja Grey syok bukan main melihat tubuh Silver tanpa sehelai benang pun.


"Sil... Silver," ucap Grey tergagap.


"Kenapa Grey? bukankah kau sudah melihat semuanya!" ucap Silver yang melihat Grey dengan wajah terkejutnya disana.


Lalu dia memegang satu buah dadanya. "Bukankah kau sudah melihat ini dan ini!" tambah Silver dengan memegang aset lainnya.


Grey berdehem dengan kuat. "Aku tunggu diluar!"


Diluar kamar Silver, Grey menghela nafasnya panjang. Dia tidak bisa membayangkan jika terus-terusan dibuat Silver begitu setiap harinya, dia sekarang tahu bagaimana jadi Nick.


"Sepertinya aku harus banyak bertanya pada daddy cara menghadapi mommy," gumam Grey kemudian.

__ADS_1


Setelah Silver siap Grey menggandeng tangan Silver dan tidak akan melepasnya seperti di mall waktu itu, dia membawa Silver berkencan ke sebuah taman hiburan. Tentu saja membuat Silver bahagia karena tidak pernah ke tempat seperti itu.


"Aku mau naik semua wahana, Grey!" ucap Silver dengan girang disana.


"Apapun keinginanmu," sahut Grey dengan membawa Silver untuk mengantri bermain roller coaster.


Silver gugup dengan keringat yang bercucuran saat sudah duduk di roller coaster itu. Dia mengeratkan pegangan tangannya pada Grey dan menatap ke arah pacarnya itu.


"Grey, jangan lepaskan aku! Aku tahu pasti saat ini aku sangat bau!" ucap Silver dengan cemas.


Grey membalas tatapan Silver dengan senyum simpulnya. "Entah bagaimana bau aslimu tapi bagiku kau adalah wanita terharum yang pernah aku temui!"


Yang mana membuat Silver langsung terbang melayang dipuji seperti itu.


Lalu dia berdehem. "Bagaimana kalau selesai kita berkencan kita melakukan PPKM!" usul Silver.


"PPKM?" tanya Grey heran.


"Apa itu Kelon?" tanya Grey lagi yang tidak mengerti.


"Kelon itu...," ucap Silver dengan memalingkan wajahnya karena malu. "Sesuatu yang cabul!"


Grey langsung mendengus mendengarnya, dia tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran Silver. Mereka belum melakukan apa-apa tapi pikiran Silver sudah dipenuhi oleh hal mesum.


"Silver memang 100% gen orangtuanya," gumam Grey.


Saat roller coaster itu bergerak awalnya Silver begitu bersemangat tapi saat lajunya semakin cepat dan berputar-putar dia berteriak histeris ingin turun dari sana.


"Aaaaaa... Aku tidak mau mati dalam keadaan bau!" teriak Silver disana.


Roller coaster berhenti, Silver langsung limbung dan merasakan mual luar biasa.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa? Ayo kita beli minum!" ajak Grey perhatian membawa Silver membeli minum di sebuah outlet minuman.


Setelah mendapat minuman itu Silver langsung minum hingga tandas tapi mual masih melandanya membuatnya berfikir negative mengingat artikel yang dia baca sebelumnya.


"Oh my God! Pasti aku hamil Grey!" pekik Silver.


Grey memijit pelipisnya mendengar itu. "Silver, kau tidak mungkin hamil!"


"Kenapa kau begitu yakin, Grey? Aku membaca jika mual itu adalah gejala hamil!"


"Jadi menurutmu setelah melakukan hubungan badan langsung hamil saat itu juga begitu? Bukan begitu cara kerjanya Silver! Dan jangan selalu memikirkan hal itu!" ucap Grey kesal.


"Kau tidak tahu rasanya setelah mengambil sesuatu yang berharga yang dimiliki pria Grey, aku sangat menyesal melakukan itu padamu!" lirih Silver.


Grey mendengus kesal disana karena arah pembicaraan mereka yang semakin tidak jelas lebih baik dia membawa Silver bermain lagi.


"Kita lupakan masalah yang satu itu, ayo kita bersenang-senang lagi!" ajak Grey kemudian.


"Ciipok aku dulu, Grey!" pinta Silver.


"Apa lagi itu? Jangan memakai istilah anehmu Silver!" protes Grey.


"Cium Grey cium!" jelas Silver dengan mendekatkan pipinya pada bibir Grey.


CUP!


Grey mengecup pipi Silver singkat yang mana membuat Silver langsung berbisik di telinganya. "Nanti kita main cu*paang aduan ya di apartemen!"


"Cu*paang aduan? Sebenarnya selama ini ilmu apa yang kau pelajari, Silver?" tanya Grey keheranan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2