Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Naku - Blue


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Malam ini adalah malam yang dinantikan Blue selama 13 tahun lebih lamanya. Dan dia akan merasa menjadi manusia bumi seutuhnya jika sudah melakukannya.


Saat mendengar pintu kamar mandi yang dibuka suaminya. Blue langsung melepas bathrobe yang dia kenakan.


Dan Naku yang melihat itu hanya bisa menelan salivanya serak, bagaimana dia melihat istrinya yang sudah telanjang bugil di depannya.


"Ayang, ayo kita mulai making love," ajak Blue kemudian.


Naku mendekati istrinya itu dan langsung mencium bibirnya. "Kita lakukan pemanasan dulu, Ay!"


"Baiklah, aku akan menari striptis buat Ayang!" ucap Blue dengan menggebu.


"Tidak perlu seperti itu, kita hanya perlu melakukan seperti yang biasa kita lakukan!"


Blue mengerti, dia dengan tangan nakalnya mulai mencari timun emas suaminya dan meremasnya.


"Sakit, Ay! Biar aku saja yang memberi pemanasan!"


Naku membimbing istrinya untuk berbaring diatas ranjang setelah itu mereka kembali berciuman. Bibir Naku menyelusuri setiap jengkal tubuh istrinya dan itu membuat Blue menggila.


"Ayang....," lenguh Blue saat suaminya bermain dengan dua benda bulatnya. Apalagi saat Naku memainkan ujungnya dia memekik nikmat.


Naku ingin mencium bibir istrinya lagi tapi sebelum itu dia melihat wajah cantik yang ada di bawahnya dan membisikkan kata cinta.

__ADS_1


"I love you, my Alien," ucapnya.


Blue yang nafasnya sudah memburu langsung mencium bibir suaminya dan mereka saling membalas dengan lidah yang saling bertautan.


"Ayang, aku takut tubuhku tidak bisa memberimu seorang bayi," ucap Blue saat melepas ciumannya.


"Pasti bisa, Ay. Bukankah Veronica sudah menjelaskan semuanya saat memindai tubuhmu!" sahut Naku dengan menciumi leher istrinya lalu menyesap sampai meninggalkan bekas merah disana.


"Ayang, jangan pemanasan terus! Kita langsung making love aja!" ucap Blue yang sudah tidak tahan.


Lalu dia bertukar posisi, dimana dia sekarang berada diatas perut suaminya.


Blue langsung membuka bathrobe yang dipakai suaminya hingga kini keduanya dalam keadaan polos.


"Timun emas Ayang sudah berdiri!" ucap Blue dengan memegang benda keramat itu.


"Ay, saat pertama kali melakukannya akan terasa sakit jadi biar aku saja yang berada diatas," ucap Naku kemudian.


Blue menggeleng. "Aku ingin jadi wanita yang seperti di mobil bergoyang!"


Setelah berkata seperti itu, Blue sudah bersiap menancapkan timun emas tapi dia bingung lubang mana yang dipakai.


"Ayang, lubang yang mana ya? Yang buat pipis atau pup?"


Naku yang mendengar itu langsung mendengus kasar, jadi selama ini Blue tidak tahu lubang yang mana?

__ADS_1


"Ay, biar aku saja yang memulai!"


"Ayang, aku aja...," rengek Blue.


"Bahkan kau tidak tahu lubang yang mana, Ay!"


"Ya sudah kita main batu kertas gunting dulu untuk menentukan siapa yang mulai!"


Dan keduanya bersiap untuk bermain.


"Batu kertas gunting!" ucap mereka bersama.


Naku batu dan Blue kertas, otomatis Blue yang menang.


"Jangan pernah berpikir memasukkannya di lubang pup, Ay! Di lubang pipis nanti saat kau hamil dan melahirkan di lubang itu juga!" jelas Naku. "Apa Veronica tidak memberitahumu?"


"Otakku hanya satu giga saja, Ayang! Tidak akan kuat menampung berbagai informasi," ucap Blue membela diri.


"Bahas itu nanti dulu! Kita sudah banyak membuang waktu, Ay! Cepatlah!"


Blue mengangguk tapi saat akan memulainya dia merasa ada sesuatu yang keluar dari lubang pipisnya. Cairan merah keluar dan menetes di perut suaminya saat ini.


"Ayang, sepertinya aku menstruasi!"


"ARRRGGHHHHH!!!"

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2